Sekedar berbagi, periksa betul2 dokumen kpelautan rekan2 jika akan memasuki 
pelabuhan Rusia. Selain coretan/tipe-ex yg disampaikan pak Budiman, saya juga 
mw ingatkan utk menanda tangani semua dokumen yg ada kolom td tangan kita 
seperti endorcement dan certificate2.
Selain itu, periksa apakah Buku Pelaut sdh di stempel oleh pihak berwenang di 
bagian yg ada fotonya, hati2 jika blm. Di Rusia B.P lbh diperhatikan ketimbang 
Paspor, oleh karena itu, jika wajah rekan2 sdh jauh berbeda dgn foto yg di 
Paspor, maka jgn berharap ketemu nona2 manis Rusia di darat krn tdk akan dpt 
shore-pass. Jd sebelum msk Rusia, perhatikan potongan rambut, kumis, jenggot, 
dsb.
Yg lbh aneh lg jika Rusia-nya yg berbatasan lsg dgn Black Sea, mgkn bnyk 
senior2 saya yg sdh lbh berpengalaman. Yg saya alami, kapal hrs pandai 
"bernegosiasi" dgn pihak berwenang (Customs,Quarantine,dsb) agar bs membuka 
saluran pengeluaran(sewage/waste) dr kapal, mendapat serifikat free pratique, 
segel bond-store, dan msh banyak lg.
Akhirnya,,,ternyata tdk hanya Indonesia ya negara yg punya prinsip UUD...

Salam,
[EMAIL PROTECTED]


bbudiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
 Coba perhatikan, apakah ada TipEk dan/atau coretan di Dokumen Pelaut
 anda khususnya Buku Pelaut. 
 Baru baru ini Pelaut Indonesia yang masuk Rusia mendapat kesulitan dan
 hampir diturunkan gara gara ada tipek/coretan di B.P nya dan tidak ada
 keterangan bahwa coretan tersebut syah dilakukan oleh yang berwenang.
 Akhirnya Nakhoda membuat pernyataan dan Pelautnya tidak boleh turun
 pesiar selama kapal dipelabuhan Rusia dan tentunya denda usd75/-
 
 Entahlah apalagi ini apakah disana juga  UUD ?
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Get easy, one-click access to your favorites.  Make Yahoo! your homepage.

Kirim email ke