Sambutlah salam Sang Matahari Pagi Lihatlah Semangat dan Sorotan sinar paginya Itu pertanda kita dipertemukan dengan hari ini Kita dipertemukan dengan kehidupan dan kehidupan
Nikmatilah hari baru yang indah Pekerjaan indah yang menunggu Kemenangan indah yang menantimu Karena hari kemarin telah menjadi mimpi Dan hari ini adalah kehidupanmu Setiap hari esok adalah bayangan penuh harapan Maka ketika menjumpai Sang Matahari pagi Sambutlah Sang Matahari Pagi dengan semangat kemenangan Karena hari ini adalah Hari Sempurna milikmu Sambutlah dengan kemenangan indah bagimu Cibubur, 2 Nopember 2008 Salam Penuh Harapan Eko Jalu Santoso _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of bbudiman Sent: Sunday, November 02, 2008 5:26 AM To: [email protected] Subject: [pelaut] nenek moyangku seorang pelaut (dulu dan sekarang) Dulu : nenek moyangku orang pelaut gemar mengarung luas samudra menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa angin bertiup layar terkembang ombak berdebur di tepi pantai pemuda berani bangkit sekarang ke laut kita beramai-ramai Sekarang : Nenek moyangku seorang pelaut Yang gagah dan berani Mengarungi samudra setiap hari Anak dari anak nenek moyangku Juga seorang pelaut Namun tidak mengarungi samudra setiap hari Bukan kurang gagah atau berani Tapi karena harga bahan bakarnya semakin tinggi Nenek moyangku seorang pelaut Yang gagah dan berani Mengitari samudra dari setiap segi Anak dari cucu nenek moyangku Juga seorang pelaut Namun tidak mengitari semua segi Bukan kurang gagah atau berani Tapi karena sekarang ada pulau-pulau yang milik pribadi Nenek moyangku seorang pelaut Yang gagah dan berani Mengelilingi samudra siang dan malam hari Anak dari cucu nenek moyangku Juga seorang pelaut Juga tidak mengelilingi samudra malam dan siang hari Bukan kurang gagah atau berani Tapi karena sekarang lautnya dijual keluar negeri http://www.emfajar. <http://www.emfajar.net/indonesia/nenek-moyangku-seorang-pelaut/> net/indonesia/nenek-moyangku-seorang-pelaut/
