Bapak Leo & Bapak Dani serta para maillister, mungkin apa yg diinginkan bapak2 berdua bisa terwujud tanpa harus salah satunya dirugikan. Mudah-mudahan cerita ini bisa mengilhami kita.Saya punya banyak rekan dari Philipines,mereka banyak bercerita tentang manning agent di negaranya.Mereka mengatakan bahwa manning agent mereka tidak pernah menarik sepeserpun biaya dari applicant,sebab manning agent mendapat fee dari employer(dan juga mungkin dibantu oleh pemerintah).Dahulu memang manning agent di sana banyak yang seperti di Indonesia(kecuali misalnya:SBI,Magsasay,dll) menarik sejumlah biaya yang relatif besar.Hanya saja (saya lupa tahun berapa) dahulu mereka pernah demo besar2an dimana mereka menuntut pemerintah agar membantu mempermudah dalam menyediakan lapangan pekerjaan termasuk para pelaut.Karena union mereka yang kuat,para employer kapal yang saat itu banyak menghire crew dari Philipines akhirnya mulai bernegosiasi kembali dengan manning agent dan pemerintah Philipines(dengan kata lain pemerintah turut menjamin crew&agent).Walau masih ada manning agent yang meminta fee,tapi semakin lama mereka ditinggal oleh para applicant dan mulai beralih ke manning agent seperti Magsasay.Sebagai gambaran saja, Magsasay ini menerapkan sistim Allotment dimana gaji pokok crew(khususnya catering department) langsung ditransfer ke rekening crew yg terintegrasi dgn sistim manajemen mereka dan bisa langsung diterima oleh orang tercinta mereka di negaranya sebab allotment menerapkan siapa yang akan menerima uang tersebut(misalnya:istri,anak,orangtua,dll)..sehingga hebatnya crew tidak perlu lagi repot2 membuang waktu shoreleave utk ke western union/money order/sejenisnya kecuali jika mereka memang hendak mengirimkan sejumlah uang yang di dapat di luar gaji pokok tersebut(misalnya:overtime,tips,incentives,dll).Sehingga mungkin tidak ada ada lagi cerita anak istri yang terlantar oleh para pelaut yang tidak pernah mengirimkan uang sepeserpun kepada keluarganya.Mungkin di antara para pelaut pernah merasakan tingginya ongkos mengirim uang di luar negeri(misalnya USA-kecuali jasa pengiriman uang Cemerlang di Juneau-Alaska) terlebih lagi mereka yg kecewa karena uang yang diterima harus diconvert dgn kurs bank sehingga jumlah yg si perimapun semakin berkurang.Kemudian hebatnya lagi,setiap crew mendapat ID(semacam kartu ATM) dimana mereka bisa mengecek saldo uang mereka(allotment yg telah diterima) melalui internet.Dengan kartu itu,masing-masing crew mendapat email address dimana mereka bisa berkomunikasi dgn keluarga misalnya chatting..atau info update tentang keberadaan seputar perusahaan tempat mereka bekerja.Sebagaimana layaknya perusahaan profesional lainnya,merekapun memiliki buletin /last update info seputar isu-isu yang ada ttg manning agent mereka.Mungkin anda berfikir mereka memperoleh BST dengan biaya sendiri?Salah..manning agent tersebut memiliki sebuah maritime training center yg sudah terakreditasi oleh ISM/IMO dimana sesuai yg SCTW-95 dan semua keuntungan-keuntungan yg diperoleh oleh crew tersebut semuanya GRATIS.Terlepas dari hal itu semua,tentunya proses seleksi berdasarkan merit system(berbasis kompetensi)bukan berbasis senioritas,kasihan,pemberian cuma-cuma,keberuntungan,like/dislike,atau bahkan kekeluargaan.Jadi tidak ada lagi cerita pelaut angkuh & sombong namun tidak "berisi".Kenapa masih sedikit pelaut kita yang bisa menduduki posisi penting di kapal,hendaknya pertanyaan itu kita kembalikan ke diri kita masing-masing.5 tahun,10 tahun,15 tahun atau lebih itu bukanlah hal mutlak untuk menuntuk hak kita dalam promosi jabatan.Mungkin dalam hal kemampuan..kita selalu berdiri menunduk,coba bila dipikirkan lebih jernih..kita memang perlu berdiri dan melihat ke atas.Ternyata masih banyak ada orang yg di atas kita.Bahkan bagi yg merasa karirnya stucked di kapal,sudah selayaknya bersyukur karena mendapatkan hal yg belum tentu dirasakan orang2 normal di darat dan memang ada sebagian org bisa menikmati keberuntungan karirnya di kapal walaupun bukan berbasis kompetensi..Namun saya tidak akan pernah malu untuk mengakui kalau saya dahulunya adalah crew rank&file dgn posisi terendah sebagai Utility.Utility,GPA,A/B,O/S,cleaner atau apapun itu..selama kita telah melakukan yg terbaik maka anda boleh berbangga hati&bersyukur.Mungkin company lebih baik kehilangan 10 orang officer daripada kehilangan 1 orang cleaner yg taat company policies,zero alcohol tolerance,zero cheating procedures dan minus moral hazard karena keselamatan para penumpang lainnya semua bergantung pada hal tersebut. Dapatkah kita memiliki manning agent lokal impian kita sebagaimana yg saya kemukakan di atas?Atau haruskah kita mendatangkan(walaupun sudah ada) manning agent dari luar negeri yg lebih mau berjalan secara profesional ketimbang manning agent lokal sehingga kita menjadi tamu bagi di negara kita sendiri?Tentu..semua hal tersebut dapat terwujud jika kita(Para pelaut,union dan Manning Agent) bersama-sama mendesak pemerintah untuk melakukan sesuatu hal yg signifikan.Saat ini adalah momentum yg tepat bagi kita sebab di era otonomi,reformasi..pemerintah sdg giat2nya membuat berbagai macam RUU dan melakukan beraucracy reform serta administration reform..sehingga jgnlah kita nantinya menjadi pahlawan kesiangan untuk menuntut perubahan karena kita terlena,sementara sektor lainnya sudah lama maju karena perubahan yg ditawarkan oleh pemerintah tidak pernah kita manfaatkan.
Wassalam:) Dodi N.B.:To all inspirin' moments Phillipinos (Mabuhay Pinoy!Y'all great guys!) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com JALESVEVA YAYAMAHE Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
