Membahas rokok,dilematik juga.Masalahnya,sesuai riset (riset saya sendiri,tapi dijamin valid,hehe...) dari 100 orang hanya sekitar 3 atau 4 orang yang SAMA SEKALI TIDAK MEROKOK. 50 % adalah perokok kelas berat.30 % perokok biasa-biasa saja.Sisanya adalah perokok kambuhan dan THE PURE HUMAN (orang yang sama sekali belum terkontaminasi rokok,red ;-P ) Kalau menurut saya,merokok itu mubah alias boleh boleh saja.Tetapi harus dalam batasan-batasan yang tidak merugikan orang lain. Misalnya,TIDAK MEROKOK DI DALAM ANGKUTAN UMUM DAN RUANGAN BER-AC. Kan ada juga tuh,yang meskipun udah ada tulisan segede gajah : NON SMOKING AREA, tapi masih aja ngerokok dan baru berhenti saat ditegur orang lain.Padahal,ruangan ber-AC yang penuh asap rokok adalah tempat paling strategis untuk berkembangnya bronchitis. Semoga bapak2 dan mas2 pelaut di milis ini cukup melek untuk sekedar membaca notifikasi DILARANG MEROKOK ditempat umum.Semoga.
--- Hadi Supriyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Konklusinya > adalah.....................................perokok = > koruptor.............merokok = korupsi > Lho kok gitu?................Coba saja kata > perokok pada naskah dibawah ini diganti dengan > koruptor dan kata merokok diganti dengan korupsi! > Tapi ada temanku yang berpendapat merokok = > kentut..........ada yang berpendapat merokok = > bernafas...........ada yang berkomentar merokok = > minum..........whatever they say..... semua bener > (kalau tulisan dibawah ini bener), hanya saja, > apapun yang kita lakukan harusnya tidak perlu > membuat orang lain menderita atau merugikan orang > lain (sesuai yang di ajarkan para utusan Allah > kepada kita semua) > > Btw,tentang merokok? Tuhan saja tidak melarang > kok, kenapa kita ngarang2/me-reka2?. salah2 nanti > malah dibilang provokator. Pak Sutiyoso aja yang > SAKTI bisa mengeluarkan Perda tentang rokok aja > malah menurut saya DILECEHKAN oleh warganya dengan > tidak mengindahkan larangan merokok di tempat2 umum? > (good try memang, tapi kok malah memberi kesempatan > polisi dapat duit ya?)... > > Aku juga heran lho, seperti pada tulisan dibawah > ini, yang merokok itu ada yang anggota DPR, dosen, > mahasiswa, malah ada dokter juga, dan kalau kita > lihat di setiap bungkus rokok sudah ada tulisan > mencolok: MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN > JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN > JANIN............apa ya mereka ga baca? kurang > mengerti apa mereka tentang bahasa > Indonesia........kok ya masih merokok ya? > ........mungkin perlu ditanyakan kepada rumput yang > bergoyang barangkali? > > fsiregar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tuhan Sembilan Senti > > > Indonesia adalah sorga > luar biasa ramah bagi perokok, > tapi tempat siksa tak tertahankan > bagi orang yang tak merokok, > > Di sawah petani merokok, > di pabrik pekerja merokok, > di kantor pegawai merokok, > di kabinet menteri merokok, > di reses parlemen anggota DPR merokok, > di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, > hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, > di perkebunan pemetik buah kopi merokok, > di perahu nelayan penjaring ikan merokok, > di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, > di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok, > > Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im > sangat ramah bagi perokok, > tapi tempat siksa kubur hidup-hidup > bagi orang yang tak merokok, > > Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, > di ruang kepala sekolahÂ…ada guru merokok, > di kampus mahasiswa merokok, > di ruang kuliah dosen merokok, > di rapat POMG orang tua murid merokok, > di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya > apakah ada buku tuntunan cara merokok, > > Di angkot Kijang penumpang merokok, > di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk > orang bertanding merokok, > di loket penjualan karcis orang merokok, > di kereta api penuh sesak orang festival merokok, > di kapal penyeberangan antar pulau penumpang > merokok, > di andong Yogya kusirnya merokok, > sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula > merokok, > > Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para > dewa-dewa > bagi perokok, > tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak > merokok, > > Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, > diam-diam > menguasai kita, > > Di pasar orang merokok, > di warung Tegal pengunjung merokok, > di restoran, di toko buku orang merokok, > di kafe di diskotik para pengunjung merokok, > > Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak > tertahankan abab rokok, > bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun > menderita di kamar tidur > ketika melayani para suami yang bau mulut dan > hidungnya mirip asbak > rokok, > > Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang > bergumul saling > menularkan HIV-AIDS sesamanya, > tapi kita tidak ketularan penyakitnya. > Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya > mengepulkan asap > rokok di kantor atau di stopan bus, > kita ketularan penyakitnya. > Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS, > > Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan > nikotin > paling subur di dunia, > dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap > tembakau itu, > bisa ketularan kena, > > Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, > di apotik yang antri obat merokok, > di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, > di ruang tunggu dokter pasien merokok, > dan ada juga dokter-dokter merokok, > > Istirahat main tenis orang merokok, > di pinggir lapangan voli orang merokok, > menyandang raket badminton orang merokok, > pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, > panitia pertandingan balap mobil, pertandingan > bulutangkis, > turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki > sponsor > perusahaan rokok, > > Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil `ek-'ek orang > goblok merokok, > di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh > orang goblok merokok, > di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai > dasi, orang- > orang goblok merokok, > > Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im > sangat ramah bagi > orang perokok, > tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang > tak merokok, > > Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, > diam-diam menguasai kita, > > Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, > duduk sejumlah ulama terhormat > merujuk kitab kuning > dan mempersiapkan sejumlah fatwa. > Mereka ulama ahli hisap. > Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. > Bukan ahli hisab ilmu falak, > tapi ahli hisap rokok. > > Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka > terselip berhala-berhala kecil, > sembilan senti panjangnya, > putih warnanya, > kemana-mana dibawa dengan setia, > satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya, > > Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, > tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan > tangan kanan, > cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. > Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok > ashabul yamiin dan > yang sedikit golongan ashabus syimaal? > > Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC > penuh itu. > Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, > ya ustadz. > Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. > Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al > hawwa'i. > Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. > Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz. > 25 penyakit ada dalam khamr. > Khamr diharamkan. > 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). > Daging khinzir diharamkan. > 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. > Patutnya rokok diapakan? > > Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. > Wa yuharrimu `alayhimul khabaaith. > Mohon ini direnungkan tenang-tenang, > karena pada zaman Rasulullah dahulu, > sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi > belum ada rokok. > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com JALESVEVA YAYAMAHE Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
