Hi mom,
Saya setuju dengan kekhawatiran mom. Anak yang hobi ngemil juga terancam 
obesitas, walaupun saat ini tidak karena banyak geraknya. Namun kebiasaan 
mengisi perut dan mengunyah setiap saat itu sangat sulit dihentikan apalagi 
pada anak. Takutnya seiring dia tumbuh besar jika kebiasaan itu tidak 
dihentikan dia akan punya masalah. Anak yang sering ngemil makanan kering 
sering membawa kebiasaan itu sampai dia dewasa dan seiring dia tumbuh 
metabolisme tubuhnya akan menurun dan lama-lama makan yang masuk tidak ada 
pilihan lain selain tertimbun sebagai lemak.

Saran saya mungkin mom perlu merubah pola makan anak, siapkan waktu tertentu 
untuk anak mendapatkan snack. Wajarnya anak itu makan 5 kali sehari: 3 kali 
makan besar dan 2 kali snack. Pada saat snack kita beri dia pilihan yang sehat, 
buah misalnya. Sudah dicoba buah yang lain mom? Kan kita beruntung tinggal di 
negara tropis dimana buah itu banyak sekali macamnya. Biasa anak-anak suka 
sekali mangga & pisang. Bisa dicoba juga buah-buah lain yang mom tidak suka 
siapa tau anak suka (anak saya tidak pernah saya kasih pepaya dan alpukat 
karena saya kurang suka, ga taunya anakku makan di rumah tetangga lahap 
sekali). Bisa juga untuk mengimbangi kurangnya minum susu anak mom coba snack 
yoghurt. Tapi hati-hati memilih yoghurt liat-liat dulu kandungan gula (biasanya 
yang agak murah gulanya banyak) dan lemaknya.anak saya pakai merk y*pl*it tapi 
karena mahal akhir-akhir ini saya ganti dgn merk y*m*y.

Tidak ada salahnya anak ngemil, apalagi kalau anak mom modelnya yang selalu 
bergerak. Anak teman saya hampir tergolong hiperaktif, dia tidak pernah tidur 
siang dan selama 14 jam sehari saat dia tidak tidur selalu beraktifitas: 
berenang 3 kali sehari, naik sepeda pagi dan sore, main bola, dll. Nah yang 
seperti ini memang dia banyak memerlukan asupan makanan. Namun ibunya tetap set 
waktu tertentu untuk ngemil (walaupun jadwal ngemil dia jadi 4 kali sehari) dan 
cemilannya tidak boleh yang junk food, pilihannya hanya buah, sayur, keju atau 
yoghurt sementara disela-selanya dia tetap minum susu. Dalam hal ini mom perlu 
menilai sendiri anak mom termasuk golongan yang mana: yang ngemil untuk iseng 
atau yang ngemil karena memang dia benar2 lapar.


Hati-hati jangan sampai jatah produk susu terkalahkan dengan cemilan mom. 
Karena anak benar-benar perlu asupan kalsium untuk punya pertumbuhan tulang 
yang sehat dan kuat. Kalau mom benar-benar merasa ngemil anak mom itu sudah 
lebih dari yang dia butuhkan, rasanya mom perlu agak tega sedikit melarang anak 
makan cemilan yang kurang baik. Jangan sediakan lagi biskuit-biskuit yang 
kurang bergizi di rumah, dan yang lebih penting lagi jangan sampai ada contoh 
tukang ngemil di rumah. Sediakan alternatif lain yang lebih baik untuknya. 
Kalau dia benar-benar lapar dan perlu ngemil juga lama-lama buah dimakan juga. 
Saya pikir lebih baik mom mulai melatih kebiasaannya dari sekarang, daripada 
nanti kalau dia jadi kegemukan lebih sulit lagi menyuruh anak berdiet. 

Semoga membantu ya mom, maaf jika ada yang kurang berkenan.

Salam,
Prita




________________________________
From: yulia <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, May 12, 2010 17:53:11
Subject: [parentsguide] Cemilan sehat buat Batita

  
Hai Mom,

Anakku 19 bln berat badan 11kg dengan tinggi badan proposional, suka sekali 
ngemil. Bahkan saat ini minum susunya mulai berkurang. Ngemilnya macam2 dari 
biskuit, crackers, cereal dengan macam-macam rasa. 

Saya agak khawatir dengan kesehatan giginya, kl kebanyakan makan yang bersifat 
tepung-tepungan. Sikat gigi sudah mulai dilatih sejak, tetapi belum maksimal 
sikatnya. Meskipun yang nyikat saya atau omanya.

Untuk buah sukanya jeruk. Apel dan pir tidak terlalu suka.

Ada saran untuk cemilan yang sehat buat anakku.

Terima kasih sebelumnya.

Salam,

MamanyaGaby


 

Kirim email ke