Moms..

Ada artikel bagus ttg stimulasi pada anak.. Semoga bermanfaat..

Salam
Arianti (Mamanya Hana n Sarah)
http://www.lollypopkidzshop.com


=================================================

STIMULASI DINI ASAH KECERDASAN

Ketahui apa yang bisa orangtua lakukan untuk mengembangkan kecerdasan anak. 
Setidaknya ada dua faktor yang mempengaruhi
kecerdasan anak, faktor hereditas (keturunan) dan lingkungan. Jika
faktor hereditas sulit dikendalikan, maka satu-satunya yang dapat
dioptimalkan adalah faktor lingkungan, yang meliputi gizi dan stimulasi.


 
Tiga kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan antara lain;
Kebutuhan fisik-biologis; menyangkut pertumbuhan otak, sistem
sensorik dan motorik. Dimulai dengan gizi yang baik selama janin dalam
kandungan, pencegahan dan pengobatan penyakit.Emosi-kasih sayang; mempengaruhi 
kecerdasan emosi, inter dan
intra-personal. Memberi rasa aman dan nyaman, serta mengajarkan empati
dan simpati kepada anak.Stimulasi dini  untuk merangsang kecerdasan sensorik 
dan motorik.
Ketiganya diberikan secara bersamaan, sejak janin berada dalam kandungan, 
sampai anak dilahirkan.
Manfaat stimulasi dini
Sel-sel otak janin dibentuk sejak 3-4 bulan
di dalam kandungan, setelah lahir jumlah sel akan terus bertambah
hingga milyaran sel sampai si kecil mencapai usia 3 tahun. Namun sel
tersebut tidak akan berfungsi jika berdiri sendiri, agar berfungsi
dengan baik sel-sel saraf harus berhubungan satu sama lain (yang
disebut sinaps). Terbentuknya hubungan antar sel saraf ini baru dimulai
sejak usia janin 6 bulan, sehingga terbentuk rangkaian fungsi-fungsi.
Kualitas rangkaian hubungan antar sinaps
ditentukan oleh stimulasi atau rangsangan dari luar. Semakin baik
stimulasi, semakin banyak pula hubungan antara sel saraf terbentuk.
Bermain dan bermain
Seringkali orangtua bingung bagaimana
memberi stimulasi yang baik untuk anak. Padahal cara termudah adalah
dengan mengajaknya bermain, bicara serta membacakan cerita. Baik saat
memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi, menggendong,
mengajaknya berjalan-jalan, bermain, menjelang tidur, dan sebagainya.
Stimulasi selain bermanfaat untuk merangsang
semua panca indera si kecil, juga merangsang motorik kasar dan halus,
kaki, tangan, dan jemarinya. Anda bisa mulai melakukannya sedini mungkin. 
Berikan stimulasi sesuai usia anak
Usia 0-6 bulan: 
Berikan rasa aman       dan nyaman dengan memeluknya, memberi ASI sambil 
membelai wajah mungilnya,      menatap matanya. Gantungkan mainan      
warna-warni, benda-benda berbunyi, merangsangnya untuk tengkurap-telentang      
secara bolak-balik. Bermain cilukba.
Usia 6-12 bulan:
Panggil namanya,        ajak si kecil bersalaman, tepuk tangan, membacakan 
dongeng.Merangsang si        kecil duduk sendiri, atau berlatih berdiri sambil 
berpegangan tangan.Mengajarkan anak   memanggil “Mama”, “Papa”, 
“Kakak”.Memasukkan mainan     ke dalam wadah.Minum dari       
cangkir.Menggelindingkan        bola.Belajar berjalan   dengan dititah 
(berpegangan)
 
Usia 12-18 bulan:
Menyusun kubus,         mencoret-coret kertas dengan krayon, bermain 
puzzle.Memasukkan dan      mengeluarkan benda dari wadahnya.Mulai belajar  
berjalan sendiri tanpa berpegangan.Menendang bola,      memanjat 
tangga.Melakukan       perintah-perintah sederhana, menyebutkan nama, menunjuk 
benda-benda di  sekitarnya.
 
Usia 18-24 bulan:
Belajar         menyebutkan bagian-bagian tubuh sambil menunjukkannya, misalnya 
“Mana hidung    Adek?”Menyebutkan nama  binatang yang pernah dilihatnya di 
Kebun Binatang atau di gambar.Belajar        mengenakan pakaian sendiri, 
mencuci tangan, bermain melempar bola, melompat.
 
Sikap orangtua
Agar anak bisa  mengembangkan kreativitas secara optimal, sebaiknya orangtua 
bersikap   demokratis.Mau mendengarkan     dan menghargai pikiran 
anak.Mendorong anak      untuk berani mengemukakan pendapatnya.Tidak memotong   
 pembicaraan anak sebelum ia menyelesaikannya.Tidak otoriter,    menganggap 
bahwa pendapat orangtua selalu benar.Tidak mendikte  anak.Memilih hukuman    
yang sifatnya mendidik.Beri anak        kebebasan dalam bersikap, dengan 
catatan tetap bertanggung jawab
(sumber: anakku.net)



      

Kirim email ke