“Tengok Ataaat….!!!!”
“Tengok Ataaat….!!!!”
Menatap matahari mengingatkan aku akan dua orang yang aku kenal.

Pertama om Ponijo, seorang sarjana muda UGM yang menjadi tenaga kerja sukarela 
(TKS Butsi) di dusun Binjai di akhir tahun tujuh puluhan.

Yang kedua kapten Harry Ho nakhoda kapal warga negara Singapura yang berlidah 
cadel dan suka berteriak.

Om Ponijo mempunyai pengalaman yang sangat unik dan menarik. Pada waktu itu, 
karena sering kekosongan guru om Ponijo sering membantu menjadi guru sementara 
di SD di dusun kami.

Orang Binjai, sebagaimana pula orang-orang pinggiran sungai lainnya, menentukan 
arah merujuk kepada aliran sungai. Yaitu dulu, dilo, lembak dan darat. Dulu 
berarti arah di hulu sungai, dilo berarti arah di hilir sungai, lembak berarti 
daerah dipinggiran sungai sedangkan darat berarti daerah yang arahnya menjauh 
dari pinggiran sungai. Kami tidak menggunakan (tidak mengenal) mata angin 
timur, barat, selatan dan utara seperti yang di ajarkan di sekolah-sekolah.

Suatu hari, ketika sedang memberikan pelajaran mata-angin kepada murid kelas 
lima tiba-tiba seorang lelaki tua masuk kedalam kelas, ia serta merta 
menyalahkan om Ponijo yang sedang mengajarkan pelajaran penentuan arah yang 
berpatokan kepada matahari tersebut. Menurut lelaki tua itu, timur, barat, 
selatan dan utara itu tidak benar, alias salah besar. Yang benar menurut dia 
hanya dulu, dilo, lembak dan darat saja. Om Ponijo mencoba menerangkan kepada 
lelaki tua itu, tetapi dia tetap tidak mau menerima. “Selagi air sungai hanyut 
ke hilir dulu, dilo, lembak dan darat sajalah yang benar” cetus lelaki buta 
huruf itu ketus.

Kapten Harry Ho sedikit pemalas dan tidak mau repot-repot. Ketika juru mudi 
menanyakan berapa derajat seharusnya haluan kapal diarahkan, dengan santai dia 
bilang arahkan saja kearah matahari terbit. ABK lama semua sudah paham sifat 
beliau yang temperamental, tidak ada yang berani bertanya. Sebab kalau ditanya 
dia akan berteriak keras-keras. Suatu ketika ia minta tolong kepada ku 
menggantikan tugas jaganya untuk sementara. “Saya mau tengok atat”. Ia 
berpesan. Sebagai crew baru aku tidak mengerti apa yang ia maksud, lantas aku 
bertanya, apa itu tengok atat. Tiba-tiba saja matanya mendelik, telunjuknya 
mengacung-acung keatas. “Tengook ataaat…tau!!!!”, dia meninggalkan ku yang 
bertambah bingung.

Kapten Harry Ho seorang penganut Budha yang ta’at, ‘tengok atat’ berarti 
menengok Yang Diatas alias berdo’a (meditasi) menurut agama Budha. Setiap hari 
ia selalu meditasi. Memang lucu kedengarannya kalau Cina totok berbahasa 
Melayu. Waktu itu kapal kami tengah berada di samudera Hindia, dari Eropa 
menuju Singapura, jadi haluan kami ke timur, kearah matahari terbit.

Menatap matahari, kadang-kadang perasaan ingin tahu muncul. Bagaimana ia 
diciptakan?. Kata para ahli, penciptaan matahari tidak terlepas dari penciptaan 
jagat raya secara keseluruhan. Menurut teori Big Bang (Ledakan Dahsyat) jagat 
raya tercipta 13.7 milyar tahun yang lalu. Yang pada mulanya merupakan 
kumpulan-kumpulan materi dan energi yang sangat padat dan panas yang bertumpu 
pada satu titik. Tumpuan yang padat dan panas tersebut mengembang dan akhirnya 
meledak seperti balon yang ditiup terus menerus. Ledakan yang maha dahsyat itu 
menyemburkan benda-benda langit ke seantero jagat raya yang pada waktu itu 
masih kosong melompong. Sebagian semburannya menjadi benda-benda langit dan 
gugusan bintang-bintang atau galaksi-galaksi yang jumlahnya diperkirakan lebih 
dari 100 milyar galaksi.

