Melarikan diri dari kapal adalah orang yg ngak bertanggung jawab, dan tidak siap mental sebagai pelaut.
Karena juga masih banyak pelaut kita yang di bawah gaji standart. dan main asal2 an mengambil keputusan untuk mendatangani kontrak kerja. yang seharusnya dia terima gaji dengan standart , karena melalui broker/agent maka uang sudah disunat tiap bulanya, sedangkan dikapal temen yang lain / dari negara lain lebih besar maka menyesal. dan tidak puas.
Masih banyak kok di jakarta atau di negara kita penyalur , tenaga kerja yang masih mengambil keuntungan terlalu banyak, walaupun tidak memakai charge tapi dipotong gaji tiap bulanya. contoh dikapal saya, agent jakarta  dapet dollar amrik , bayar crew saya rupiah atau sin dollar kan GILA. jadi pelautnya kurang berani menawar gaji, karena takut direbut orang, main tancep aja, nah itulah pelaut2 kita.
 
maaf kalo ada yg tersinggung, soalnya kenyataan.
ada pengalaman sedikit waktu di kapal full container
pada taun 1992 , saya melapor kan diri ke ITF genoa, dan teryata berhasil dan dapet lumayan uang, karena agent di jakarta tidak mentransfer gaji saya, allotment padahal persuhaan di german sudah kirim via agent jakarta, karena dulu tidak segampang sekarang.selama 2 bulan saya diam, dan kapal masuk Genoa italia. terpaksa saya melaporkan ke ITF dan crew indonesia ikut saya, waktu itu 2nd mate saya perwira satu2 nya indonesia lainya german.dan saya merasa ngak bersalah. Apa akibatnya AGENT di jakarta gulung tikar.dan tutup.
 
Makanya udah males saya berlayar, lebih baik saya di kapal2 offshore dan sementara saya di DRILLING SHIP


Best Regards



Pontianus


How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates. __._,_.___

JALESVEVA YAYAMAHE




SPONSORED LINKS
Call indonesia

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke