Bu Lia, Dari pertanyaan ibu ada beberapa hal yang mungkin perlu saya tanyakan krn saya merasa blm mendapat gambaran yg jelas ttg kasusnya. Pertanyaan2 yg saya ajukan berkaitan dengan tulisan ibu. Saya berharap Bu Lia bersedia mengkilas balik:
Ibu tulis: Anakku 3,5 th cowok belakangan ini mulai susah diatur. Berarti sebelumnya dia anak penurut yang gampang menuruti perintah? Bila iya, sejak kapan ia jadi suka memberontak? Kl kita bilangin baik2, dia ga mau dengerin, ga mau kontak mata dengan kita pas di nasehatin, sengaja liat ke tempat lain. Kontak mata yang tidak lakukan ...bagaimana posisi tubuh ibu saat itu? Seorang anak apalagi yang baru berumur 3.5 tahun sering kali merasa terintimidasi oleh orang dewasa yang berdiri tinggi menjulang dengan nada suara yang menakutkan (buat anak itu!) Usahakan Eye level dengan anak, yakni ibu bisa mengangkat dia untuk duduk di atas meja saat ibu duduk di kursi atau Ibu berjongkok untuk menyamai postur tubuh anak. Apa yg kita larang, sengaja dilakukan. Bagaimana penggunaan linguistik? Selalulah memakai bahasa positif karena kata-kata negatif seperti JANGAN, TIDAK, TIDAK BOLEH dsb biasanya dipersepsi anak sebagai kebalikannya. Cara kerja Unconsious kita juga demikian. Bila saya meminta ibu untuk jangan berpikir tentang kucing yang berbulu merah....coba rasakan apa yang segera terbayang di benak ibu? Kucing yang berbulu merah bukan? Padahal dia tau itu ga boleh, kayak sengaja bikin kita keki saja. Bgm cara menghadapinya ya? Sdru sich blg emang ada wktnya anak membangkak, nanti bakal ilang sdr. Apa iya? kl ga? Kita tidak tahu isi kepala seseorang, di NLP ada suatu presuposisi yang berbunyi SETIAP ORANG HIDUP DENGAN MODEL DUNIANYA MASING-MASING YANG UNIK, DAN PATUT DIHORMATI. --- On Tue, 11/10/09, natalia yenny <[email protected]> wrote: From: natalia yenny <[email protected]> Subject: [parentsguide] bgm menghadapi anak bad tantum? To: [email protected] Date: Tuesday, November 10, 2009, 8:50 AM Dear All, Anakku 3,5 th cowok belakangan ini mulai susah diatur. Kl kita bilangin baik2, dia ga mau dengerin, ga mau kontak mata dengan kita pas di nasehatin, sengaja liat ke tempat lain. Dan kl saya kasih time out, duduk di tempat susah lari2 sambil pukul2. Sampe saya kudu berkali kembaliin ke tempatnya dan dipegang biar ga pergi. Apa yg kita larang, sengaja dilakukan. Padahal dia tau itu ga boleh, kayak sengaja bikin kita keki saja. Bgm cara menghadapinya ya? Sdru sich blg emang ada wktnya anak membangkak, nanti bakal ilang sdr. Apa iya? kl ga? Wah, bisa pecah palaku. tolong masukannya ya. Lia

