Chindy Tan 22 Februari jam 7:57 Balas
JAKARTA, JUM'AT 22 SEPTEMBER 2000, HARIAN MEDIA INDONESIA - HAL 9

DHA SULIT DISERAP BAYI, JANGAN TERPENGARUH IKLAN SUSU FORMULA

JAKARTA (MEDIA) : Tingkat konsumsi Docosahexanoic Acid (DHA) yang
berlebihan akan membahayakan metabolisme tubuh. Sebab tubuh terpaksa
dibebani pekerjaan yang lebih berat untuk mengeluarkan asam lemak esensial
tersebut.

Spesialis penyakit anak Dr. Utami Roesli MBA, mengutip hasil penelitian yang
dilaksanakan di Australia, Amerika Serikat maupun Eropa, bahwa di tiga
kawasan negara maju ini, belum dihasilkan efektifitas dari penambahan DHA
dalam produk susu maupun makanan bayi dan anak-anak termasuk untuk ibu
hamil. "Jadi belum ada anjuran untuk menambahkan unsur asam linoleat dan
asam linolenat itu ke dalam susu", ujarnya kepada Media, kemarin di Jakarta.
Lebih jauh ditegaskan, seperti juga lemak susu sapi, maka asupan DHA tsb.
tersebut bukan merupakan ikatan rantai panjang, sehingga masih
sulit diserap oleh pencernaan bayi. Terlebih lagi, katanya, karena susu yang
akan dikonsumsi ini harus dibuat dengan menggunakan air panas hingga
mengalami proses pemanasan. Akibatnya, aktifitas enzim desaturase dan
elongase yang memfasilitasi pembentukan DHA dalam tubuh secara otomatis
hancur.

Karena itu, Utami, sebagai pakar air susu ibu (ASI) mengingatkan kepada
masyarakat, khususnya kaum ibu, supaya jangan terpengaruh terhadap iklan
susu dan makanan pendamping ASI yang mengandung DHA dengan iming- iming
mampu meningkatkan kecerdasan bayi. "Asam lemak esensial tersebut justru
cukup terkandung dalam ASI, bahkan unsur DHA-nya tergolong ikatan rantai
panjang yang sangat mudah diserap pencernaan bayi", ujarnya. Karena itu dia
menganjurkan agar bayi diberikan ASI sejak lahir sampai umur 4 bulan, karena
asam lemak ASI juga terdiri dari asam arakidonat. "Berarti, kandungannya
melebihi unsur asam linoleat dan asam linolenat".

Setelah empat bulan, katanya, bayi dapat diberikan tempe yang mengandung
pula asam linoleat maupun asam linolenat karena lemaknya termasuk ikatan
rantai panjang. Utami menjelaskan, setelah mencapai umur enam bulan, bayi
juga dapat diberikan ikan laut, yang secara alami mengandung pula kedua asam
lemak itu tanpa harus mengonsumsi susu formula.

Menyesatkan
Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan ASI Rumah Sakit Saint Carolus ini
mengakui, semboyan "Empat Sehat Lima Sempurna" yang berlaku sejak dulu
dinilai telah menyesatkan masyarakat. "Orang beranggapan konsumsi makanan
sehari-hari belum sempurna jika tidak minum susu. Susu bukan berarti tidak
penting, namun bukan segala-galanya", tegasnya lagi. Dia bahkan melihat
iklan susu maupun makanan bayi dan anak-anak yang diimplementasi dengan DHA
cenderung menyesatkan masayarakat, karena produsen memanfaatkan kebodohan
konsumen yang tak memahami manfaat sesungguhnya dari unsur tambahan
tersebut.

Sementara, kalangan spesialis gizi di Indonesia umumnya menyatakan masih
awam terhadap kandungan DHA dalam susu. Karena sampai sejauh ini, belum
pernah dilakukan penelitian tentang manfaatnya. Dokter Soebagyo Sumodihardjo
MSc, pakar gizi dari bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia, mengungkapkan pihaknya baru mengetahui hal itu dari media massa.
Ketika ditemui Media usai pembukaan lokakarya "Pemerataan serta Peningkatan
Pemanfaatan Lulusan Pendidikan Tenaga Kesehatan di Sektor Non-Departemen
Kesehatan dan Kesejahteraaan Sosial" kemarin di Jakarta, dia belum bersedia
dimintai komentarnya. "Saya baru mengkliping dan belum membaca literatur",
ujarnya. Dia berjanji memberitahukan hal tersebut seminggu kemudian setelah
segala informasi dikumpulkan dari
berbagai sumber.

Spesialis Anak Dr. Sri S. Nasar sebelumnya menginformasikan bahwa
overdosis DHA pada manusia, sejauh ini baru terlihat dialami orang Eskimo
yang banyak mengkonsumsi ikan laut. Dikatakan bahwa gejalanya berupa
perdarahan, mirip flek-flek berwarna kebiruan di kulit. "Efek yang lain baru
ditemukan pada monyet maupun tikus, tapi gejalanya berbeda". (Rse/V-1)

http://www.parenting.co.id/forum/forum_detail.asp?catid=&id=1&topicid=729

Kirim email ke