Menurut seorang uztad yang aku ingat, selaras dengan ilmu pengetahuan modern 
tersebut diatas, 14 abad yang lalu Allah telah memberitahu umat manusia melalui 
nabi Muhammad SAW tentang asal muasal jagat raya yang pada mulanya memang 
merupakan kumpulan benda-benda langit dan bumi yang bersatu padu yang kemudian 
Ia pisahkan. (QS:Al-Anbiyaa30)..

Setelah pemisahan yang dilakukanNya, Allah menyengaja turun ke awang-awang yang 
masih diselubungi gugusan asap yang tebal Kemudian Ia memerintahkan langit dan 
bumi untuk datang kepadaNya dengan patuh maupun terpaksa. Bumi dan langit 
datang dengan patuh. Seterusnya Allah menjadikan tujuh lapis bumi dan tujuh 
lapis langit yang bertingkat-tingkat. Yang mana pada lapisan langit yang paling 
bawah Ia hiasi dengan bintang-bintang (QS: Fushshilat ayat 11-12).

Matahari adalah bintang besar yang berada dalam galaksi Bima Sakti (Solar 
System) yang terdiri dari 8 planet. Matahari adalah planet terbesar dalam 
galaksi ini. Penampangnya dapat memuat 109 buah bumi yang disusun, sedangkan di 
dalamnya ia dapat menelan sebanyak 1,3 juta buah bumi. Suhu di permukaan 
matahari ialah 6000 °C sedangkan suhu didalamnya 15 juta derajat Celcius. 
Hidrogen merupakan zat terbesar yang dikandung matahari jumlahnya 92.1 %. Untuk 
mengeluarkan energi dan sinar yang terang benderang yang kita lihat di siang 
hari setiap detiknya diperlukan 700 juta ton hidrogen yang dibakar menjadi abu 
helium. Pada saat proses tersebut sebanyak 5 juta ton energi murni juga 
terlepas ke angkasa. Sehingga seiring berlalunya waktu lama kelamaan matahari 
akan menjadi ringan karena gas yang dikandungnya akan makin berkurang. Menurut 
perkiraan para ahli, matahari sudah aktif semenjak 4,6 milyar tahun yang lalu. 
Sebagaimana kandungan minyak dan gas di perut
 bumi, lambat laun bahan bakar yang ada dimatahari juga akan habis karena 
proses pembakaran tersebut diatas. Pada akhir masa ‘hidupnya’ matahari akan 
memproses helium menjadi elemen yang lebih berat sehingga matahari akan 
membesar menjadi benda langit raksasa berwarna merah yang akan menelan 
benda-benda angkasa yang berada didekatnya termasuk bumi.

Sa’at ini menurut para ahli lingkungan hidup, keselarasan hubungan antara 
matahari dan bumi telah terganggu. Dalam bukunya yang berjudul An Inconvenient 
Truth, Al-Gore menyatakan bahwa sejatinya bumi adalah sebuah planet yang 
sempurna, sehingga ia sering di sebut sebagai planet Goldilocks, karena suhu di 
planet ini sangat ideal. Energi matahari yang dipancarkan berbentuk gelombang 
sinar menembus atmosfir dan memanaskan bumi. Sebahagian energi itu memantul 
kembali ke udara dalam bentuk gelombang infra merah yang akan di serap oleh 
atmosfir. Energi yang terperangkap dalam atmosfir tersebut menjaga kestabilan 
temperatur bumi sehingga ia senantiasa berada pada batas yang ideal bagi 
manusia. Tidak seperti di planet Venus, gas rumah kaca disana terlalu tebal 
sehingga temperatur terlalu panas. Sedangkan di planet Mars gas rumah kaca 
hampir tidak tersedia sehingga suhu disana terlalu dingin.

Akan tetapi kesempurnaan temperatur bumi yang dianugerahkan Yang Maha Kuasa 
ini, menurut Al Gore telah di rusak oleh manusia sendiri. Gas rumah kaca makin 
banyak di hasilkan, karbon dioksida dibuang kelaut menghambat perkembangan 
batu-batu karang yang sangat penting bagi kelangsungan hidup binatang-binatang 
laut. Ozon makin menipis, bumi menjadi semakin panas. Tahun 2007 ini suhu bumi 
diperkirakan oleh para ahli akan naik setinggi 0.54 °C. Gejala ini di 
istilahkan sebagai global warming (pemanasan global). Akibatnya gunung-gunung 
es di Grenada dan Antartika akan mencair. Pencairan tersebut akan 
menenggelamkan permukaan bumi kedalam laut. Menurut menteri lingkungan hidup 
Rahmat Witoelar Indonesia akan kehilangan 2000 buah pulau pada tahun 2030 nanti.

