Moms..

Ada artikel yg menarik bgt ttg pendidikan gizi bagi anak2...

Semoga bermanfaat..

Salam,
Arianti (Mamanya Hana n Sarah)
http://lollypopkidzshop.com 

=============================================

Pentingnya Pendidikan Gizi Bagi Anak-anak        
 
                          
            
                                
    
    
                
Oleh SITI NIRYATI

MENYURUH anak makan sayur mungkin menjadi hal yang sulit bagi 
kebanyakan ibu di Indonesia. Sama sulitnya dengan mencegah anak agar 
tidak mengonsumsi makanan cepat saji. Kebiasaan membaca label kemasan 
pada produk pangan ka-lengan, bisa jadi juga belum menjadi kebiasaan 
yang ditanamkan orang tua di Indonesia. Hal ini berbeda dengan di negara
 maju. Sejak kecil, anak-anak telah mendapat pendidikan gizi secara 
teratur. Melalui pelajaran di kelas dan program makan siang di sekolah 
{school luncli), anak-anak dididik supaya memahami dan mempraktikkan 
pedoman gizi seimbang. Dengan pedoman itu, hampir setiap hari mereka 
diingatkan agar menyukai beragam jenis makanan, terutama jenis sayuran 
dan buah-buahan. Mereka juga diajarkan menjaga kebersihan dan 
memperhatikan label pembungkus atau kaleng makanan untuk menghindari 
makanan tercemar ataupun kedaluwarsa.
Menurut Soedirman (2000), pada umumnya sikap kritis dan hati-hati 
dalam soal makan belum dimiliki anak Indonesia. Kurikulum pendidikan 
dasar di Indonesia belum mengajarkan ilmu gizi secara profesional. Di 
samping itu, tidak banyak sekolah yang mengenalkan acara makan siang di 
sekolah yang diprogramkan dengan baik. Sejak 1950-an, satu-satunya alat 
peraga pendidikan gizi yang dikenal masyarakat adalah poster "Empat 
Sehat Lima Sempurna". Kini, kedudukan poster tersebut menjadi tidak 
jelas karena sejak 1990-an dalam acara-acara pendidikan gizi, poster 
"Empat Sehat Lima Sempurna" tidak digunakan lagi. Namun, poster tersebut
 masih ditemukan di sekolah-sekolah dasar bahkan digunakan sebagai bahan
 pengajaran di sebagian sekolah.
Pendidikan gizi
Mencermati kondisi tersebut dan sebagai refleksi Hari Gizi Nasional 
25 Januari, menjadi penting untuk melakukan upaya peningkatan 
pengetahuan anak didik maupun orang tua akan pentingnya gizi bagi 
kehidupan. Pendidikan gizi diartikan sebagai upaya membuat seseorang 
atau sekelompok masyarakat sadar akan pentingnya gizi bagi kehidupan. 
Pendidikan gizi adalah proses belajar-mengajar tentang apa itu gizi, 
bagaimana memilih makanan bergizi, manfaat gizi bagi kehidupan, dan 
sebagainya. Pendidikan gizi mempunyai tujuan akhir mengubah sikap dan 
tindakan ke arah kesadaran untuk melakukan pemenuhan kebutuhan gizi agar
 hidupnya sehat Pendidikan gizi semestinya ditanamkan kepada anak-anak 
sejak usia dini (TK/SD) baik oleh orang tua maupun guru. Materi 
pelajaran gizi mestinya menjadi bagian dari kurikulum di sekolah. Upaya 
pendidikan gizi di sekolah berpeluang besar untuk berhasil meningkatkan 
pengetahuan tantang gizi di kalangan masyarakat karena siswa sekolah 
diharapkan dapat menjadi jembatan bagi guru dalam menjangkau orang 
tuanya. Guru sebagai tenaga pendidik dalam proses belajar-mengajar 
mempunyai pengaruh terhadap anak-anak didiknya yang kadang-kadang lebih 
dituruti daripada orang tua.
Materi pelajaran tentang gizi yang diberikan harus menyajikan 
