Moms...

Wkt saya melahirkan anak pertama Hana (4thn), saya pernah gagal memberi ASI 
Eksklusif krn minimnya ilmu n tekad. Tp pas lahir anak kedua Sarah (1,5thn), 
alhamdulillah berhasil.... Smp sekarang Sarah msh ASI...

Berikut ada artikel bagus yg bisa memotivasi mommies utk sukses menyusui...

Semoga bermanfaat..

Salam,
Arianti (Mamanya Hana n Sarah)
http://lollypopkidzshop.com

=========================================


Tips
 Sukses Menyusui-1


oleh:
Rahadian P. Paramita




remplaza_fecha('05 Februari, 2008');




Akan sangat membantu jika ibu-ibu yang sedang menanti kelahiran  sang
 buah hati, mempelajari sebanyak mungkin pengetahuan mengenai menyusui. 
Setelah bayi lahir, tidak banyak lagi waktu untuk belajar, karena tiba 
waktunya untuk praktek!

Berikut Tips sukses menyusui, yang saya 
terjemahkan secara bebas dari sebuah artikel berjudul Tips for 
Breast-Feeding Success.

Mulailah sejak dini. Menyusui sebaiknya dilakukan sejak 
dini, pada saat 1 jam pertama setelah melahirkan. Pada saat ini bayi 
memiliki insting yang kuat untuk menyedot ASI. meskipun Ibu belum 
memproduksi susu, tetapi kolostrum sudah pasti ada, dan sangat penting 
bagi kekebalan bayi kelak.

Posisi yang tepat. Mulut bayi harus terbuka lebar, dan 
mengulum puting ibu paling tidak hingga menutupi sebagian areola-nya. 
Ini akan mengurangi rasa sakit pada puting.

Susui atas dasar permintaan. Bayi yang
 baru lahir harus disusui sesering mungkin, kira-kira setiap 2 jam 
sekali, tetapi jangan dijadwal. Semakin sering bayi menghisap ASI, 
semakin besar pula rangsangan yang diterima payudara untuk memproduksi 
ASI.

Tanpa tambahan.
 Menyusui bayi (terutama pada usia 0-6 bulan), tidak boleh dicampur atau
 ditambahkan cairan/makanan lainnya. Hal ini akan mengganggu selera bayi
 dalam mengkonsumsi ASI, sehingga bisa berdampak pada produksi ASI.

Tunda penggunaan dot/kempeng. Bayi 
tidak boleh diperkenalkan dengan artificial
 nipple (puting buatan, atau dot/kempeng), karena bayi akan 
bingung. Puting buatan menyebabkan pola menghisap yang berbeda dengan 
menghisap puting ibu.Di-angin-angin. Pada saat habis 
melahirkan, atau setelah puting ibu cukup kuat, ibu harus mengeringkan 
dengan udara bebas (dianginkan)
 setelah menyusui, untuk mencegah dari kering dan retak, yang dapat 
berakibat infeksi. Jika terjadi kering dan retak pada puting ibu, olesi 
dengan ASI.

Waspada 
terhadap infeksi. Ciri-ciri adanya infeksi pada puting ibu antara
 lain jika puting tampak memerah tidak wajar, terasa sakit, dan ibu 
mengalami demam. Segera hubungi dokter jika hal ini terjadi!

Terlalu penuh. Untuk beberapa ibu 
baru yang produksi ASI-nya cukup banyak, biasanya sering menyebabkan 
payudara tampak membesar, terasa berat, dan menyakitkan.  Bila ini 
terjadi, susui bayi sesering mungkin sesuai permintaan bayi, agar tubuh 
dapat menyesuaikan produksi ASI sesuai kebutuhan bayi. Jika masih terasa
 sakit, ibu dapat mengompres payudara dengan air hangat, atau mandi 
dengan air hangat.

Makan
 yang seimbang, istirahat yang cukup. Untuk memproduksi ASI yang 
cukup, Ibu menyusui perlu menyeimbangkan makanan yang terdiri dari 500 
ekstra kalori perhari, dan 6-8 gelas air minum. Ibu juga harus  
beristirahat secukupnya untuk menghindari infeksi pada payudara, yang 
bisa terjadi karena terlalu capek.
sumber: www.fda.gov/fdac/reprints/breastfed.html





lb_url="http://www.asipasti.co.cc/2008/02/tips-sukses-menyusui-1.html";; 
lb_title = "Tips Sukses Menyusui-1";
lb_topic = "";
lb_skin = "";
lb_bgcolor = "#000";
lb_border = "1";
lb_bordercolor = "#cccccc";
lb_width = "45";
lb_height = "18";























      

Kirim email ke