Hello, mbak ismaya...

Kalo boleh tau nih..minyak bokashi bisa dibeli dimana? Coz aq jg lg proses 
nyapih..susahnya minta ampun..pake ini itu gak berhasil...jd pingin nyoba


Trim's b4
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 27 Jul 2010 12:51:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [parentsguide] Tips Lengkap Proses Menyapih Anak

Klo saya dulu pd saat menyapih saya olesin minyak bokashi
Itu buatan bali.tp skrg dimana2 dijual kok.
Jd even malem anak nya mau minum diolesin aja itu dulu.
Kan tiap hari pasti dia minta.dan slalu ngrasain g enak rasanya.dia dgn sendiri 
nya ga mau.

Karna klo ngikutin kata org tua jaman dulu.
Dikasih brotowali, atau apapun itu g berhasil.
Anak skrg udh lebih pinter dr jaman qta dulu.

Mudah2an bisa ngebantu yaaa


Regards,

Ismaya
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 27 Jul 2010 12:46:38 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [parentsguide] Tips Lengkap Proses Menyapih Anak

Moms, mw ikut nanya.
Paling susah klo menyapih itu kan di malam hari. Pasti anak sdh tau 
rutinitasnya. 
Punya tips lain g? Supaya di malam hari anak jg mau disapih.

Thx
Mila
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: arianti arianti <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 27 Jul 2010 08:38:07 
To: undisclosed recipients: ;<Invalid address>
Reply-To: [email protected]
Subject: [parentsguide] Tips Lengkap Proses Menyapih Anak

Moms...



November ini anakku Sarah 2thn... Berarti mulai dr skrng harus aku siapkan 
strategi utk menyapihnya.... 



Dibawah ini ada tips lengkap proses menyapih... Brmanfaat bgt buatku, semoga 
bermanfaat jg buat semua..



Salam,

Arianti (Mamanya Hana n Sarah)
http://www.lollypopkidzshop.com 

----------------------------------------------------------------------------
Tips Lengkap Proses Menyapih Anak


                  Penyapihan bisa dilakukan secara bertahap ataupun seketika.
Proses penyapihan seketika umumnya dilakukan dalam keadaan terpaksa,
misalnya ibu mendadak jatuh sakit atau harus pergi jauh sehingga tidak
memungkinkan untuk menyusui anak. Apabila memang (terpaksa) harus
melakukan proses penyapihan mendadak, berikut ini Tipsnya:
Tips Lengkap Proses Menyapih Anak Balita
1. Komunikasi. Mengominikasikan situasi yang terjadi pada anak (terutama anak 
di atas satu tahun).
2. Tunggulah anak sampai merasa haus atau lapar, karena biasanya pada saat itu 
anak dapat menerima minuman selain ASI.
3. Alihkan perhatiannya pada mainan yang ia suka sambil memberikan 
makanan/minuman lain sehingga anak tidak mencari-cari ASI.
4. Coba berikan susu formula yang memiliki rasa mendekati ASI.
5. Hadirkan sosok penggati ibu yang biasa membuat anak merasa nyaman saat ibu 
tidak bisa berada di dekatnya.
Sedangkan penyapihan bertahap dibagi menjadi natural weaning/penyapihan alami 
(tidak memaksa dan mengikuti tahapan perkembangan anak) serta mother led weaning
(ibu yang menentukan kapan saat menyapih anaknya). Nah, penyapihan
alami inilah yang paling dianjurkan. Mengapa? Karena secara psikologis,
dampaknya paling ringan. Ketahuilah, pada awal proses penyapihan, anak
biasanya rewel dan gelisah. Nah, dengan penyapihan alami, semua itu
bisa dihindari mengingat saat memasuki usia batita sebetulnya
ketergantungan anak pada ASI sudah semakin berkurang. Sementara dalam
mother led weaning yang dibutuhkan adalah kesiapan mental ibu juga
dukungan dari lingkungan, terutama ayah (suami) sebagai sosok yang
dapat memberikan kenyamanan selain ibu dengan cara mengajak anak
bermain. Bila sudah mantap untuk menyapih, lakukanlah penyapihan dengan
sabar dan tidak terburu-buru karena sikap ibu dalam menyapih
berpengaruh pada kesiapan si balita. Berikut ini Tips dalam proses penyapihan 
bertahap:
1. Sapih anak dalam keadaan sehat. Hindari saat anak sedang sakit, marah arau 
sedih, karena akan membuat anak semakin tertekan dan tidak bahagia.
2. Komunikasikan keinginan menyapih dengan pasangan. Penyapihan
dapat berjalan lancar bila ada dukungan positif dari suami. Selain itu,
berbicaralah pada anak ketika ingin menyapihnya walaupun kemampuan
komunikasinya berlum berkembang baik, misal, “Adek, minum susunya siang ini 
diganti ya, dengan jus jeruk. Sama enaknya lo dengan susu.”
3. Penjelasan logis. Jelaskan pada anak secara
logis mengapa ia harus berhenti menyusu pada ibunya. Umpamanya, karena
anak sudah berusia 2 th, sudah pintar makan nasi, buah, sayur dan
sebagainya.
4. Bersikap lembut tetapi tegas dan konsisten. Jangan merasa bersalah karena 
waktu selama 2 tahun sudah lebih dari cukup.
5. Lakukan aktivitas menyenangkan antara ibu dan anak supaya ia tahu bahwa tak 
mendapat ASI bukan berarti tak dicintai.
6. Jangan menawarkan ASI, atau memberikan ASI sebagai jurus ampuh saat anak 
rewel, terjatuh, atau menangis.
7. Berikan contoh melalui lingkungan sosial anak
ataupun buku-buku bacaan yang menggambarkan tentang kemandirian tokoh
yang tak lagi menyusu pada ibu.
8. Jangan mengoleskan obat merah/memberi plester pada puting susu.
Hal ini dapat menyebabkan keracunan pada anak. Selain tiu, dampaknya,
anak akan merasa ditolak oleh ibu dan merasa tidak dicintai apalagi
jika ibu melakukannya dengan tiba-tiba. Efek panjangnya, anak mengalami
kesulitan untuk menjalin interaksi sosial dengan orang lain.
9. Hindari secara tiba-tiba menitipkan anak di
rumah neneknya selama berminggu-minggu, atau ke tampat pengasuhan anak
setiap hari, karena proses adaptasi anak tidak cepat. Ia butuh waktu
untuk merasa nyaman dengan lingkungan barunya, sebab proses penyapihan
dengan cara menitipkan ke tempat lain membuat anak merasa tertekan. Ia
harus beradaptasi dengan 2 hal sekaligus: kehilangan ASI dan berada
pada tempat baru.
10. Jangan menyapih anak dengan mengalihkannya ke benda lain
seperti empeng atau botol susu. Meski tidak ada larangan khusus, empeng
atau dot berpeluang besar membuat anak jadi “malas makan”. Empeng juga
berisiko membuat anak memiliki ikatan emosional yang kuat pada benda
tersebut, sehingga kelak akan sulit mengubah kebiasaan mengempengnya.
11. Hindari pemaksaan. Jika anak belum siap, ibu
perlu mencari tahu penyebabnya. Mungkin ia sedang sakit atau apakah
sikap ibu kurang sabar? Anak yang menolak disapih akan menunjukan
reaksi kesal atau marah dengan menangis, rewel, gelisah atau lebih
banyak diam.

          
        
        
                
                        
                                (tipsanda.com)






      

Kirim email ke