kenyataan/masalah yang dibutuhkan murid. Informasi gizi perlu dinyatakan
 dalam istilah-istilah yang sederhana dan mudah dikenal pula sehingga 
murid mudah menerimanya dan mampu menggunakan pe-rtgetahuan tersebut 
secara efektif. Dalam menyampaikan materi gizi, guru dapat memilih 
metode yang akan digunakan, apakah metode ceramah, diskusi, demonstrasi,
 eksperimen, atau pemberian tugas. Berbeda dengan metode ceramah ketika 
guru yang aktif menerangkan, dalam metode demonstrasi dan eksperimen 
guru dapat memperlihatkan sesuatu yang terkait dengan persoalan gizi di 
depan siswa. Sementara dengan metode praktik, murid aktif melakukan 
pekerjaan sendiri dengan diawasi guru.
Di perkotaan, banyak pilihan cara untuk sosialisasi. Sementara di 
daerah perdesaan, apalagi di wilayah-wilayah terpencil, sosialisasi bisa
 dilakukan melalui jaringan komunikasi desa. Acara hajatan, pengajian di
 forum majelis taklim, maupun gelar kesenian daerah dapat dijadikan 
wahana untuk terus mengingatkan pentingnya hidup sehat dengan makanan 
bergizi. Upaya penting lainnya adalah menggelar diskusi, pelatihan, 
ataupun simulasi bagaimana perbaikan gizi harus dilakukan sehingga 
masyarakat mendapat gambaran pentingnya hidup sehat. Pos Gizi bisa 
dibentuk sebagai penguatan aktivitas posyandu.Selain itu, perlu 
identifikasi kekuatan-kekuatan di masyarakat, di antaranya adanya kader 
masyarakat yang terlatih. Anggota masyarakat yang potensial bisa 
dijadikan kader kekuatan utama yang sangat dibutuhkan bagi pengembangan 
program-program gizi berbasis masyarakat. Kekuatan lain di masyarakat 
yang bisa mendukung keberhasilan program Pos Gizi adalah kekerabatan 
dengan jiwa gotong royongnya tinggi yang masih cukup kuat dimiliki 
masyarakat, terutama di perdesaan.
Masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam upaya perbaikan gizi 
masyarakat. Potensi sumber-sumber pangan lokal perlu digarap serius 
dalam upaya perbaikan gizi. Kemauan yang kuat dari masyarakat untuk 
hidup sehat dengan gizi baik tentunya menjadi modal dasar dalam 
perbaikan gizi masyarakat.Era kini adalah era dengan kemajuan teknologi 
informasi. Kondisi ini bisa dimanfaatkan dalam upaya meningkatkan 
pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi. Dengan menggunakan 
perangkat multimedia, dimungkinkan untuk menyampaikan informasi berbasis
 situs (web). Di sinilah pentingnya merancang multimedia yang efektif 
dalam menyampaikan pesan dengan memanfaatkan kelebihan yang dimilik, 
yaitu mengombinasikan teks, video, foto, dan audio dalam satu media.
Penggunaan multimedia berbasis situs bertujuan agar informasi yang 
disampaikan kepada target dapat divariasikan desainnya. Keefektifan 
multimedia berbasis situs dalam menyampaikan pesan-pesan hidup sehat 
dengan gizi yang baik terutama terletak pada kemampuannya untuk mengemas
 isi menjadi lebih menarik, selain aspek daya persuasi. Dalam konteks 
ini, program-program seperti internet masuk desa perlu terus dihidupkan 
sehingga selain berperan dalam meningkatkan wawasan penduduk desa akan 
perkembangan dunia luar, salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai sarana
 untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi.Penulis, penerima Anugerah 
Penulis Muda Pertanian 2009 dari Departemen Pertanian RI.
                

  


(bataviase.co.id)



      

Kirim email ke