Rekans

Mungkin saya baru muncul setelah lama bertapa. Ide beasiswa ini cukup baik
untuk kondisi Indonesia nan multi krisis ini. Apa lagi dalam melanjutkan
sekolah memang banyak kendala yang ada, termasuk salah satunya adalah
kendala dana. Saya juga mendukung ide beasiswa ini. Tapi bagaimana kalau
ditingkatkan, bukannya beasiswa saja. Saya terapkan dilingkungan keluarga
dan sekampung. Yaitu sesuatu yang nantinya dapat berjalan sendiri, semacam
"Student Loan" (SL) begitulah.

SL bermaksud, setiap yang menerima SL ini, nanti setelah bekerja, wajib
memberi 3 SL selanjutnya atas nama badan. Jadi diselesaikan satu yang
diselesaikan, beberapa tahun kemudian telah bergulir sendiri. Jika program
ini jalan akan menggelinding sendiri seperti bola salju. Untuk menyekolahkan
di STIP saya rasa tidak berat amat bagi pelaut yang telah diseberangkan
dalam mengatasi kendala dananya.

3 SL ini, tidal langsung 3 sekalian, tapi bisa dicicil, misalnya satu dulu,
istirahat satu tahun, kemudian satu lagi dst. Kal;au sepenerima SL ini dapat
bekerja di perusahaan yang bergaji baik, akan tidak memberatkan bagi mereka.
Seandainya tidak sanggup satu dapat ditawarkan menyicilnya setengah atau
malah seperempat dulu. Yang penting bola salju dapat digelindingkan.

NATO adalah satu kata yang sering tidak disenangi saat ini. Apa kita akan
menjadi anggotanya juga. Ayo jangan, jangan. Kapan dimulai? Sisihkan 2.5%
dari pendapatmu untuk membantu sesama.

Trims
Darul
Pelaut Gaek nan masih OK.

----- Original Message -----
From: "bbudiman" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, January 10, 2005 6:41 AM
Subject: [pelaut] Re: LOKER C/O TUGBOAT


>
>
>
> Rekan Milis Yth,
>
> Saya senang kalau Milis ini telah berfungsi agar kita semua terutama
> Pelaut bisa mawas diri. Ikut sumbang saran dan diskusi yang
> produktip.
>
> Saya sebagai pribadi dan Ketua YBBN tergelitik untuk menindak
> lanjuti keinginan adanya BEA SISWA utk anak-anak pintar yang ingin
> jadi pelaut tetapi tidak mempunyai dana.
>
> Bagaimana kalau kita mulai dari satu dulu atau kalau bisa dua, satu
> nautik satu teknik.
>
> Rekan rekan yang bermurah hati ingin turut mensukseskan program ini
> bisa mengirimkan "recehan" alias "uang kecil" nya kepada account yg
> dibentuk utk itu.
>
> Saya hanya memfasilitasi saja. YBBN bisa kerja sama dgn STIP atau
> lembaga pendidikan lainnya. Ini kan soal teknis saja.
>
> Keterlibatan semua rekan adalah cermin kepedulian kita semua agar
> mendapatkan pelaut yang bermutu.
>
> Yang paling nggak jalan dikita ini adalah fungsi kontrol, aturan
> main sdh banyak tapi "kontrol" nya payah. Nah utk hal ini, mari kita
> menjalankan fungsi kontrol bersama.
>
> Jangan tunggu besok lagi, mari kita kerja sekarang. Tegur saya kalau
> program ini tidak jalan tahun ini. Tapi buat dulu dong jadwal
> waktunya.
>
> Ada calon yang ingin di sponsori ? Nah silahkan bantu saya utk
> mendapatkannya.
>
> Syaratnya bagaimana ? Kita buat sekarang.
>
> Cukup sekian sarapan pagi kita dan sekali lagi saya bangga akan
> aktifitas rekan rekan sekalian. Anda semua memang peduli akan
> profesi anda sebagai Pelaut. Kalau bukan Pelaut saat ini, siapa lagi
> yg harus dan concern akan keberadaan Pelaut Indonesia dimasa
> mendatang.
>
> Salam dari Klender
> Budiman
> Pelaut Tua yang masih berjiwa muda tetapi nggak dan belum sadar kalo
> dirinya sdh tua,hahaha.
>
>
>
> --- In
> [email protected], "iwan
>               " <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Jgn apriori dulu mas, ada yg nawarin kerjaya kita sambut
> > dgn tgn terbuka. Orang yg telah pengalaman pasti akan tau
> > apa loker tsb layak atau nggak. Tergantung diri sendiri.
> > Byk pertimbangan dalam mencari pekerjaan. Ada yg buat
> > memperbaiki gaji yg sebelumnya, ada yg buat pengalaman
> > malahan banyakan yg buat agar dapur tetap ngebul.Kadang
> > kualitas nomer sekian.
> > Oya, kita jangan cuma bisa mengerutu aja. Bnyk koq pelaut
> > kita yg berkualitas dan diakui internasional. Walaupun
> > persentasenya sangat kecil dari seluruh pelaut indonesia.
> > Kita mulai dari diri sendiri.Bukan rahasia lagi kalau
> > sekolah pelayaran itu yg penting nggak bodoh2 amat dan
> > selalu hadir dikelas, pasti lulus.
> > Makanya mutunya rendah. Tapi memang utk meningkatkan mutu
> > sekolah bukannya mudah. Bibitnya juga harus baik. Mencari
> > bibit yg baik susah. Bibit yg baek biasanya nggak bakalan
> > masuk sekolah pelayaran. Mendingan masuk ITB atau UI.
> > Mungkin ada baiknya sekolah pelayaran negeri (STIP, BPLP
> > etc) memberikan beasiswa full alias gratis buat2 anak2
> > pintar dan berprestasi di SMA agar  mau masuk sekolah
> > pelayaran.
> >
> > Saran saya mulailah dari diri sendiri. Tingkatkan kualitas
> > dan skill. Sudah banyak  pelaut Indonesia yg sekolah di
> > LN. Sekolah diluarnegeri memang mahal, tapi ijasahnya di
> > hargai. Nggak pake digebukin lagi. Kalau nggak bisa kita,
> > ya ntar anak2 kita yg kita sekolahin di sekolah pelayaran
> > LN. Tapi kalau mampu sekolahin anak ke luar negeri (alias
> > sudah kaya), apa masih mau anaknya disekolahin di sekolah
> > pelayaran LN? Mendingan di sekolah bisnis atau apa gitu,
> > jgn kayak papanya berlayar...
> >
> > Salam Pelaut
> >
> > ZIR







JALESVEVA YAYAMAHE 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke