Tulisan ini saya copy paste saja dari FB seorang sahabat dokter, yi. dr.
Hery Sulistianto. Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

******************************

aspartam..sampai kapan meracuni anak2 kita.......Bagikan

Hari ini jam 8:05
diambil dari : dranak.blogspot.com

Nyaris 1 juta dolar AS uang riset digelontorkan, sementara lebih dari1.900
ekor tikus dilibatkan. European Ramazzini Foundation on Oncologyand
Enviromental, lembaga riset terkemuka di Italia itu, inginmembuktikan,
apakah betul Aspartam sejenis pemanis buatan itu berbahayabagi
kesehatan.Ramazzini tidak keliru. Bahkan, fakta yang mereka kantongi jauh
lebihlebih mengerikan ratusan tikus telah siap menunggu ajal.

Aspartam,pemanis nonkalori yang memiliki tingkat kemanisan 200 kali gula
itu,membikin tikus-tikus tadi langsung dihajar kanker mematikan.

Riset yang digelar pertengahan 2005 lalu itu membuat Uni Eropa kian yakin
dengankeputusan mereka melarang penggunaan pemanis buatan pada produk
makanan.Jajanan anak-anak, terutama. Jepang , Malaysia , Brunei , Vietnam
,langsung mengekor langkah Uni Eropa. Mereka haramkan pula Siklamat,jenis
pemanis buatan yang diduga dapat memicu kanker.

Bagaimana Indonesia?
Alih-alih dilarang beredar, produk-produk ini sejak lama menjadi kawanakrab
anak-anak SD. Mudah ditemui di warung-warung, bahkan dijajakan secara
besar-besaran di supermarket. Survei Lembaga Konsumen Jakarta(LKJ) sepanjang
Juni hingga Juli di sejumlah titik di DKI Jakartamembuktikan hal itu.'Dari
49 sampel yang kami ambil, lebih dari separuhnya mengandungpemanis buatan
dalam konsentrasi tinggi,'' kata Lies Permana Sari.Anggota tim peneliti LKJ
itu, kemarin (9/8), membeberkan temuan merekayang telah dikonfirmasi
laboratorium Sucofindo.Disebut berkonsentrasi tinggi, sebab produk ini
memuat kadar gulaberlipat-lipat.

Selain mengandung gula murni, produk tadi juga ditambah pemanis. Padahal
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jelas-jelasmengatakan, pemanis buatan
hanya digunakan pada pangan rendah kalori danpangan tanpa penambahan gula.

Adapun sampel-sampel yang disisir LKJmeliputi produk jelly, permen, dan
minuman. Ini produk jajanananak-anak. ''Kami sengaja memilih jenis itu,''
dia menambahkan. Ada 25merek jelly, 16 merek minuman serbuk, dan delapan
merek permen.Kelebihan zat pemanis ditemukan bukan hanya pada merek-merek
takterkenal, tetapi juga brand-brand yang sering nongol di layar
televisi.Bukan cuma mengandung konsentrasi pemanis tinggi, produk itu
jugaseperti berupaya menyembunyikan sesuatu. Beberapa produk, seperti
OkkyJelly Drink, Okky Bolo Drink, Happydent White, Yulie Jelly, Donna
Jelly,Lotte Juicy Fresh, Vidoran Freshdrink, Naturade Gold, dan
MaritehInstant, tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan pemanis
buatanAspartam.

Ini, menurut Lies, menyangkut perkara cukup penting. Riset EuropeanRamazzini
Foundation tahun silam membuktikan bahwa pemanis buatanAspartam berisiko
memicu kanker dan leukimia pada tikus percobaan bahkanpada dosis pemberian
Aspartam hanya 20mg/kg BB
.''Secara anatomis tikus mirip dengan manusia. Apa yang terjadi tikusamat
mungkin terjadi pula pada manusia,'' kata dr Nurhasan, anggota timriset LKJ.
Karena itu pencantuman komposisi pemanis pada produk amatpenting, sebab ada
acceptable daily intake (ADI) atau batas jumlahpemanis yang boleh dikonsumsi
seseorang sepanjang hidup.Bahkan, kata dia, jauh-jauh hari riset BPOM pada
November-Desember 2002sudah menunjukkan bahwa konsumsi Siklamat sudah
mencapai 240 persen ADI,sementara Sakarin pemanis buatan pemicu kanker kemih
sebanyak 12,2persen nilai ADI.

Tak pelak, kata Lies, anak-anak merupakan konsumen yang paling
rentanterhadap dampak negatif dari pemanis buatan. ''Otak mereka
masihberkembang,'' terang dia. Beragam riset menunjukkan bahwa
pemanisbuatan, terutama Aspartam, berpotensi memicu keterbelakangan
mentalakibat penumpukan Fenilalanin menjadi Tirosin pada jaringan
syaraf.Berbeda dengan tikus, efek dari pemanis buatan pada manusia memang
takmewujud seketika. Ia terus berakumulasi dan akan dipanen setelah si
anakberanjak dewasa. ''Karena itu, ini boleh dibilang silent disease,''tutur
Lies seraya mengutip riset di Italia yang menunjukkan bahwa sudahada bukti
serangan kanker akibat konsumsi pemanis buatan. Apa alasan produsen menaburi
pemanis makanan? Sulit dipungkiri, terang Lies, ini terkait dengan upaya
mereduksi ongkos produksi.

''Kalau dengansedikit pemanis saja sudah bisa menggantikan konsentrasi gula,
kenapatidak dipakai?,'' kata Lies seraya mengatakan bahwa Aspartam,
Sakarin,dan Siklamat memiliki tingkat kemanisan dari 30 hingga 300 kali
gula.Menurut tim LKJ, As'ad Nugroho, BPOM hingga saat ini berkeras
pemanisbuatan masih aman dikonsumsi umum asalkan memenuhi komposisi.
Apalagiada 50 negara yang masih memperbolehkan meski soal aman tidaknya
pemanisbuatan masih diperdebatkan hingga detik ini. Pada kenyataannya,
terangdia, soal komposisi aman ini banyak produsen yang membandel.''Saat
minta izin BPOM, mereka memberikan produk yang komposisinyatepat. Ke pasar,
mereka meluncurkan produk yang lain,'' kata dia.

note : tulisan ini dipublish tahun 2006, meski sudah lama ..semoga ini
menambah pengetahuan kita agar tidak mengkonsumsi produk yang mengandung
aspartam maupun pemanis buatan lainnya...apalgi untuk anak2 kita...






-- 
"Enjoy The Most Precious and Romantic Moments By Giving ASI to Your Baby"
Salam ASI,
dr Henny H. Zainal, CHt
Konselor Laktasi
[email protected]
02199532800/0813-83285000
YM : [email protected]

Kirim email ke