terima ksh atas infonya bapak tersebut.
bapak joni dari medan ya.atau org dari stip ....?
kalau bapak sdh tau itu permainan lama,tapi kenapa sampai sekarang permainan
lama tsb masih saja berjalan.jaman sekarang jaman modern kenapa sistem jaman
dulu itu masih saja berjalan. apa karena bapak-bapak yg duduk sbg pengelola
badan diklat, apa lagi stip sebagai tempat seleksinya para pelaut masih saja
kebobolan dengan permainan lama tersebut. apa bapak-bapak tsbt harus
dimodernisasi dulu biar tdk ada lagi pembobolan ijasah palsu tersebut berjalan.
kami cm minta keadailan dari bapak-bapak yg berkompeten, dimana letak
keadilan bapak-bapak dengan para taruna yg benar-banar mengikuti masa
perkuliahan sampai 4 thn, belum lagi harus menanggung penderitaan selama
setahun dalam masa prola.belum lagi pungutan-pungutan selama masa kuliah n masa
persiapan ujian dan kalau diperhitungkan lebih dari nilai nominal yg diberikan
para taruna palsu tsbt hanya 30 - 40 jt.
kalau bapak bilang stip cuma sbgai tempat retraining para taruna,kenapa para
pemegang ijasah palsu tsbt bila ditanya lulusan mana mereka selalu menjawab
dari stip,kenapa tidak membawa almamater dari sekolah swasta yg bapak sebut
tadi.
ada satu contoh kasus,dimana ada rekan pelaut kita yg pada tnggal 25 oktober
kemarin baru selesai kontrak.dan ybs akan pulang untuk mengikuti progaram
taruna palsu tsbt.dan perlu bapak ketahui ybs sdh menggembor-gemborkan masalah
ini kepada rekan-rekan pelaut yang ada ditaiwan terutam para rating dan
mengajak mereka utk ikut.ibarat kata promosi kali ya.....
yg bersangkutan adalah "nur salim" kelahiran bangkalan.yg saat ini hanya
menjabat oiler diatas kapal.ybs hanya memegang cert ATTD. bukan nya heboh kata
orang dari attd langsung loncat ke ATT-III.
kalau bapak-bapak masih ada rasa sepenanggungan sbgi sesama pelaut coba
masalah ini diselesaikan sampai tuntan hingga kaki tangannya bisa ketangkap.
utk itu kepada bapak kepala stip yg baru.kami minta tlg dibentuk satu tim
dari personal bapak utk menangani masalah ini,jangan cm sibuk mau cari jalan
apa biar para pelaut tiap tahun harus mengikuti penyegaran dari
certifikat-certifikat yg sdh ada. tapi tolong jg masalah ini
diperhatikan,karena ini semua untuk menaikan standard pelaut kita diluar negri.
kita para pelaut jangan cm saling berdebat,tapi cari dong solusinya bagaimana.
ok,thanks all.
"jonny.sitinjak" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Modus operandi ijazah yg dimaksud tmn kita yg kemarin dah lama
terjadi.Itu dilaksanakan oknum2 di akademi swasta di jkt sana,dengan membayar
sktr 30-40 jt an orang tsbt lgsg trdaftar sbg taruna dan data2&nila&pakain
dinas dr org tsbt sudah lgkp dan lgsung bisa mengikuti ujian negara walaupun
dia tak pernah ikut duduk dikelas dan dijamin lulus setelah ujian negara pra
prola lulus org tsbt prola.setelah prola selesai dia mengikuti mondeling di
pusdiklat dan setelah lulus möndeling dia ikut program retraining di STIP JKT
selama 3 bulan. dan stlh 3 bulan langsung ujian negara praprola,kl lulus baru
dapat ijazah tingkat 3.jadi tak benar ttg ijazah aspal dari STIP sana,soalnya
STIP cuma tempat program Retraining yg ditunjuk Pusdiklat hubla,jadi info teman
kita kurang benar mengatakan ijazah aspal dari STIP.
---------------------------------
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!