Hukum
Pygmalion - Hukum Berpikir Positif ..
Pygmalion adalah
seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat
patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu
menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya.
Pygmalion dikenal sebagai orang
yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang
baik.
*
Apabila lapangan di
tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah,
lapangan yang lain tidak sebecek ini."
*
Ketika ada seorang
pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik,
"Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu
mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".
*
Ketika anak-anak
mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba,
"Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di
rumahnya."
Itulah pola pandang
Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru
dari
segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia
mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.
Pada suatu hari
Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu
berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti
manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.
Kawan-kawan Pygmalion
berkata, "Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu."
Tetapi Pygmalion
memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu
ditatapnya dan dielusnya.
Para dewa yang ada di
Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap
Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,
yaitu
mengubah patung itu menjadi manusia betul.. Begitulah, Pygmalion hidup
berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh
negeri Yunani.
Nama
Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang
positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang,
seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.
Misalnya,
*
Jika kita bersikap
ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
*
Jika kita
memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul
menjadi cerdas.
*
Jika kita yakin bahwa
upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan
separuh
keberhasilan.
* jika kita yakin Ijasah Palsu itu bermasalah, besar sekali kemungkinan
Sindikat pelaku pembuat Ijasah Palsu tersebut terungkap or tertangkap
Dampak
pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.
Pikiran kita memang
seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik
positif maupun negatif.
*
Kalau kita menganggap
tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya
dia betul-betul menjadi judes.
*
Kalau kita mencurigai
dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak
jujur.
*
Kalau kita sudah putus
asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya
kita betul-betul akan gagal.
* kalau kita sudah berpikir ngak ada nyali ngebahasnya, akhirnya betul-betul
ngak akan di bahas-bahas
Pola pikir Pygmalion
adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan
atau
seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif
seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk
tentang orang lain.
Kita
tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak
menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau kita berpikir
buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang
buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah
perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga,
"Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya
cuma
barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.
Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia.
Sebaliknya, kalau kita
berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan
syukur,
"Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."
Warna
hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita
pakai.
*
Kalau kita memakai
kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan
suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan
tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau
benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata
yang damai akan menjadikan hidup kita damai.
Hidup akan menjadi
baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri
sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan.
Berpikir baik tentang Tuhan.
Dampak berpikir baik
seperti itu akan kita rasakan.. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa
dipercaya. Tetangga menjadi akrab.
Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah.
Seperti Pygmalion, begitulah.
MAKE
SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people
only........ ....how nice!!!!
Recent Activity
34
New Members
Visit Your Group
Give Back
Yahoo! for Good
Get inspired
by a good cause.
Y! Toolbar
Get it Free!
easy 1-click access
to your groups.
Yahoo! Groups
Start a group
in 3 easy steps.
Connect with others.
.