Ibu Kau yang mengajari dan mengenalkanku pada dunia kau mengajariku bagaimana tumbuh besar kau mengajariku bagaimana menjadi seorang wanita dan kau juga mengajariku bagaimana menjadi IBU
Ibu Tahukah kau? Ketika aku menggendong cucumu anakku Terbayang 24 tahun yang lalu kau juga menggendongku Ketika anakku membasahi bajuku dengan ompolnya Kutau dulu diriku juga melakukan hal yang persis sama dengannya Ibu Ketika aku menatap wajah cucumu anakku Ada rasa gelisah membayangiku Dapatkah aku membahagiakannya? Dapatkah aku memenuhi kebutuhannya? Apakah dia bisa tumbuh sehat ? Ibu Tubuhku lelah, dia terus meminta untuk disusui dan digendong Tengah malam pun kuharus bangun untuk mengganti popoknya Terkadang ada rasa marah dan kesal ketika dia menjatuhkan mangkuk buburnya Bajunya kotor, bubur special buatanku terbuang percuma Padahal dia masih bayi, aku baru mengurusnya 7 bulan semenjak dia lahir Bagaimana denganmu yang mengurusku selama 24 tahun? Terbayang olehku bagaimana rasa sabarmu ketika aku membuatmu sedih Ketika aku dulu membuatmu lelah dengan segala kenakalan, Ketika terucap banyak kata kata yang menyakitkan hatimu Kini kusadar Bagaimana rasa khawatirmu Bagaimana rasa sedihmu Bagaimana berada diposisimu Sebagai ibu Mungkin aku telah menginjak-injak hatimu Menghancurkan perasaanmu Merobek-robek kepercayaanmu Dengan segala khilafku Ibu perjuanganku sebagai orangtua baru saja dimulai Tapi perjuanganmu belum berakhir Selamat hari Ibu Walau aku juga seorang ibu Namun aku merasa belum layak untuk diberi ucapan tersebut Ibu terima kasih atas segala jerih payahmu yakinlah bahwa pengorbananmu tak pernah percuma jasamu tiada berbayar dan berbalas Love u always, mom dari seorang ibu untuk ibunya

