Mod, sorry yah klo dah pernah di post... Karena menurut ku cerita ini sangat 
menyentuh ^_^
Thanks yah dah di release...

Boneka Untuk Adikku
 * jangan pernah mencintai karena uang. Anda tak tahu kapan hari
terakhir anda atau kapan mereka meninggalkan anda.
 *Catatan: ini adalah kisah nyata
 * Hari terakhir sebelum Natal , aku terburu-buru ke supermarket  untuk
membeli hadiah2 yang semula tidak direncanakan untuk dibeli.  Ketika
melihat orang banyak, aku mulai mengeluh: "Ini akan makan  waktu
selamanya, sedang masih banyak tempat yang harus kutuju"  " Natal benar2
semakin menjengkelkan dari tahun ke tahun. Kuharap  aku bisa berbaring,
tidur, dan hanya terjaga setelahnya"  Walau demikian, aku tetap berjalan
menuju bagian mainan, dan di  sana aku mulai mengutuki harga-harga,
berpikir apakah sesudahnya  semua anak akan sungguh-sungguh bermain
dengan mainan yang mahal.
 * Saat sedang mencari-cari, aku melihat seorang anak laki2 berusia
sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus membelai rambut  boneka
itu dan terlihat sangat sedih. Aku bertanya-tanya untuk  siapa boneka
itu. Anak itu mendekati seorang perempuan tua di
 dekatnya: 'Nenek, apakah engkau yakin aku tidak punya cukup uang?'
Perempuan tua itu menjawab: 'Kau tahu bahwa kau tidak punya cukup  uang
untuk membeli boneka ini, sayang.' Kemudian Perempuan itu  meminta anak
itu menunggu di sana sekitar 5 menit sementara ia  berkeliling ke tempat
lain. Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak  laki2 itu masih
menggenggam boneka itu di tangannya.
 * Akhirnya, aku mendekati anak itu dan bertanya kepada siapa dia  ingin
memberikan boneka itu.'Ini adalah boneka yang paling  disayangi adik
perempuanku dan dia sangat menginginkannya pada  Natal ini. Ia yakin
Santa Claus akan membawa boneka ini untuknya'  Aku menjawab mungkin
Santa Claus akan membawa boneka untuk adiknya,  dan supaya ia jangan
khawatir. Tapi anak laki2 itu menjawab dengan  sedih 'Tidak, Santa Claus
tidak dapat membawa boneka ini ke tempat  dimana adikku berada saat ini.
Aku harus memberikan boneka ini  kepada mama sehingga mama dapat
memberikan kepadanya ketika mama  sampai di sana ..' Mata anak laki2 itu
begitu sedih ketika mengatakan  ini 'Adikku sudah pergi kepada Tuhan.
Papa berkata bahwa mama juga  segera pergi menghadap Tuhan, maka kukira
mama dapat membawa boneka  ini untuk diberikan kepada adikku.' Jantungku
seakan terhenti.
 * Anak laki2 itu memandangku dan berkata: 'Aku minta papa untuk
memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku meminta papa untuk  menunggu
hingga aku pulang dari supermarket. ' Kemudian ia  menunjukkan fotonya
yang sedang tertawa. Kamudian ia berkata: 'Aku  juga ingin mama membawa
foto ini supaya tidak lupa padaku. Aku  cinta mama dan kuharap ia tidak
meninggalkan aku tapi papa berkata  mama harus pergi bersama adikku.'
Kemudian ia memandang dengan  sedih ke boneka itu dengan diam.
 * Aku meraih dompetku dengan cepat dan mengambil beberapa catatan  dan
berkata kepada anak itu. 'Bagaimana jika kita periksa lagi,  kalau2
uangmu cukup?' 'Ok' katanya. 'Kuharap punyaku cukup.'  Kutambahkan
uangku pada uangnya tanpa setahunya dan kami mulai  menghitung. Ternyata
cukup untuk boneka itu, dan malah sisa. Anak  itu berseru: 'Terima Kasih
Tuhan karena memberiku cukup uang'  Kemudian ia memandangku dan
menambahkan: 'Kemarin sebelum tidur aku  memohon kepada Tuhan untuk
memastikan  bahwa aku memiliki cukup  uang untuk membeli boneka ini
sehingga mama bisa memberikannya  kepada adikku. DIA mendengarkan aku.
Aku juga ingin uangku cukup  untuk membeli mawar putih buat mama, tapi
aku tidak berani memohon  terlalu banyak kepada Tuhan. Tapi DIA
memberiku cukup untuk membeli  boneka dan mawar putih.' 'Kau tahu,
mamaku suka mawar putih'
 * Beberapa menit kemudian, neneknya kembali dan aku berlalu dengan
keretaku. Kuselesaikan belanjaku dengan suasana hati yang  sepenuhnya
berbeda dari saat memulainya. Aku tidak dapat menghapus  anak itu dari
pikiranku. Kemudian aku ingat artikel di koran lokal  2 hari yang lalu,
yang menyatakan seorang pria mengendarai truk  dalam kondisi mabuk dan
menghantam sebuah mobil yang berisi seorang  wanita muda dan seorang
gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal  seketika, dan ibunya dalam
kondisi kritis. Keluarganya harus  memutuskan apakah harus mencabut alat
penunjang kehidupan, karena  wanita itu tidak akan mampu keluar dari
kondisi koma. Apakah mereka  keluarga dari anak laki2 ini?
 * 2 hari setelah pertemuan dengan anak kecil itu, kubaca di koran
bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku tak dapat menghentikan
diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan kemudian pergi ke  rumah
duka tempat jenasah dari wanita muda itu diperlihatkan kepada  orang2
untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum penguburan.  Wanita itu
di sana , dalam peti matinya, menggenggam setangkai mawar  putih yang
cantik dengan foto anak laki2 dan boneka itu ditempatkan  di atas
dadanya. Kutinggalkan tempat itu dengan menangis, merasa  hidupku telah
berubah selamanya. Cinta yang dimiliki anak laki2 itu  kepada ibu dan
adiknya, sampai saat ini masih sulit untuk  dibayangkan. Dalam sekejap
mata, seorang pria mabuk mengambil  semuanya dari anak itu.
 * Anda memiliki 2 pilihan
 * Kirimkan pesan ini kepada semua orang yang anda kenal
 * atau hapuslah dan berpura-pura kisah ini tidak pernah menyentuh
hatimu
 * Jika anda kirimkan pesan ini, mungkin anda membantu mencegah
seseorang yang mabuk untuk mengemudi
FRIENDS ARE LIKE ANGELS,
WHO HELP US FLY WHEN OUR WINGS HAVE FORGOTTEN HOW TO FLY


      

Kirim email ke