Shalom...Selamat pagi semuanya...
Salam dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus..sebagai Kepala Gereja...
pagi yang cerah..untuk memulai sebuah awal yang baik, dimana mungkin
hari kemarin buruk..tapi hari ini kita harus memulai sesuatu yang
baru..yang mungkin akan membawa perubahan dalam hidup kita...
hari ini saya akan memberi kepada Anda semuanya sebuah tulisan dari
sahabat saya, beliau adalah Mbak Meta, beliau bekerja di perusahaan
Wings Corp.
ketika saya baca tulisan ini, sebenarnya hanya sederhana tidak
terlalu muluk, tapi INTI dari cerita ini bisa membuat kita untuk
lebih mengintrospeksi diri kita, tentang bagaimanakah kita ini
sebenarnya, apakah kita sudah berbuat sesuatu yang lebih berarti
dalam hidup ini untuk seseorang yang kita cintai dan bahkan kita
sayangi....??? :)
1001 Burung Kertas
Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya
berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya.
Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan,
sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang
Menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.
Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah
melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July
kemudian
menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam
tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada
July.
Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. "Semoga
Kita selalu saling mengasihi satu sama lain",
"Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya",
"Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia",dsb.
Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang
diberikan kepada
July.
Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu
dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda
dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung
kertas
ini, Reo berkata kepada July:
" July, ini burung kertasku yang ke 1001.
Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan
keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita
akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi
kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! "
Saat mendengar Reo berkata demikian, menangislah July. Ia berkata
Kepada Reo :
" Reo, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku
sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku
butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!"
Saat mendengar itu Reo pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai
marah kepada July. Ia mengatai July matre, orang tak berperasaan,
kejam, dan sebagainya.
Akhirnya Reo meninggalkan July menangis seorang
diri.
Reo mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa
ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap July dijadikannya cambuk
untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Reo menunjukkan hasilnya. Ia
diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun
ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan
tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu.
Sekarang tak seorangpun tak kenal Reo, ia adalah bintang kesuksesan.
Suatu hari Reo pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba
tiba
dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam
derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat.
Reo pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan
ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua July.
Reo mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu,
tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Reo membatalkan
niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua July.
Reo sangat terkejut ketika didapati orang tua July memasuki sebuah
makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut
ketika ia mendapati foto July dalam makam itu. Reo pun bergegas turun
dari mobilnya dan berlari ke arah makam July untuk menemui orang tua
July.
Orang tua July pun berkata kepada Reo :
"Reo, sekarang kami jatuh miskin.Harta kami habis untuk biaya
pengobatan July yang terkena kanker rahim ganas. July menitipkan
sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu
denganmu."
Orang tua July menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Reo.
Reo membaca surat itu. "Reo, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu.
Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku
tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan,
aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh
keputusasaan yangakan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua
tabiatmu Reo, karena itu aku lakukan ini. Aku
mencintaimu
Reo................................July "
Setelah membaca surat itu, menangislah Reo. Ia telah berprasangka
terhadap July begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati
July teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam
dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa July kesepian seorang diri
dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa July
mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu.
Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap July sebagai orang matre tak
berperasan.July telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam
keputusasaan dan kehancuran.
Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman
tetapi
cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi
kita
Kiranya Damai Sejahtera dan Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus
Senantiasa Selalu Beserta Kita...Sekarang dan Selama-lamanya..
With Best Wishes and Best Regards,
esther vensy vydia
JALESVEVA YAYAMAHE
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/