kayaknya di RS Harapan Kita ada program bantuan untuk pasien miskin yg anaknya mengalami kebocoran jantung deh, mungkin bisa coba ditanyakan.
Karena dulu anakku juga mengalami bocor katup jantung, namun karena dia juga penderita down syndrome, permohonannya ditolak. Dg alasan mendahulukan anak-anak yang normal. Aku dulu sempat "sebel" juga, karena mengesankan anak-anak dengan kelainan down syndrome di nomorduakan. Tapi Alhamdulilah sekarang anakku Insya Alloh jauh lebih sehat dan bahagia. Karena sejak umur 2,5 tahun dia sudah "kembali" ke Zat yang Maha Mengasihi, yang tidak pernah "menomorduakannya". ________________________________ Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sen, 10 Mei, 2010 20:09:04 Judul: Re: [parentsguide] Adakah yang Mau Membantu Nesya? Ini sis wilma yang jual sari kurma bukan? Kalo aku mau kasih dukungan dana kemana yah? Lalu ini (mohon maaf sebelumnya) bukan penipuan kan yah? Tx Sent from BlackBerry® on 3 ________________________________ From: Wilma <wilma_mailbox@ yahoo.co. id> Date: Mon, 10 May 2010 18:33:03 +0800 (SGT) To: undisclosed recipients: ;<Invalid address> Subject: [parentsguide] Adakah yang Mau Membantu Nesya? Adakah yang Mau Membantu Nesya? Kamis, 6 Mei 2010 | 16:01 WIB Persoalan biaya rumah sakit masih menjadi kendala utama perawatan terhadap bayi perempuan berusia enam bulan Nesya Winda Azahra. TERKAIT: * Nesya Harus Jalani Tiga Kali Operasi * Biaya Perawatan Nesya Rp 2 Juta Per Hari * Terus Menangis, Nesya Tak Pernah Tidur * Nesya, Bayi 6 Bulan Derita Bocor Jantung JAKARTA, KOMPAS.com — Persoalan biaya rumah sakit masih menjadi kendala utama dalam perawatan bayi perempuan berusia enam bulan, Nesya Winda Azahra. Keluarga dari bayi yang menderita kebocoran jantung ini masih kesulitan mendapatkan bantuan untuk memenuhi biaya perawatan di RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat. Kris Newin, ayah Nesya, mengatakan, sejauh ini ia baru bisa mengupayakan pengajuan Jaminan Kesehatan Keluarga Miskin (Gakin) ke Pemprov DKI Jakarta. "Sudah diajukan. Ya alhamdulillah dapat bantuan sebesar 50 persen dari biaya pengobatan Nesya," kata dia. Namun, bagi Kris, bantuan biaya sebesar 50 persen itu belum sepenuhnya menolong keluarga dalam hal biaya pengobatan Nesya. Maklum, penghasilan Kris yang hanya pegawai rendahan di notariat hanya cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Begitu juga dengan Nofriyanti, ibunda Nesya, yang hanya bekerja sebagai perawat di rumah sakit kecil, tak cukup menutup semua biaya kesehatan Nesya. Nesya memang membutuhkan biaya perawatan yang besar. Sejak dirawat sepekan lalu di RS Harapan Kita, total biaya pengobatan Nesya sudah mencapai lebih dari Rp 20 juta. "Itu belum termasuk obat-obatan yang harus kami tebus sendiri," kata Nofriyanti. Sementara itu, dalam waktu ke depan, Nesya juga harus menjalani operasi untuk pembenahan pada bagian jantungnya. Kris mengatakan, menurut dokter setidaknya dibutuhkan tiga kali operasi terhadap Nesya. "Tiap kali operasi, butuh dana paling sedikit Rp 60 juta. Saya masih shock dan bingung harus cari dari mana. Akhir-akhir ini, kondisi Nesya masih belum juga stabil," kata dia. Kris wajar merasa bingung. Pasalnya, dalam pengajuan kartu Gakin, keluarga Kris tidak bisa mendapat jaminan biaya kesehatan 100 persen. Padahal, Pemprov DKI lewat Sudin Kesehatan berjanji memberikan pembiayaan hingga sepenuhnya dengan kartu Gakin bagi warga miskin di DKI. "Setelah disurvei, katanya kami belum termasuk warga miskin, tapi masuk kelas keluarga kurang mampu. Jadi, hanya setengahnya saja yang dibiayai," kata dia. Hingga kini, Kris masih belum bisa mencari uang tambahan untuk menutupi seluruh biaya pengobatan Nesya. Angka nominal yang tinggi dan tak terjangkau membuat Kris masih kelimpungan. "Enggak tahu, Mas, mau gimana lagi. Ya saya banyak berdoa juga supaya ada jalan yang diberikan," tandasnya. **** Selanjutnya, merespons keinginan mulia pembaca yang ingin mengulurkan tangan bagi sesama, Kompas.com membuka rekening untaian kasih untuk NESYA. Uluran tangan untuk Nesya dan keluarga bisa disalurkan melalui rekening: PT KOMPAS CYBER MEDIA BCA Cabang Gajah Mada Nomor Rekening: 012.3016.529 Mohon beri catatan: untuk Nesya Pertanyaan lebih lanjut soal bantuan untuk NESYA silakan hubungi redaksi Kompas.com: 5350377/88 dengan LEONY BAYI BOCOR JANTUNG Terus Menangis, Nesya Tak Pernah Tidur Kamis, 6 Mei 2010 | 10:09 WIB Nesya Winda Azahra, terbaring dengan sejumlah alat bantu dalam perawatan di ruang ICU anak, Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, sejak pekan lalu. Orang tua si bayi pun mengalami kesulitan dana untuk membiayai operasi putrinya itu. JAKARTA, KOMPAS.com — Tatapan mata Nesya Winda Azahra terlihat kosong. Meski sadar, ia hanya terdiam dan sesekali menggerakkan kepalanya. Nesya tidak merespons candaan dari Nofriyanti, ibunya yang menungguinya di Ruang ICU Jantung Anak RS Harapan Kita. Nesya, bayi mungil yang baru berusia enam bulan ini, didiagnosis menderita kebocoran jantung. Penyakit itu telah menghambat pertumbuhannya. Badannya kurus, beratnya hanya 4,2 kilogram, dengan perut buncit dan membesar akibat penyakit tersebut. Nofriyanti, ibu Nesya, menuturkan, putrinya memang kerap sakit-sakitan sejak awal kelahirannya. Panas tinggi kerap menyerang tubuh kecil Nesya. Ia pun kerap menangis manakala sakit panasnya meninggi. Seiring berjalannya waktu, tangisan Nesya melebihi bayi-bayi normal lainnya. "Nesya selalu menangis, kalau bayi yang lain mungkin usia tiga-empat bulan nangisnya udah enggak banyak, tapi kalau Nesya nangis terus," ujarnya saat ditemui Kompas.com di ruang tunggu keluarga, RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (5/5/2010) kemarin. Tangisan Nesya berlebihan dibandingkan bayi normal lain. Nesya selalu menangis sepanjang hari. Waktunya untuk menangis lebih banyak dibandingkan waktu tidurnya. "Ibunya sering olesin minyak telon. Kalau sudah buang angin memang jadi kempes, tapi enggak sampai lima menit juga langsung membusung lagi," kata Kris Newin, sang ayah. "Dia jarang dan hampir enggak pernah tidur. Kalaupun tidur ya 10 menit sekali bangun terus menangis. Kalau nangis, Nesya sudah enggak ada air matanya karena keseringan nangis. Saya jadi ikut nangis kalau dia begitu. Tetangga semua juga prihatin karena terus-terusan dengar Nesya nangis," ujar Kris lagi. Nofriyanti menuturkan, Nesya menjalani perawatan intensif di RS Harapan Kita selama sepekan belakangan ini. Ia akhirnya terpaksa dilarikan ke RS Harapan Kita setelah sebelumnya mengalami kondisi kritis, dan tidak sadarkan diri dalam perawatan di rumah sakit kecil di Jakarta Selatan. Kini, Kris dan Nofriyanti hanya bisa memasrahkan kondisi Nesya pada perawatan intensif tim dokter di RS Harapan Kita. Meski tidak memiliki biaya, Kris ingin putrinya bisa sembuh lebih dulu....

