Betul bung momod eh Bung Budiman. Kalau mau banyak jalan, kalau malas calon
pelaut jadi korban. Banayak dosen yang masih stok lama, habis yang stok baru
nggak mau jadi dosen. Kita harus cari jalan keluarnya. Ayo pada ngusul
seperti yang ditulis bung Budiman ini.

Eh ada berita gembira nih, tapi buat sebagian tentunya. Ini bukan buat STIP
yang sudah di subsidi lama, hasil subsidi pada lari keperusahaan asing, Jadi
penikmat subsidi orang eh perusahaan asing jadinya. Eh kok melenceng, maaf
ya, ini hasil omongan sama Hanafi R, sang presiden KPI kemaren.

Kembali ke berita baik, karena anggaran pendidikan kini menuju ke 20% APBN,
jadinya uang banyak di Depdikbud, sehingga banyak jalan untuk
memanfaatkannya kini. Kemaren APPMI diundang presentasi oleh Depdikbud,
untuk mendapatkan masukan kemana subsidi mereka akan diarahkan. Mereka
memanggil APPMI, karena kelihatan anggotanyalah yang keteran selama ini
untuk mengikuti standard STCW, karena swadaya sih dan anak tiri negara.

APPMI menyarankan supaya training dosen yang diutamakan, mudahan proposal
APPMI dapat keterima, nanti bisa juga seperti sarang bung Momod dibawah,
nanti diusulkan beli buku, beli yang lainnya.

Salam
Sri

2008/10/30 bbudiman <[EMAIL PROTECTED]>

>   Salam Pelaut,
>
> Jadi jangan hanya Pelautnya saja yg direfreshing, dosennya juga.
>
> Mengomentari keluhan Capt.Yan ada beberapa usulan/saran:
>
> 1. Dosen diberi kesempatan naik dikapal baru sekitar beberapa bulan
> utk mengenal peralatan baru dan sekalian penggunaan secara
> operasionalnya dikapal. Sy pernah membuat usulan spt ini dengan uang
> saku segala. Sdh diapproved sayang Sampet keburu tutup. Kalau hanya
> berlayar dgn cuti tanpa dibayar mungkin antrinya lama dan/atau ada
> alasan lain yg sy nggak tahu.
>
> 2. CAAIP pernah mengusulkan agar Senior mau memberi kuliah agar
> kesenjangan teori dan praktek juga pengenalan alat-alat baru bisa
> diatasi. Ini usulan yg bagus. Tinggal pelaksanaannya bagaimana ?
> Kendalanya apa ?
>
> 3. Kalau soal teori sebetulnya sekarang dgn adanya internet bisa
> didapat dengan sangat mudah.
>
> 4. point 1 dan 2 mungkin dilaksanakan resmi utk dan oleh sekolah.
> tetapi GPI ataupun siapa saja bisa juga mengadakan hal yang sama. Dari
> beberapa pengalaman, Pelautnya yg ogah ogahan. Jokenya "Gratis aja
> nggak ada yg datang apalagi bayar"
>
> 5. Buku buku juga banyak tinggal ada nggak yg mau baca. GPI mungkin
> bisa beli edisi asli kemudian dibuatkan ringkasannya yg murah meriah.
> Tinggal Pelautnya mau beli atau hanya foto copy. Yg nanggung biayanya
> sopo ? Jadi sekali lagi harus ada kebersamaan.
>
> 6. Dalam PP 17 yg baru perusahaan pelayaran harus ada semacam tanggung
> jawab sosial antara lain menyediakan tempat utk kadet, menyumbang buku
> utk perpustakaan. Mungkin kalau GPI mau bisa membuat proposal dan
> mengikut sertakan perusahaan kapal sebagai bentuk CSR perusahaannya
> (Ingat ada CSR perusahaan besar Indonesia pelaksanaan CSR nya dipegang
> oleh LSM Australia. Kenapa kita nggak bisa?.... nggak dipercaya?)
>
> Salam dan sukses selalu
>
> --- In [email protected] <pelaut%40yahoogroups.com>, "Darul M"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Kemaren Senin dalam workshop kebijakan pemerintahan dilaut, ketemu
> Capt Yan
> > Rusuandi, Kepala STIP yang baru, beliau mengeluhkan susah mencari dosen,
> > jadi terpaksa stok lama, dengan ilmu lama. Banyak dosen yang masih
> alergi
> > dengan komputer, apalagi internet.
> >
> > Yah beginilah dunia kepelautan kita. Pelaut maunya kwalitas tinggi tapi
> > bayar murah kan?
> >
> > Salam
> > Darul
> >
> >
> > Thanks & Best Regards
> > http://www.indonesianseafarer.com
> > http://west-sumatra.com
> > http://www.dr-net.biz
> > http://darulmakmur.wordpress.com http://darultda.blogspot.com
> > http://parapatiah.multiply.com http://candaung.wordpress.com
> > http://mcvida-construction.blogspot.com
> >
> >
> >
>

Kirim email ke