---------- Forwarded message ---------- Posted by: "Haryono"
SAAT paling indah, menurut saya ketika berada di mobil sendirian adalah melamun. Meski itu konyol tapi faktanya bisa dan aman-aman saja. Tapi pada suatu ketika lamunan itu tiba-tiba terberai, ketika sebuah mobil minibus tua di depan memaksa saya untuk tercekat kaget. Bukan lantaran mobil itu mengerem mendadak, tapi karena di kaca belakang tertulis "Tua Yes, Renta No". Saya tertawa. Tentu ini buka olok-olok. Ia memberi isyarat bahwa mobil boleh saja tua, tapi tetap bisa melaju dengan nyaman alias tidak renta. Dalam realita, sama artinya dengan usia manusia boleh saja terus merambat tua, tapi tetap bisa bekerja, alias tidak renta. Sebuah ungkapan sederhana, namun bermakna dalam. Dalam kehidupan sehari-hari, ketuaan sering menjadi materi olok-olok dan malah sering disembunyikan oleh pemiliknya. "Tua Yes, Renta No" jadi mengingatkan saya pada perjumpaan saya dengan seorang bapak, kalau boleh saya menaksir, usianya sekitar 70 an tahun. Waktu itu, bapak tua berjualan tangga bambu, memikul beban puluhan kilogram di pundaknya yang telah renta. Sang bapak berjalan di sepanjang jalan protokol Semarang dengan satu tangan menopang tongkat. Di bawah terik matahari ia bertelanjang dada tertatih sambil menunggu orang untuk menawar dagangannya. Ia berjalan tanpa ada seorang pun yang peduli dan menyapa. Ketika keringat bertemperasan di badannya yang legam, dan jika kelelahan sang bapak lalu istirahat berteduh di bawah pohon, sambil mengatur nafasnya yang tersegal-sengal. Saya ingat, pada suatu siang saya berada di sebuah warung makan di kawasan Jl Gajahmada, persisnya warung itu berada di sebuah kampung, warung itu persis berada di dekat sang bapak yang sedang berteduh. Demi melihat sang bapak, sontak saya jadi tidak berselera makan, Saya keluar dari warung dan menyapa sang bapak, sambil menawarkan makan apa yang ia pilih. Astaga, sang bapak menolak, dengan alasan, ia sudah dibekali sedikit makanan oleh istrinya di rumah. Ia merasa tidak enak, jika bekal itu tidak termakan. Sang bapak baru berkenan menerima setelah saya sodori secarik kaus, "Maturnuwun.." katanya. Semangat hidup yang sama dengan bapak penjual tangga, saya temui juga di sebuah mal pada suatu malam. Seorang bapak berusia sekitar 70 an, berjualan kacang rebus. Kacang ditaruhnya di kedua bakul. Ia tersaruk-saruk berjalan menyusuri emperan mal menjajakan kacangnya di tengah lalu lintas pejalan kaki pengunjung mal yang bepakian resik, aksi dan wangi. Lantas siapa mau peduli dengan kacang sang bapak di tengah gemerlapnya pizza, fried chicken, donat, atau burger? "Kenapa bapak tidak di rumah saja, kan bapak sudah sepuh?" sapa saya lirih agar tidak menyinggung perasaannya. Sang bapak mengaku masih kuat bekerja. Dan ia bangga, kacang-kacang itu merupakan hasil kebunnya yang secuil di pekarangan samping rumahnya. Astaga, saya tercekat. Ternyata masih ada orang tua yang memiliki semangat bekerja. Bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, bukan dengan cara meminta-minta. Mereka bersemangat untuk tidak menerima nasib, dan bukan menganggap ketuaan sebagai akhir dari segalanya. Saya menangkap semangat luar biasa di kedua bapak. Di tengah makin menggelumbungnya angka penganguran, segelintir orang tua di belantara kota besar bekerja untuk keluarganya. Memang benar bahwa "Tua Yes, Renta No". (/CN13) sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/layar/2010/05/13/528 CHEERS RACHEL JUAL: BODY BUTTER BALI HOME SPA. LOTION YG SELAIN CREAMY, JUGA WANGINYA SELANGIT! RP.19RB. PILIHAN AROMA: STRAWBERRY, FANILA JASMINE, FANILA MANGO, GREENTEA, RAPSBERRY, CAPPUCCINO, KIWI, WHITE MUSK, WATER MELON, MELON KISS, APRICOT, SWEET ORANGE, APLE, TROPICAL GARDEN. Http://kecantikan-tradisional.blogspot.com/2009/07/body-butter-bali-home-spa.html *** -- CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the individual or entity to whom it is addressed and contains information that is privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this communication. If you have received this communication in error, please notify us immediately by return email and delete the original message.