Selain global warming ada juga yang disebut global dimming (peredupan global) 
yang ikut berperan dalam merusak planet bumi ini. Sebagaimana global warming, 
ia pun disebabkan oleh ulah (keserakahan) manusia. Global dimming di sebabkan 
karena makin bertambah banyaknya partikel aerosol yang berada di atmosfir. 
Partikel aerosol beserta debu-debu polusi menyerap energi dari matahari dan 
mementulkannya kembali ke udara. Selain itu debu-debu polusi juga mempunya 
sifat pengurai, ia mengurai awan menjadi butiran-butiran air yang banyak. 
Semakin banyak butiran air, semakin besar sifat pemantulannya ke udara. Selain 
itu butiran-butiran air yang dihinggapi oleh debu-debu polusi di dalam awan 
akan menghalangi sinar matahari yang akan menembus bumi.. Bahkan sebaliknya ia 
juga memantulkan kembali energi matahari tersebut ke angkasa. Karenanya di 
beberapa tempat energi matahari yang mencapai bumi akan berkurang. Akibatnya 
bisa merusakkan tatanan lingkungan hidup dan
 dapat menyebabkan musim kemarau yang berkepanjangan di suatu wilayah.

Meskipun global warming dan global dimming adalah dua buah gejala kerusakan 
alam yang berbeda namun penyebabnya adalah satu yaitu manusia. Perlombaan 
pembangunan gedung-gedung kaca pencakar langit, kilang-kilang industri, sarana 
transportasi, komunikasi, senjata, reaktor nuklir, penempatan satelit di ruang 
angkasa dsb, yang menghasilkan karbon dioksida secara besar-besaran terbukti 
telah merusak keselarasan jagat raya yang dipercayakan oleh Yang Maha Kuasa 
kepada kita untuk menjaganya.

Menurut pendapat lain, bukan mustahil sering terjadinya bencana akhir-akhir ini 
merupakan bentuk protes alam terhadap kita yang tidak memperlakukannya secara 
arif. Ataupun sebagaimana kodratnya ia adalah tahapan-tahapan perjalanan menuju 
janji Allah yang tentunya akan Ia tepati, yaitu kiamat.

Benar atau tidaknya pendapat tentang tahapan-tahapan tersebut diatas tidak ada 
yang pasti, akan tetapi menurut para ahli, seriring dengan perjalanan waktu, 
perputaran bumi yang kita huni ini semakin lama akan menjadi semakin lambat, 
karena ia kehilangan energi kinetis yang di sebabkan oleh gesekan-gesekan pada 
permukaanya seperti adanya gempa laut, debu galastis angkasa, pengaruh cuaca 
angkasa luar, badai geomagnetis dan sebagainya.

Berita yang dirilis oleh NASA tanggal 10 Januari 2005 menyebutkan bahwa gempa 
yang menyebabkan Tsunami di lepas pantai Aceh tahun 2004 telah menyebabkan 
beberapa perubahan pada planet bumi kita. Panjang hari berkurang 2,68 mikro 
detik, rotasi bumi terganggu, bentuk bumi berubah tipis karena meratanya 
sebagian kecil cembungan diatas khatulistiwa. Selain itu kutub utara bumi 
bergeser sejauh 2.5 cm kearah 145° bujur timur. Pergeseran ini disebabkan oleh 
berpindahnya massa (berat bumi) dari satu titik ke titik yang lain secara besar 
besaran

Mambaca fakta tersebut diatas, ternyata selain menghilangkan ratusan ribu jiwa 
manusia, gempa bumi yang terjadi di satu titik epi-center di lepas pantai Aceh 
tersebut telah memberikan pengaruh yang sangat berarti terhadap planet bumi 
yang kita huni ini. Maka timbul berbagai macam pertanyaaan. Bagaimana kalau 
tiba-tiba gunung-gunung es di kutub runtuh secara mendadak, menimbulkan 
gelombang laut yang besar sehingga menggetarkan dasar laut, patahan-patahan 
tektonik jadi ambruk karenanya. Berapa besar gulungan ombak tsunami yang akan 
melumatkan pantai?. Berapa milyar kubik air laut yang akan masuk kedalam 
sungai?. Seberapa deras arus terbalik yang akan diciptakannya? Bagaimana dengan 
rotasi bumi? Porosnya akan berpindah tempat. Tidak mustahilkah kalau ia akan 
berhenti bergerak atau bahkan berputar kearah sebaliknya?.

Manusia berlomba sesamanya, mereka menciptakan alat dan mesin-mesin super 
modern untuk mengantarkan mereka menuju supremasi dunia. Namun apa akibatnya, 
bumi tidak sanggup menanggung beban yang sangat berat tersebut. Ia batuk-batuk. 
Ia terluka disana-sini. Bumi menangis. Takdir dan tahapan-tahapan memang sudah 
ditetapkanNya, tetapi kenapa manusia mempercepatkannya.

Kembali menatap matahari, aku jadi membayangkan bagaimana kalau energi 
didalamnya habis. Helium akan ditransforamsikan menjadi elemen yang lebih 
berat, fisik matahari akan membengkak. Seperti bola raksasa yang menyala ia 
melayang-layang menghampiri bumi yang ketakutan. Bumi terpanggang, tidak hanya 
gunung-gunung es di kutub yang akan mencair. Tetapi bunga-bunga es di dalam 
kulkas anda pun tidak akan tersisa. Semua akan mencair menenggelamkan 
pulau-pulau dan benua yang sudah semakin gundul ini. Berjuta-juta kali lebih 
dahsyat dari lumpur Lapindo, cairan di dalam perut bumi menggelegak, ia 
menyemburat keatas meruntuhkan gunung-gunung yang karenanya melayang-layang 
seperti bulu burung yang ditiup angin. Goncangan amat dahsyat, perpindahan 
massa bumi tidak beraturan. Rotasi bumi tidak lagi berjalan, ia malah berputar 
kearah sebaliknya. Dari arah laut gulungan-gulungan ombak menyapu pesisir 
pantai, kuala sungai runtuh, tebing-tebing dipinggirnya longsor
 karena tidak sanggup menahan air laut yang mendesak hanyut ke hulu sungai.

Di dusun Binjai, aku mendapati lelaki tua yang buta huruf kebingungan, ia 
berlari bolak balik seperti setrikaan. Dia tidak tahu lagi mana dilo dan mana 
dulu sebab hari ini sungai tidak lagi hanyut kehilir. Hari ini sungai hanyut 
kehulu.

Di samudera Hindia kudapati sang juru mudi dengan mata merah menyala. Ia 
keheranan karena kapalnya tidak pernah tiba di Singapura. Perintah nakhoda 
mengarahkan haluan ke matahari terbit sudah ia lakukan, sampai-sampai matanya 
memerah tersengat cahaya. “Ya!”, kata seekor burung camar yang lewat. “Kamu 
tidak akan pernah tiba di Singapura sebab hari ini matahari tidak lagi terbit 
dari sabelah timur. Hari ini matahari terbit dari sebelah barat”..

Ingin berlari, aku mencoba menyingsingkan betis, namun seseorang memperingatkan 
bahwa aku tidak mempunyai sekelumit waktu bahkan untuk lari dari ketakutanku 
saja. Dalam kegalauan itu tiba-tiba sekali lagi nakhoda cadel yang suka 
berteriak melintas dibenak ku, ia menunjuk-nunjuk keatas, aku mengikuti arah 
telunjuknya. Disana kudapati matahari berada diatas sepenggala, langit putih 
berkilau bagaikan luluhan perak. Kapten Harry Ho membentak-bentak, ia geram 
melihat kebodohanku. Bukan menengok keatas langit yang ia maksud. Dengan suara 
cadel dan mata mendelik ia berteriak sekuat tenaga, 
“Tengoookk…ataaaaat,….tau!!!!”. Hah! Sekarang aku baru ingat dan mengerti apa 
yang ia maksudkan. (Kuwait, 03 April 2007)

Referensi :
Kitab Suci Al-Quran
http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Universe_expansion.png
http://www.solarviews.com/eng/sun.htm
An Inconvenient Truth, Al Gore
http://en.wikipedia.org/wiki/Global_dimming
http://www.jpl.nasa.gov/news/search.cfm
Lain-lain


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke