Hi, Win's mom Aku bantu pakai artikel menghadapi anak yang temper tantrum, lebih lengkapnya lagi diwebku http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com
Semoga bisa membantu :) Indah fashion Web, http://indahfashion .blogspot. com http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com http://indahmoney.blogspot.com http://indaherbal.blogspot.com http://indahcareer.blogspot.com http://indahbrand.blogspot.com http://www.facebook.com/pages/Indahfashion-Shop/189310348521 Twitter, https://twitter.com/Indahfashion KONDISI SEPERTI APA YANG MENYEBABKAN ANAK MENGAMUK? Ketika anak merasa diabaikan. Orang tua/guru sibuk dengan aktivitas lain, tidak punya waktu untuk memberikan perhatian kepada anak. Yang dibutuhkan anak bukan hanya sekadar kehadiran, tetapi keterlibatan orang tua/guru di dalam kegiatannya. APA YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA/GURU? Tidak ada jawaban yang pasti. Namun, ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua/guru: 1. Sebelum terjadi amukan pada anak : * Orang tua/guru harus mengenali emosi-emosi di dalam dirinya masing-masing terlebih dahulu. Semakin kita mahir mengenali emosi ini, semakin tenang menghadapi anak yang sedang emosi. * Berikanlah contoh yang baik, karena kita akan dijadikan contoh oleh anak. * Bila kita sedang marah salurkanlah amarah kita secara tepat. Karena anak akan dengan mudah merekam setiap kejadian di sekitarnya, baik yang positif maupun yang negatif. * Anak akan menyesuaikan perilakunya dengan perilaku kita. Jika kita terpancing ikut mengamuk, amukan anak akan lebih hebat. * Berikan perhatian yang cukup. Anak membutuhkan orang tua/guru untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan dan pikirkan. Semakin banyak perhatian yang didapat, akan semakin banyak pemahaman akan dirinya. Semakin ia memahami diri, anak akan semakin bahagia. * Cari penjaga anak, bila kita akan menghadapi kesibukan yang tidak memungkinkan memberikan perhatian sebagaimana biasanya * Bawa buku cerita yang bergambar dan menarik, boneka, makanan kecil yang bergizi, dll., jika akan bepergian dengannya * Bernegosiasi dan berkompromi. Bicarakan apa yang akan dilakukan orang tua/guru, libatkan atau ajak dia untuk membantu, diskusikan satu solusi yang menyenangkan bagi anak dan orang tua/guru. 2. Pada saat anak mengamuk: * Jangan memberinya perhatian * Berdiam diri (tenang, berjalan menjauhinya, tidak memberikan perhatian, memandangnya tanpa emosi) sampai anak siap untuk diajak bicara * Memegangi dengan kuat tanpa mencederai agar ia merasa aman * Bersikap tegas tetapi lembut, dewasa, peduli, dan positif * Mengalihkan perhatian anak, misalnya dengan menciptakan suasana humor atau melibatkan anak ke dalam aktivitas lain * Kalahkan amukan anak dengan suara tegas yang dapat mengejutkannya * Jangan memukul atau memakinya 3. Setelah badai berlalu: * Setelah badai berlalu, yang harus dilakukan adalah memeluknya. * Jelaskan apa yang telah terjadi * Berikan pemahaman kenapa hal itu sampai terjadi * Katakan perilaku apa yang kita inginkan lain kali * Sadarkan anak bahwa amukan adalah cara komunikasi yang tidak dapat diterima. Ada cara lain untuk memberitahukan apa yang dia inginkan kepada orang tua/guru. Kita harus yakin bahwa pada waktunya nanti ia akan mempelajari cara-cara lain tersebut. * Ajari anak berlatih menguasai dan mengendalikan emosinya, yaitu dengan cara mengajaknya bermain musik, melukis, bermain bola, atau permainan lainnya. Lewat permainan, anak akan belajar menerima kekalahan, belajar untuk tidak sombong jika menang, bersikap sportif, bersaing secara sehat. Jangan sekali-kali diajarkan untuk bermain curang. * Ajarkan perbedaan antara kebutuhan dengan keinginan. Anak berhak mendapatkan semua kebutuhannya (kasih sayang, kehangatan, dll) tetapi tidak semua keinginan yang dapat diperolehnya. * Tetapkan batas secara jelas dan tegas. Batas mana yang boleh dan harus dilakukannya, dan mana yang tidak. Anak membutuhkan orang tua/guru untuk membatasi perilakunya. * Ajarkan anak memilih di dalam batasan (Kamu ingin makan telur atau sosis? Kamu ingin main air atau mandi?). * Berusaha konsisten. Konsisten artinya selalu bersikap sama. Sekali kita menerapkan aturan tertentu pada anak, aturan tsb tetap berlaku sama setiap saat, di semua tempat, dan bagi siapapun. * Melatih anak untuk tidak mendapatkan perhatian penuh kita, sedikit demi sedikit. Misalnya dengan memulai perjalanan singkat lalu menambah waktunya secara bertahap APA YANG AKAN TERJADI JIKA TEMPER TANTRUM BERLANJUT TERUS? * Anak akan belajar bahwa amukan bisa membuatnya mendapatkan apa yang ia inginkan. * Amukan bertambah hebat * Mengikuti orang tua/guru dari satu ruangan ke ruangan lain * Hanya mengamuk ketika ada orang-orang lain di sekitarnya * Berhenti dan memulai tergantung pada apakah orang tua/guru melihatnya atau tidak Sumber Pustaka: * Hames, P. (2003). Menghadapi dan Mengatasi Anak yang Suka Ngamuk. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama * Iqeq.web.id. (2003). Mengatasi Temper Tantrum pada Anak. Betawi.Net sumber web keluargasehat.wordpress.com --- In [email protected], sri_hu...@... wrote: > > Dear moms.... > > Moms, 2 hari ini koq anak saya, win, umur 21 bln, suka ngamuk ya... > Kalo mau apa2 gak dibolehin, lgs nangis n ngamuk deh.....itu yg namanya > tantrum bukan ya...... > Kalo permintaannya gak wajar si gak saya turuti, sy biarin nangis.....tp kdg > muncul rasa gak tega juga.....aduh.....yg bener cara menghadapi anak begitu > gmn ya? > Biasanya berapa lama tantrum itu bertahan? Tolong sharing nya donk mom..... > > Yg sdg bingung > Win's mom > > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone >

