mods, udah jam 12 malem niiihhh...sudah dapat dikategorikan sebagai hari 
jumatkan? ^_^..boleh ya...



halo semuanya...kami dari play corner menyewakan  perosotan dan mobil dari STEP 
2...

disewakan kusus untuk acara on the spot seperti family gathering,
wedding (ortunya makan anaknya main2 ^_^), birthday party and so on....

harga sewa dan gambar bisa dilihat di http://partycorner.multiply.com



thx mods...



cheers from David, Veagy, Toar 


--- On Thu, 10/22/09, Lidia Sindoro <[email protected]> wrote:

From: Lidia Sindoro <[email protected]>
Subject: Re: [parentsguide] Re: anak suka memukul
To: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Thursday, October 22, 2009, 12:32 PM






 




    
                  Hi mom,Agresifitas sebenarnya dibentuk dari lingkungan, jadi 
kalo ada yang bilang bahwa anak laki2 cenderung lebih agresif dan mengarah ke 
fisikal, nggak salah tapi juga nggak sepenuhnya benar. Mengapa? Karena pada 
umumnya sebagai ortu kita seringkali menanamkan pada anak laki2 kita bahwa 
mereka harus berani, bahwa mereka "jagoan" dst... Misal dengan kita bilang 
"anak laki2 masak kalah sama perempuan.." atau "anak laki2 harus berani" atau 
"anak laki2 nggak boleh cengeng".. Dst... Dan ekspektasi kita terhadap our 
little prince inilah yang membentuk mereka... Ada anak perempuan temen saya 
jauh lebih agresif drpd kakak laki-lakinya. . Bisa jadi karena contoh yang dia 
lihat adalah si abang dan teman2nya.
Untuk mom Tia, :) nggak salah kok kalo sesekali kita menghukum anak dengan 
pukulan dipantat.. Hanya saja yang perlu kita ingat apakah si anak sudah jelas 
benar mengapa dia
 dipukul? Kadang kita kalo sudah saking gemesnya sering lupa menjelaskan pada 
mereka mengapa kita marah dan yang PENTING.. Memberitahu bagaimana seharusnya 
supaya mereka nggak kena marah.. Kadang kita ngomel nggak karuan dengan bahasa 
kita yang bisa jadi nggak dimengerti oleh anak... Akhirnya yang ada si anak 
hanya menangkap kesan/pesan bahwa bila kita marah kuta pukul saja orang yang 
buat kita marah supaya orang itu mau "perhatikan" kita..
Saya setuju banget dengan time out, karena dengan begitu kita bisa lebih 
obyektif dalam menghukum anak, dan emosi yang keluarpun nggak meledak-ledak.
Saya pernah baca buku Super Nanny, saya belajar banyak dari buku itu, dan 
setelah saya terapkan (walaupun sering kali lupa juga :p) tenyata works juga 
loh... Salah satunya di buku itu dibilang bahwa ketika kita marahin anak, 
jangan gunakan nada yang meledak2, cukup dengan nada tinggi- berdiri/jongkok 
sehingga sejajar
 dengan anak dan tatap mata (bagian terpenting dan ampuh) si anak. Dan bila hal 
ini dilakukan secara konsisten niscaya anak2 kita nggak perlu lagi pukulan atau 
semacamnya.Saya belajar terus setiap hari... Dan dengan banyak kekurangan 
disana-sini tetapi puji Tuhan sampe sekarang hanya beberapa kali saya pukul 
Drew (4th), dan bila dihitung nggak lebih dari 5x... Hehehee... Tapi kalo 
marah... Hhhmmmm kayaknya saya musti belajar lebih keras lagi.... Supaya 
efektif!! Xoxoxooxoxox
Oh ya, kalo bicara emotional development kayaknya nggak ada habis masanya 
deh... Yang musti kita cermati adalah bagaimana kita atau si anak melewati 
masanya itu... dan... Jangan lupa... Anak2pun bisa stress loh mom... Apalagi 
anak2 sekarang... Dengan lingkungan sekolahnya, tetangganya, dan belum lagi 
kalau si anak punya segudang aktifitas... Nah stress inilah yang sedikit banyak 
memicu timbulnya tindakan agresif dari
 si anak...Sering kali kita lupa bahwa si kecil punya hak untuk bersenang2 dan 
make their self comfy... Dan standar kenyamanan anak tidak sama dengan standar 
kenyamanan kita...Seperti contohnya belajar nih... Banyak ortu nggak mau 
anaknya kalah dari temannya, akhirnya anaknya diikutkan les ini dan itu... 
Belum lagi kalau kita melihat ekspektasi sekolahnya yang kita rasa terlalu 
tinggi untuk anak. Yaa.. Intinya kita musti inget aja bahwa standar kita tidak 
sama dengan standar anak.. Apapun itu! So, dont expect too much... Bener nggak 
mom?
Lalu soal stress pada anak..Ada baiknya kita sediakan waktu luang barang berapa 
menit utk ngobrol dan mendengar keluhan anak... Kita sering lupa kan bahwa 
anak2pun berhak mengeluh... Mereka sendiri kadang lupa untuk mengeluh.. Bukan 
apa2, itu karena mereka belu tahu caranya dan kepada siapa mereka bisa 
mengeluh....Emosi
 yang tersalurkan akan mengurangi tingkat stress anak dan secara otomatis juga 
tindakan2 yang bisa terjadi karena strees juga hilang dengan sendirinya.. .
Maaf ya mom... Emailnya panjaaaang banget... Hehehehehhe. .. Memang nggak 
pernah cukup yah kalo kita ngobrolin soal anak.... :)Seneng bisa share gini... 
Thanks buat moms yang share sehingga saya makin terbuka pikirannya.. . :)

Sent from my iPhoneLidia Sindoro
On 22/10/2009, at 11:44 AM, Tia Bintari - <tee4mi...@gmail. com> wrote:





 

    
                  Sebenarnya gender berhubungan g ya dengan kebiasaan mukul 
ini. Adnan sejak umur 3 tahun, jadi lebih sering mukul kl marah atau kecewa. 
Bisa jadi karena aku satu-2 kali juga mukul pantatnya kl dia nakal (baca email 
mbak lidia). Jadi melegitimasi kebiasaan ini kah? 


Aku baca bahwa anak laki2 memang cenderung lebih agresif dari perempuan dan 
mereka cendrung fisikal. Tapi sejauh mana kenormalan ini dan apakah memang 
masanya ya? Soalnya memang masuk masa emotional development to?


T

-- 
Grown-ups never understand anything by themselves, and it is tiresome for 
children to be always and forever explaining things to them (Little Prince)

My online biz : 
Sprei Comfy
www.seprei.multiply .com



 

      

    
        
        
        




      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke