Setujuh Pak Budiman Kita bergabung di milis ini karena
mau tahu tentang dunia pelaut dan lowongan yang ada
untuk pelaut kok malah jadi milis hutbah ya........

--- budiman siregar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear Semuanya. Spt nya website wadah pelaut ini
> sudah
> tdk berfungsi pd tujuan semula, yg digunakan utk
> pengembangan/peningkatan kehidupan & ilmu
> kepelautan.
> Krn sudah banyak para pendeta&ustad berdakwah di
> situs
> ini. Seakan akan tdk ada situs lain utk menyalurkan
> bakat kePendetaan/keustajzannya. Maaf atas koreksi
> dr
> saya ini.
> 
> --- [email protected] <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> > Dear All Friends...
> >  
> >  Shalloom,...
> >  
> >  PELUKAN KASIH TUHAN
> >  
> >  Ada seorang pengembara yang sangat ingin melihat
> pemandangan yng ada di balik suatu gunung yang amat
> tinggi. Maka disiapkanlah segala peralatannya dan
> berangkatlah ia. Karena begitu beratnya medan yang
> harus dia tempuh, segala perbekalan dan
> perlengkapannya pun habis. Akan tetapi, karena
> begitu
> besar keinginannya untuk melihat pemandangan yang
> ada
> di balik gunung itu, ia terus melanjutkan
> perjalanannya. Sampai suatu ketika, ia menjumpai
> semak
> belukar yang sangat lebat dan penuh duri. Tidak ada
> jalan lain selainia harus melewati semak belukar
> itu.
> >  
> >  Pikir pengembara itu "Wah, jika aku harus
> melewati
> semak ini, maka kulitku pasti akan robek dan penuh
> luka. Tapi aku harus melanjutkan perjalanan ini."
> >  Maka pengembara itupun mengambil ancang-ancang dn
> ia menerobos semak itu .
> >  Ajaib, pengembara itu tidak mengalami luka
> goresan
> sedikitpun. Dengan penuh sukacita, ia kemudian
> melanjutkan perjalanan dan berkata dalam hati
> "Betapa
> hebatnya aku. Semak belukarpun tak mampu menghalangi
> aku".
> >  
> >  Selama hampir satu jam lamanya ia berjalan,
> tampaklah dihadapannya kerikil-kerikil tajam
> berserakan. Dan tak ada jalan lain selain dia harus
> melewati jalan itu. Pikir pengembara itu untuk kedua
> kalinya "Jika aku melewati kerikil ini, kakiku pasti
> akan berdarah dan terluka.
> >  Tapi aku harus tetap melewatinya."
> >  
> >  Maka dengan segenap tekadnya, pengembara itu
> berjalan. Ajaib ia tak mengalami luka tusukkan
> kerikil
> itu sedikitpun dan tampak kakinya dalam keadaan
> baik-baik saja.
> >  Sekali lagi ia berkata dalam hati : "Betapa
> hebatnya aku. Kerikil tajampun tak mampu menghalangi
> jalanku."
> >  
> >  Pengembara itupun kembali melanjutkan
> perjalanannya. Saat hampir sampai dipuncak gunung
> itu
> , ia kembali menjumpai rintangan. Batu-batu besar
> dan
> licin menghalangi jalannya, dan tak ada jalan lain
> selain dia harus melewatinya. Pikir pengembara itu
> untuk yang ketiga kalinya : "Jika aku harus mendaki
> batu-batu ini, aku pasti akan tergelincir dan tangan
> serta kakiku akan patah. Tapi aku ingin sampai di
> puncak itu. Aku harus melewatinya."
> >  
> >  Maka pengembara itupun mulai mendaki batu itu dan
> ia...tergelincir. Aneh, setelah bangkit, pengembara
> itu tidak merasakan sakit di tubuhnya dan tak ada
> tulangnya yang patah.
> >  
> >  "Betapa hebatnya aku. Batu-batu terjal inipun
> tidak
> dapat menghalangi jalanku."
> >  Maka, iapun melanjutkan perjalanan dan sampailah
> ia
> di puncak gunung itu. Betapa sukacitanya ia melihat
> pemandangan yang sungguh indah dan tak pernah ia
> melihat yang seindah ini. Akan tetapi, saat
> pengembara
> itu membalikkan badannya, tampaklah dihadapannya
> sosok
> manusia yang penuh luka sedang duduk memandangnya.
> >  
> >  Tubuhnya penuh luka goresan dan kakinya penuh
> luka
> tusukan dan darah. 
> >  Ia tak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya karena
> patah dan remuk tulangnya.
> >  
> >  Berkatalah pengembara itu dengan penuh iba pada
> sosok penuh luka itu : "Mengapa tubuhmu penuh luka
> seperti itu? Apakah karena segala rintangan yang ada
> tadi? Tidak bisakah engkau sehebat aku karena aku
> bisa
> melewatinya tanpa luka sedikitpun? Siapakah engkau
> sebenarnya?"
> >  
> >  Jawab sosok penuh luka itu dengan tatapan penuh
> kasih : "Aku adalah Tuhanmu. Betapa hatiKu tak mampu
> menolak untuk menyertaimu dalam perjalanan ini,
> mengingat betapa inginnya engkau melihat keindahan
> ini.
> >  Ketahuilah, saat engkau harus melewati semak
> belukar itu , Aku memelukmu erat supaya tak satupun
> duri merobek kulitmu. Saat kau harus melewati
> kerikil
> tajam, maka Aku menggendongmu supaya kakimu tidak
> tertusuk. Ketika kau memanjat batu licin dan
> terjatuh,
> Aku menopangmu dari bawah agar tak satupun tulangmu
> patah. Ingatkah engkau kembali padaKU?"
> >  
> >  Pengembara itupun terduduk dan menangis
> tersedu-sedu.
> >  Untuk kedua kalinya, Tuhan harus menumpahkan
> darahNya untuk suatu kebahagiaan.
> >  
> >  Kadang, kita lupa bahwa Tuhan selalu menyertai
> dan
> melindungi kita.
> >  Kita lebih mudah ingat betapa hebatnya diri kita
> yang ma
> === Message Truncated === 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> 
> 


Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com 




JALESVEVA YAYAMAHE 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke