Kemaren Senin dalam workshop kebijakan pemerintahan dilaut, ketemu Capt Yan Rusuandi, Kepala STIP yang baru, beliau mengeluhkan susah mencari dosen, jadi terpaksa stok lama, dengan ilmu lama. Banyak dosen yang masih alergi dengan komputer, apalagi internet.
Yah beginilah dunia kepelautan kita. Pelaut maunya kwalitas tinggi tapi bayar murah kan? Salam Darul Thanks & Best Regards http://www.indonesianseafarer.com http://west-sumatra.com http://www.dr-net.biz http://darulmakmur.wordpress.com http://darultda.blogspot.com http://parapatiah.multiply.com http://candaung.wordpress.com http://mcvida-construction.blogspot.com 2008/10/27 leonis hadar <[EMAIL PROTECTED]> > masalahe dosen2 Senior belum pada pensiun Pak...jadi rekan2 kita yg jadi > dosen muda dengan wawasan baru dan dan disekolahkan ke > Jepun,sweden,kingpoint pun terbentur tembok...begitu juga yang duduk di > badan diklat wajah senior semua S3 (Sangat Senior Sekale) banyak ilmu2 jadul > kecuali Penpos pakai sextant tetap wajiblah bagi orang deck kudu bisa meski > GPS sekarang canggih...daripada pelajaran jadul lebih baik digantikan dengan > silabus2 baru atau jam kuliah olah gerak kapal dengan simulatornya ditambah > agar kadet2 jadi lebih oke saat manuver ,Corps Tehnika juga begitu kasih > tambahan ilmu urus mesin langsung dari makernya misal High Speed Disel > Caterpilar termasuk settingannya..dll ,buat KTK kuatin urusan export-import > ,urus Shipping Port disamping english & computernya harus oke juga > kalau semuanya pada ada keinginan maju pasti ada jalan...namun Kapten nggak > mungkin bisa menggantikan Kolonel khan meski kapten tersebut cerdas... > karena Sang Kolonel lebih memilih menikmati waktu menjelang > pensiunnya....daripada bersusah payah mencoba hal baru . > namun banyak juga kawan2 yg sudah mulai berubah cara berfikirnya dibanding > 10 tahun lalu...maju terus pantang mundur...jangan lagi adu otot tapi > berlomba menuju era digitalisasi ...siapa yg menguasai tehnologi ..makan > perannya lebih besar...dibanding yg cara tradisional. >
