Rabu, 29/10/2008 18:05 WIB PM Jepang akan berdoa untuk Endang Aripin oleh : Antara
Cetak Kirim ke Teman Komentar TOKYO (Antara): PM Jepang Taro Aso menurut rencana akan memimpin doa dan menyerahkan karangan bunga untuk mengenang kepahlawanan yang ditunjukkan almarhum Endang Aripin, trainee asal Indonesia, dalam suatu upacara khusus yang diselenggarakan oleh Kepolisian Jepang di Tokyo. Menurut daftar acara yang diterima Antara di Tokyo, hari ini, pemerintah Jepang melalui Mabes Kepolisian Nasional Jepang (NPA) akan menyelenggarakan upacara khusus "Penghormatan bagi Para Martir" besok, yang diperuntukkan bagi orang-orang yang berkorban demi kepentingan yang lebih mulia. Endang Aripin (21), trainee (pekerja magang) asal Cirebon, Jawa Barat, rela mengorbanan nyawanya demi menyelematkan dua remaja Jepang yang terseret arus laut di pantai kota Hyuga, Propvinsi Miyazaki pada Agustus 2007. Dua siswi SMP Jepang itu berhasil diselamatkan, namun Endang sendiri malah terseret arus laut dan kehilangan nyawanya. Jasad Endang Aripin baru ditemukan keesokan harinya oleh pihak penjaga pantai dan kepolisan Jepang. Selain PM Taro Aso, sejumlah menteri juga akan menghadiri upacara tersebut mengingat tindakan yang dilakukan Endang merupakan sikap kepahlawanan yang sangat dihargai dalam kebudayaan masyarakast Jepang. Dubes RI untuk Jepang Jusuf Anwar mengatakan tindakan Endang Aripin telah mengharumkan nama Indonesia di masyarakat Jepang dan menunjukkan semangat berkorban yang saat ini justru semakin menipis di kalangan pemuda Indonesia. "Kita patut berbangga ada pemuda Indonesia yang mendapat tempat di hati rakyat dan pemerintah Jepang secara khusus. Apa yang ditunjukkan Endang Aripin merupakan pengorbanan yang meninggikan citra Indonesia," kata Dubes. Sementara itu, orang tua dari Endang Aripin, Wasji, 49, dan isterinya, Saeni binti Cala, bersama dua anaknya mereka, tiba di Tokyo, setelah menempuh penerbangan nonstop enam jam dari Jakarta. Mereka disambut oleh Wakil Dubes Ronny P Yuliantoro bersama sejumlah diplomat lainnya di lobi hotel Grand Arc Hanzomon, Tokyo. Suasana haru langsung menyelimuti keluarga dan sejumlah hadirin saat Wakil Dubes memeluk Ny. Saeni binti Cala, ibunda Endang Aripin. Isak tangis pun terdengar lirih dari anggota keluarga lainnya, termasuk dua diplomat Indonesia yang sejak pagi ikut menjemput orang tua Endang Aripin di bandara Narita. "Terima kasih Pak telah menyambut kami dengan baik," kata Saeni binti Cala lirih. Endang Aripin sebelumnya memiliki cita-cita ingin menjadi tentara dan mengirimkan kedua orang tuanya ke Mekkah menunaikan ibadah haji. Namun, harapannya itu tidak dapat terwujud. "Dia merupakan tulang pungung keluarga kami. Makanya kami sangat kehilangan saat tahu dia berkorban nyawa untuk orang Jepang. Namun karena yang dilakukannya mulia, kami mengikhlaskannya," kata Wasji, yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu. Wasji lantas berdiskusi kepada Wakil Dubes agar putranya yang bungsu bisa disekolahkan hingga universitas oleh pihak Jepang. Agar putranya yang bungsu itu bisa tetap menjadi jembatan penerus hubungan Indonesia- Jepang.(yn) Cetak Kirim ke Teman Komentar bisnis.com -- Thanks & Best Regards http://www.indonesianseafarer.com http://west-sumatra.com http://www.dr-net.biz http://darulmakmur.wordpress.com http://darultda.blogspot.com http://parapatiah.multiply.com http://candaung.wordpress.com http://mcvida-construction.blogspot.com
