It's quite a message.  I'm very impressed.  Keep up the good faith.
Bro
Rolando

ester vensy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
I.  Pendahuluan
Pacaran adalah masa perkenalan untuk menuju pernikahan. Orang yang berpacaran adalah orang yang mempersiapkan diri untuk pernikahan.
Apa saja yang dapat menghambat perkenalan:
1. Ketertutupan
2. Kemunafikan
3. Terlalu cepat
4. Sex
II.  Pandangan-pandangan keliru
1. Setiap orang yang sudah saling cinta dan saling percaya  
   harus dibuktikan dengan sex
2. Hubungan sex adalah tanda bahwa masing-masing pasangan 
siap
   terikat
3. Hubungan sex pranikah, asal si dia bertanggung jawab, itu
   oke-oke saja
4. Hubungan sex 1 x, tidak mungkin berakibat kehamilan
5. Hubungan sex pranikah, yang dilarang adalah ML namun jika
   hanya rabaan dan saling merangsang itu wajar

III. Tingkatan Sex Before Marriage
1.  Holding hands (berpegangan tangan)
2.  Embracing & chick kissing (berpelukan dan ciuman pipi)
3.  Lips kissing (ciuman bibir)
4.  Heavy "French" kissing (ciuman dalam)
5.  Fondling (rabaan)
6.  Fondling of genitals (meraba genitals)
7.  Sexual intercourse (hubungan badan)

IV. Mengapa "SEX IN DATE"
1. Tipisnya iman
2. Ketidakmengertian bahaya "sex in date"
3. Rangsangan-rangsangan yang terus menerus (dari pikiran,
   bacaan,tontonan dan rabaan).
4. Kesempatan yang terbuka (berduaan tanpa ada gangguan)
5. Pacarannya tanpa batas
6. Misconcept tentang "totalitas cinta"

V.  Bahaya "SEX IN DATE"
1.  Pertimbangan perkenalan tidak lagi secara obyektif(menjadi
    subyektif)
2.  Timbulnya perasaan "ya….gampangan" (akhirnya cinta tawar)
3.  Timbulnya kecemburuan yang berlebih (karena
    ketidakpercayaan)
4.  Hilangnya percaya diri (selalu dibayang-bayangi dengan
    dosa)
5.  Merasa saya tidak mungkin menikah dalam "kekotoran" (saya
    musti cari yang bersih)
6. Bagi wanita; kehamilan (yang seringkali diakhiri dengan
   "maksa" nikah atau aborsi).

VI. Yang membuat orang muda dapat jatuh (Amsal 7:6-23)
1. Karena ingin coba-coba (ayat 7-9)
   -> setan pasti langsung menanggapi (ayat 10)
2. Karena tidak punya "rem yang pakem" (ayat 13-14)
   -> karena bersembunyi di balik hal-hal rohani
3.  Karena menceburkan diri (ayat 15-20)
    -> tidak cepat-cepat bangkit dan meninggalkan
    -> butuh 2 laki-laki, 1 punya HP 1 nggak, belagak mau 
       dicopet
4.  Terikat dengan bujukan (ayat 21)
    -> perhatikan kejatuhan selalu tiba-tiba (ayat 22)

VII.  Sikap kita
1. II Kor. 10:3 :  Kita di dunia tetapi jangan duniawi
2. I Kor. 9:27  :  Kita perlu melatih tubuh kita
3. II Tim. 2:22 :  Kita perlu menjauhi nafsu orang muda
4. I Yoh. 2:17  :  Kita perlu selalu memiliki kasih Allah

VIII. Bagaimana "DATE WITHOUT SEX"
1. Isi masa pacaran dengan hal-hal rohani
2. Bertekad dan berdoalah untuk "holy `til married" (from now
   on)
3.  Hindari "kesempatan-kesempatan" yang menjatuhkan
4.  Kalau kekasih/pasangan memaksa berarti pasangan itu pasti
    bukan dari Tuhan
5. Ingatlah keberanian untuk menolak "sex in date" adalah
  
   "harga" seorang pria atau wanita

IX. Penutup
   Ingatlah bahwa sex diciptakan untuk pernikahan. Sex before
   marriage is always a tragedy.
 
 
 



Teriring salam manis dan hangat selalu,
Tuhan Yesus Memberkati,


Esther Vensy Vydia

Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.


New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.


JALESVEVA YAYAMAHE



SPONSORED LINKS
Bali indonesia hotel Bali indonesia Indonesia hotel
Bali indonesia vacation Bali indonesia travel


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke