ini tentang interaksi obat dan makanan, dpt dr newsletternya Medicastore...
Sygnya ga ada interaksi antar obatnya yah... Abis sumbernya dr mims sih, di
sn ga ada puyer polifarmasi ky di sini kali yah?
hehehehe...

Tata ^_^

http://medicastore.com/artikel/310/Interaksi_Obat_&_Makanan.html


Interaksi Obat & Makanan
20-07-2010 | Bekti-medicastore.com
Diambil dari berbagai sumber
EMAIL  | PRINT  | RSS



Interaksi antara obat & makanan dapat terjadi ketika makanan yang kita makan
mempengaruhi obat yang sedang kita gunakan, sehingga mempengaruhi efek obat
tersebut. Interaksi antara obat & makanan dapat terjadi baik untuk obat
resep dokter maupun obat yang dibeli bebas, seperti obat antasida, vitamin
dll.

Kadang-kadang apabila kita minum obat berbarengan dengan makanan, maka dapat
mempengaruhi efektifitas obat dibandingkan apabila diminum dalam keadaan
perut kosong. Selain itu konsumsi secara bersamaan antara vitamin atau
suplemen herbal dengan obat juga dapat menyebabkan terjadinya efek samping.

Contoh reaksi yang dapat timbul apabila terjadi interaksi antara obat &
makanan :
Makanan dapat mempercepat atau memperlambat efek dari obat.
Beberapa obat tertentu dapat menyebabkan vitamin & mineral tidak bekerja
secara tepat di tubuh.
Menyebabkan hilangnya atau bertambahnya nafsu makan.
Obat dapat mempengaruhi nutrisi tubuh.
Obat herbal dapat berinteraksi dengan obat modern.
Selain itu, besar kecilnya efek interaksi antara obat & makanan antara tiap
orang dapat berbeda, hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu
seperti :
Besarnya dosis obat yang diminum.
Usia, kondisi tubuh & kondisi kesehatan pasien.
Waktu konsumsi makanan & waktu konsumsi obat.
Untuk menghindari terjadinya interaksi antara obat & makanan, bukan berarti
menghindari untuk mengkonsumsi obat atau makanan tersebut. Yang sebaiknya
dilakukan adalah pengaturan waktu antara obat & makanan untuk dikonsumsi
dalam waktu yang berbeda. Dengan mempunyai informasi yang cukup mengenai
obat yang digunakan serta kapan waktu yang tepat untuk mengkonsumsinya, maka
kita dapat menghindari terjadinya interaksi antara obat & makanan.


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, beberapa makanan dapat
berinteraksi dengan obat tertentu seperti misalnya berikatan dengan zat
aktif obat sehingga mengurangi penyerapan obat atau mempercepat eliminasi
obat.

Karena biasanya orang dewasa mengkonsumsi lebih banyak obat dibandingkan
anak-anak, maka efek interaksi antara obat & makanan dapat meningkat seiring
dengan usia. Akan tetapi biasanya efek samping tersebut kurang diketahui
atau diperhatikan karena reaksi yang terjadi hampir menyerupai gejala atau
tanda dari penyakit tertentu, seperti diare atau konstipasi, rasa lelah dll.


Salah satu contoh interaksi antara obat & makanan yang dapat terjadi adalah
keasaman dari jus buah dapat menurunkan efektifitas antibiotika seperti
penisilin, kemudian susu dapat membentuk kelat apabila diminum dengan
tetrasiklin sehingga mempengaruhi efektifitas antibakteri tetrasiklin.

Berikut adalah contoh aturan minum beberapa jenis obat, diambil dari mims :
Harus diminum dalam keadaan perut kosong
Ampicillin
Bisacodyl
Captopril
Dicloxacillin
Lansoprazole
Omeprazole
Rifampicin
Sulfamethoxazole –trimethoprim
Sulfadiazine
Tetracycline

Diminum dalam keadaan perut penuh
Allopurinol (diminum sesudah makan)
Augmentin
Aspirin
Chloroquine
Cimetidine
Diclofenac
Doxycycline
Griseofulvin
Metronidazole
Piroxicam
Prednisone
Selain itu ada juga beberapa jenis obat yang dapat berinteraksi apabila
diminum dengan dengan jus buah terutama buah anggur, seperti :
Alprazolam
Atorvastatin
Benzodiazepines
Carbamazepine
Clarithromycin
Codeine
Dextromethorphan
Diazepam
Diltiazem
Estrogen
Erythromycin
Lovastatin
Nifedipine
Progesterone
Simvastatin
Daftar diatas hanya berisi beberapa obat saja, selain yang telah disebutkan
masih terdapat obat lain yang belum disebutkan.


Meskipun tidak semua obat dipengaruhi oleh makanan atau dapat berinteraksi
dengan makanan, akan tetapi lebih baik untuk memperhatikan aturan minum dari
setiap obat yang di konsumsi. Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya
interaksi antara obat & makanan, sebaiknya :
Bacalah label obat dengan teliti, apabila kurang memahami dapat ditanyakan
dengan dokter yang meresepkan atau apoteker.
Baca aturan pakai, label perhatian & peringatan interaksi obat yang
tercantum dalam label atau wadah obat. Bahkan obat yang dijual bebas juga
perlu aturan pakai yang disarankan.
Sebaiknya minum obat dengan segelas air putih.
Jangan campur obat dengan makanan atau membuka kapsul kecuali atas petunjuk
dokter.
Vitamin atau suplemen kesehatan sebaiknya jangan diminum berbarengan dengan
obat karena terdapat beberapa jenis vitamin & mineral tertentu yang dapat
berinteraksi dengan obat.
Jangan pernah minum obat berbarengan dengan minuman yang mengandung alkohol.
Sebelum mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter atau
apoteker untuk mengetahui aturan pakai yang tepat. Dan juga saat konsultasi
dengan dokter, beritahukan semua obat atau vitamin yang sedang di konsumsi
saat ini untuk mencegah terjadinya interaksi.

Kirim email ke