Bukan main untaian kata Pity_Ok ini, benar2 OK banget dan menembus ke relung hati nan dalam, dalam sedalam samudra Atlantik. Terasa badan dibawa rona indah dan meriah. Merawah nun kedalam lubuk tempat memupuk cinta.
Betul kata anda, eh kata ibu anda, bahwa cinta, tumbuh. berkembang dan bersemi, akan terserah kepada yang menyiramnya. Asal disiram dengan ketaqwaan, insyaAllah akan mekar dalam tuntunannya. Tidak ada rumus atau cara canggih dalam membina dan memupuk cinta. Kalau sudah sama-sama ingin membinanya niscaya tanpa terasa akan mengalir kesana. Yang paling penting, kalau membina cari persamaan sebanyak-banyaknya, kecilkan dan buang semua perbedaan yang ada. Jika ditemukan jua perbedaan, cari jalan keluar menyelesaikannya. Orang tua-tua bilang, tidak ada benang kusut yang tak dapat diuntai, tidak ada masalah yang tak dapat diselaesaikan, asal semua pihak sama mau menyelesaikannya. Nan paling penting ya itu tadi, cari persamaan dan pupuk dengan pengertian. Jadilah saliang mengisi satu sama lainnya, jika terjadi perbedaan, coba beruduk dan sholat dulu (jika anda muslim(ah) tentu). InsyaAllah jalan lurus akan ditunjukannya. Salam El Capitano On Thu, Oct 30, 2008 at 12:18 PM, pity_ok <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > siang mb ria, > > kalo menurut saya yang penting adalah komunikasi > komunikasikan kemauan dari kedua belah pihak > apa keinginan anda & pasangan > ditambah lagi keluarga paling gak orang tua (terutama ibu) > biar yang nikah cuman anda dan pasangan, tapi inti dari pernikahan > kan menggabungkan 2 keluarga > > > -- Thanks & Best Regards http://www.indonesianseafarer.com http://west-sumatra.com http://www.dr-net.biz http://darulmakmur.wordpress.com http://darultda.blogspot.com http://parapatiah.multiply.com http://candaung.wordpress.com http://mcvida-construction.blogspot.com
