dear Ayah Ihsan...aku cb searching dan ini ada artikel tentang penyakit GBS 
tersebut dan cara / solusi penyembuhannya, berikut jg saya kasih link-nya 
mungkin bs diliahat kembali dan cb searching di google deh pake nama penyakit 
itu...semoga menbantu yahh, utnuk temannya semoga cepat sembuh..Tuhan Berkati.

Cheers,
Kinski_mom Luvly

Guillain Barre Syndrome (GBS), Penyakit yang Menyerang Saraf 
Guillain Barre Syndrome (GBS). GBS adalah penyakit akibat sistem kekebalan 
tubuh menyerang sistem
sarung saraf. Pada umumnya penyakit ini didahului oleh infeksi
influenza saluran pernapasan. Pada saat inilah kita merasa nafas
tersumbat seperti orang Flu.
Setelah
nafas tersumbat di dalam tubuh terjadi reaksi autoimun, yakni sistem
kekebalan tubuh sendiri yang menyerang bagian dari ujung ujung saraf.
Pada saat inilah terjadi kesemutan. Karena kesemutan atau Parestesia
itu timbul bila terjadi gangguan pada serabut saraf. Pada penderita GBS
yang akut, kesemutan tidak hanya pada tangan tetapi bisa menjalar ke
kaki hingga ke perut. 
Itulah
sebabnya penyakit GBS ini bisa menyebabkan kelumpuhan, bahkan bisa juga
menyebabkan kematian apabila Perusakan saraf pernafasan sudah mencapai
akar saraf di leher sehingga pasien kesulitasn bernafas dan menyebabkan
kematian mendadak.Gejala-gejalanya:
1. Didahului oleh nafas tersumbat yang datang secara tiba-tiba seperti hidung 
yang sedang kena pilek, tapi pilek yang kering.
2. Karena nafas terganggu tidak lama akan terasa gelisah.
3. Disusul oleh kesemutan pada kedua tangan.
4. Pusing seperti terhuyung-huyung.
5. Mulut terasa asam.
6. Badan lemas, sesekali terasa dingin di telapak.
7. Pusing masih terasa 2-3 hari setelah kejadian.
Jika
mengalami ini segera periksa ke dokter saraf. Pada umumnya ada dua
jenis pengobatan yang akan diditawarkan untuk anda pilih. Silahkan Anda
tanyakan dan berkonsultasi dengan dokter saraf Anda.
Dua jenis pengobatannya adalah Plasma Exchange dan Intravenous immunoglobulin.
Kedua cara itu saat ini sama sama efektif, walaupun ada pihak tertentu
yang mengklaim plasma exchange lebih baik, sedangkan di pihak lain
immunoglobulin lebih baik. Tetapi jika ada yang mengusulkan menggunakan
kedua cara tersebut secara bergantian maka sebaiknya anda jangan mau.
pilihlah salah satu cara saja. karena pengobatan ini mungkin harus
dilakukan berkali kali, tergantung dari keakutan GBS anda dan
kestabilan kesehatan anda, jika anda sudah memutuskan satu terapi
lakukan terapi yang sama untuk selanjutnya.
Untuk
pastinya, pertama, segeralah konsultasikan dengan dokter spesialis
syaraf agar bisa dilakukan test dan diagnosa yang lebih mendalam.
Jika
melalui diagnosa, ternyata memang GBS yang anda alami maka pengobatan
penyakit ini saat ini masih sangat mahal. Akan menghabiskan puluhan
juta bahkan bisa mencapai 100 jutaan jika sudah akut. 
Kedua
segeralah anda periksa ke dokter Syaraf untuk melakukan pemeriksaan.
bila anda History dan Diagnosa awal dokter syaraf tersebut juga
menyimpulkan ada gejala GBS. maka anda akan disuruh melakukan test.
1. Lumbar puncture atau Spinal tap.Anda akan disuruh duduk miring dan lutut 
anda ditekuk. kemudian cairan
tulang belakang anda akan diambil, sedikit sakit pada saat ditusuk tapi
hanya sebentar. Cairan ini akan ditest di lab untuk mengetahui hasilnya
apakah anda positive GBS atau tidak.
2. Jika dokter masih ragu, mungkin akan diikuti lagi dengan Nerve function 
tests. Ada 2 test untuk ini.
2a. Electromyography.atau sering juga disebut dengan test EMG ini adalah untuk 
melihat
apakah kesalahan terjadi pada otot atau syaraf. Otot anda akan
dimasukkan jarum elektroda yang dihubungkan ke komputer, kemudian
komputer akan membaca perubahan perubahan listrik
yang terjadi pada pergerakan otot anda pada berbagai keadaan, baik pada saat 
otot istirahat maupuan pada saat ada aktifitas.
2b. nerve conduction velocityadalah test untuk melihat kecepatan hantaran 
saraf. Komputer akan
menghitung lama proses hantaran kecepatan saraf dari satu elektroda ke
elektroda lainnya.
Dari
pemeriksaan pemeriksaan tersebut, maka dokter harusnya sudah bisa
memutuskan apakah anda positif GBS atau tidak. Mungkin pemeriksaan
tersebut tidak perlu semua dilakukan bila pada pemeriksaan awal dokter
sudah melihat hasil yang positif pada pemeriksaan awalnya.
Jika
ada rasa panik atau ketakutan, itu bukanlah gejala GBS. Sepertinya GBS
tidak menimbulkan ketidakstabilan emosi, kecuali secara psikologi hal
ini memang bisa membuat menjadi was was.

http://panduankesehatan.blogspot.com/2009/01/guillain-barre-syndrome-gbs-penyakit.html
http://www.ninds.nih.gov/disorders/gbs/gbs.htm

 




________________________________
From: dedy herdiyono <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, 12 November, 2009 16:16:26
Subject: [parentsguide] Guillain Barre Syndrome

  
Dear Ayah & Bunda

Saya mempunyai teman yang menderita sakit sejak Lebaran kemarin, badannya 
lemas, dan kaki seperti lumpuh tidak dapat digerakkan. Dan sekarang dia ditawat 
di RS di Tangerang. Menurut keterangan Dokter temam saya ini terkena Guillain 
Barre Syndrome (GBS). Ayah dan Bunda Anggota Millis ada ngga yang mengetahui 
penyakit ini ? Dan bagaimana penyembuhannya ? Terima Kasih sebelumnya atas 
informasinya.

Salam Ayah Ihsan




 


      

Kirim email ke