Mbak melisa, Kasus anak mbak mirip dengan anak pertama saya, padahal kalo saya di rumah saya ajak bicara, nyanyi, cerita tapi smape umur 2 tahun masih belum jelas ada beberapa kata yang hanya buntutnya doang tapi banyak juga yang sudah jelas bahkan sudah merangkai kalimat yang terdiri dari 6 kata. Sejak < 1 tahun sudah saya trial beberapa sekolah agar membantu dia bersosialisasi dan menambah kosa kata tapi tetep aza karena seringnya dia asyik sendiri mengeksplor apa yangada disekelilingnya dan dia gak betah kalo sekolahnya kebanyakan guru yang ngomong kayak model belajar kita dulu. Sampai akhirnya saya sekolahkan di PAUD (karena sekolah ke mana2 yg katanya bagus anaknya gak mau atau gak ada perkembangan sampe2 bapaknya bilang yg ingin sekolah ibunya bukan anaknya, itu saya lakukan karena melihat dibandingkan sepupunya yang cuma beda umur 3 bulan koq jauh, sepu2nya sudah lancar berbicara) dekat rumah dan saya bicara dengan gurunya kalo anak saya ini agak berbeda dan perlu perhatian lebih sehingga gurunya bisa mengerti, dan Alhamdulillah terasa perkembangannya karena gurunya mengerti dan memberikan porsi lebih mengingat anak saya berbeda tetapi ini tidak berlangsung lama karena kami pindah rumah sehingga anak saya juga mau tidak mau pindah ke sekolah yang dekat dengan rumah, tetapi bersekolah di sekolah ini perkembangannya malah mundur, di PAUD sudah mau interaksi dan terlibat dalam kegiatan di kelas di sekolah ini tidak bisa ditinggal pengasuhnya dan tidak mau diam serta tidak emngikuti kegiatan di kelas. Akhirnya saya beberapa kali mengikuti anak saya sekolah karena ingin tahu apa permasalahannya, ternyata pola mengajar yang tidak pas (searah) dan jumlah murid yg kebanyakan sedangkan gurunya hanya 1 orang sehingga tidak kehandle dan gurunya emosinya juga kurang baik padahal mengajar anak2 kan harus sabar. Aku mau pindahin tapi tanggung mau tahun ajaran baru , akhirnya aku tunggu sampai akhir tahun ajaran dan ternyata ada psikolog yg didatangkan ke sekolah dan dari hasilnya diketahui anak saya mesti berbeda penangannya dan dinilai anak saya delay speech. Saya sebagai ibu lebih tahu perkembangan anak saya dan saya tahu anak saya tidak ada masalah karena dia bisa berkomunikasi dengan kami semua di rumah tapi mungkin kalo orang yg jarang bergaul dengan dia kadang susah menangkap apa maunya karena ada beberapa kata yg tidak jelas, dan psikolognya menyarankan saya untuk memeriksakan anak saya, padahal setiap kunjungan ke dokter saya selalu berkonsultasi dnegan dokternya dibilang gak pa2 nanti juga bisa, normal koq bu, setiap anak kan berbeda. Akhirnya karena penasaran, saya bawa anak saya ke dokter anak yang berbeda. setelah saya juga curhat di milis dan ditanggapi oleh ibu2 yang senasib, saya bawa ke hermina Jatinegara untuk cek, dokternya baru lihat saja sudah bilang kayaknya mesti diperiksa lebih lanjut ke ahlinya (tumbuh kembang) disrankan ke Kelapa Gading tapi penuh akhirnya saya coba ke klinik tumbuh kembang di Herimina Bekasi, ternyata dokter juga tidak langsung menjudge anak kita kenapa, tetapi meminta anak saya melakukan beberapa pemeriksaan di antaranya pemeriksaan telinga (apa yah istilahnya jadi lupa :)). Karena penasaran dan ingin kejelasan anak saya kenapa saya ikutin semua tahapan dan sesuai dugaan saya anak saya 100 % normal tidak ada masalah dalam inderanya, kemungkinan kata dokter THT nya dia hanya kurang stimulasi saja pada waktu kecilnya, dan ini saya akui karena pengasuhnya waktu kecil kurang mengajak biacara anak saya, yang penting anak saya anteng atau disetelin film khusus anak2 yg saya siapkan di rumah. Setelah ada hasil semua tes itu lalu dokter tim di tumbuh kembang menyarankan anak saya ikut terapi wicara dan terapi okupasi (karena anak saya susah konsentrasi alias gak bisa diem). Alhamdulillah, terapi wicara baru berjalan 1 minggu anakku sudah mengalami kemajuan. Akhirnya terapi ini aku lanjutkan sampe sekaranmg karena okupasi selain untuk anak konsentrasi juga mengajarkan juga untuk persiapan sekolah baik itu mengenal warna, angka, huruf, juga melatih motorik halusnya untuk menulis, mewarnai, tangkap bola dll. Alhamdulillah, ternyata apa yg kujalani baik untuk anakku sekarang sudah lancar banget berbicara dan bercerita, bernyanyi pokoknya perkembangannya jauh banget deh hanya dalam hitungan bulan. Semoga membantu ya mbak, sorry kalo panjang bgt karena aku juga merasakan hal yg sama.
Kartini Bundanya Ammar & Akhtar *Bukan salesnya RS Hermina* tolong jangan dibanded ya mods, biar jelas

