Moms..

Ada artikel bagus ttg bagaimana atasi demam pada anak secara tepat..

Semoga bermanfaat :)

Salam,
Arianti (Mamanya Hana n Sarah)
http://www.lollypopkidzshop.com 


==========================================

Tepat Atasi Demam pada Anak
TINGGINYA suhu tubuh atau demam
pada anak sering menimbulkan fobia tersendiri bagi orangtua. Keyakinan
untuk segera menurunkan panas dengan obat sudah melekat erat dalam
benak orangtua. 

 Demam sering kali diidentikkan dengan
penyakit sehingga saat demam berhasil diturunkan, orangtua merasa lega
karena menganggap penyakit akan segera pergi bersama turunnya panas
badan. 

 Padahal tak semua demam berbahaya bagi anak. Bahkan,
demam justru bisa bermanfaat bagi tubuhnya untuk membangun daya tahan
tubuh. Hal itu diungkapkan dokter anak Dr Paul Theissen. Dia
menuturkan, berbagai penelitian mengatakan justru demam adalah proses
adaptasi penting dari tubuh untuk bertahan dari infeksi. Sementara,
sebagian besar orangtua berpikir bahwa demam adalah penyakit yang harus
diobati. 

 "Seharusnya pengobatan anak yang demam dilakukan
jika sudah merasa tidak nyaman atau sakit. Namun, jangan selalu
berpikir demam harus diobati dan diturunkan begitu saja," ujar
Theissen. 

 Demam dapat didefinisikan ketika suhu tubuh berada
di atas normal. Suhu demam untuk anak-anak, yaitu ketika suhu tubuh
lebih tinggi dari 37,5 derajat Celsius ketika diukur dari mulut,37,2
derajat Celsius saat diukur dari ketiak atau di atas 38 derajat Celsius
ketika diukur dari anus. 

 "Demam itu sendiri tidaklah
berbahaya, tetapi penyakit yang mengikutinya. Jadi jika anak Anda demam
atau gejala lain seperti lesu, menangis karena tidak nyaman, sakit
tenggorokan, sulit bernapas dan pusing, maka segera cari pertolongan
medis," tutur Theissen. 

 Menurut Dr H Hindra Irawan SpA (K)
MTrop Paed, demam anak merupakan salah satu pertanda bahwa sistem imun
atau kekebalan tubuh dalam diri anak sedang bekerja. Komponen-komponen
sistem kekebalan tubuh seperti sel darah putih (leukosit) dan limfosit
bekerja keras untuk melawan kuman. Sel-sel tersebut hanya bisa bekerja
dengan lebih baik jika suhu tubuh dalam keadaan meningkat. 


"Jika penyebab demam virus, maka berikan cukup minum dan istirahat.
Indikator anak minum dengan cukup ialah buang air kecil setiap 4- 6
jam. Sementara, jika penyebabnya bakteri, baru diberikan antibiotik,"
ujar Dr Hindra. 

 Demam yang terjadi pada anak-anak umumnya
karena infeksi kuman, baik virus maupun bakteri. Demam yang terjadi
pada anak-anak biasanya tak berbahaya dan tak menyebabkan kerusakan
otak atau kerusakan fisik. Dengan adanya demam, jumlah substansi
antivirus di dalam tubuh pun ikut meningkat. 

 Untuk mengukur
suhu tubuh anak, dia menyarankan, orangtua harus menggunakan termometer
yang akurat. Jangan menilai panas tubuh anak hanya dengan meraba
menggunakan tangan atau bagian tubuh lainnya. 

 "Untuk
pengukuran suhu tubuh sekarang, sudah ada macam termometer seperti
elektronik digital dan melalui telinga. Termometer gelas yang berisi
air raksa sudah tidak direkomendasikan lagi karena berbahaya dan
mengganggu kelestarian alam. Jadi meski kurang tepat, dianjurkan
pengukuran melalui oral atau ketiak," sebutnya.(sindo//tty) 
(lifestyle.okezone.com)




      

Kirim email ke