dYang lagi gawean..end bete..yuukk ..ha..ha..
Gara-gara
Obat Kuat

 
  
   
  
  
   
  
 
 
  
   
  
  
   
  
 


SUATU pagi, seorang perempuan bertanya kepada suaminya,
"Mau sarapan? Aku buatkan burger ya, dan secangkir kopi."

Si Suami menolak. "Gara-gara obat kuat aku tak nafsu
sarapan," katanya.

Siang harinya kembali si istri bertanya kepada suaminya,
"Aku buatkan steakayam
atau daging sapi, ya?"

Si suami
menggeleng. "Thanks, sayang. Gara-gara obat kuat aku jadi tak ingin makan
siang."

Malampun
tiba, dan istri bertanya kepada suaminya, "Bagaimana kalau kita makan di
restoran Italia?"

Si suami
menggeleng sambil berkata, "Thanks. Obat kuat membuatku kehilangan nafsu makan 
malam."

Si istri kehilangan kesabaran. Ia lalu membentak,
"Kalau begitu, kamu turun dong! Dari semalam kamu di atas tubuhku. Aku lapar
tau!"

Helikopter Puma Jatuh


 
  
   
  
  
   
  
 
 
  
   
  
  
   
  
 
 
  
   
  
  
   
  
 


PERISTIWA
jatuhnya helikopter Puma di sebuah daerah tengah diselidiki oleh Komite
Nasional Keselamatan Transportasi. Petugas penyidik menginterogasi si pilot
helikopter yang selamat dari kecelakaan itu.

"Apa
mesin helinya rusak?" tanya petugas.

"Tidak,
Pak. Kondisi mesin heli bagus dan sempurna," jawab pilot.

"Lalu
apa penyebab kecelakaan helikopter tersebut?" tanya petugas lagi.

"Karena
kedinginan," jawab pilot singkat.

"Kedinginan?"
petugas keheranan.

"Iya,
Pak. Waktu masih terbang rendah 1.000 kaki, tidak terasa kedinginan. Pas berada
pada ketinggian 5.000 kaki, makin lama makin dingin. Ya saya matikan saja
baling-baling yang di atas," jawab pilot singkat. [

 

Wasiat
Dokter


 
  
   
  
  
   
  
 
 
  
   
  
  
   
  
 


SEORANG dokter mata telah meninggal dunia. Sebelumnya ia
pernah berwasiat agar batu nisan kuburnya dipahat gambar mata.

Seminggu kemudian, seorang dokter jantung meninggal
dunia, Sebelumnya ia juga pernah berwasiat agar batu nisannya diberi gambar
jantung.

Seorang dokter kelamin sedang sakit berat. Namun,
berkali-kali ia berwasiat agar jika meninggal dunia batu nisannya tidak diberi
gambar apapun. [L1]

Risiko
Minum Obat Sekaligus


 
  
   
  
  
   
  
 
 
  
   
  
  
   
  
 


SEORANG
pasien rawat inap bertanya kepada dokternya. "Bagaimana kesehatan saya,
Dok?" tanyanya.

"Nggak
apa-apa, kok. Dengan minum obat teratur, Anda akan cepat sembuh."

"Bagaimana
kalau saya minum obatnya sekaligus, Dok?" tanya pasien itu lagi.

"Nggak
masalah. Paling Anda cuma akan pindah kamar," jawab dokter itu lagi.

"Berarti
saya sembuh, Dok?" tanya pasien dengan nada riang.

"Nggak.
Cuma akan pindah ke kamar mayat," jawab dokter itu kalem. [L1]


Malam
Pertama Ibarat Penjahat


 
  
   
  
  
   
  
 
 
  
   
  
  
   
  
 


SEORANG pengantin baru sedang bersiap menikmati malam
pertama mereka. Pengantin perempuan berkata, "Mas, aku masih perawan dan
tidak tahu apa-apa tentang seks. Maukah Mas
menerangkannya lebih dulu sebelum kita melakukannya?"

"Seks
itu sederhananya begini. Kita umpamakan penjara, punya kamu selnya dan punyaku
pejahatnya. Di penjara, penjahat harus dimasukkan ke dalam sel," terang
pengantin lelaki.

Lalu mereka
pun mulai bercumbu mengarungi lautan asmara.

Ketika sudah
selesai dan si pengantin lelaki sedang berbaring akan memejamkan mata, si
pengantin perempuan berkata, "Mas, penjahatnya lepas."

Pengantin lelaki pun mulai lagi memasukkan 'penjahatnya'.
Rupanya si pengantin perempuan sangat menikmati hubungan asmara yang baru
pertama kali ini ia rasakan. Setiap kali selesai berhubungan seks, ia selalu
mengatakan bahwa penjahatnya lepas atau melarikan diri, keluar dari selnya.

Setelah sekian kali, si pengantin lelaki dengan nafas
terengah-engah berkata, "Dik, penjahat yang ini tidak menjalani hukuman
seumur hidup." [L1]

 

Lurah
Terpilih Terima Banyak 'Amplop'


 
  
   
  
  
   
  
 
 
  
   
  
  
   
  
 


IWAN baru saja diangkat sebagai lurah di desanya. Ia lalu
mengadakan pesta syukuran. Banyak yang memberinya hadiah, termasuk 'amplop'
tentunya.

Setelah acara selesai, Iwan dengan anak istrinya sibuk
menghitung satu persatu amplop yang telah diterima. "Wah Bukan main!
banyak sekali!" gumamnya.

Tetapi mengetahui hal itu, Abi anaknya, justru menjadi
sangat kecewa.

Ia segera berlari keluar dan menangis di ruang tamu.
Ibunya langsung memburu dan bertanya kepadanya, "Kenapa menangis Abi?
Bukankah seharusnya kamu gembira, Bapak menerima banyak amplop. Nanti kamu bisa
dibelikan baju baru, mainan, dan macam-macam hal yang menyenangkan."

"Tidak. Abi tidak mau Bapak jadi Lurah."

"Lho, mengapa kamu tidak setuju kalau Bapak jadi
Lurah, 'kan kita bisa terima banyak amplop," jelas ibunya.

"Dari dulu 'kan Abi sudah bilang, supaya bisa terima
amplop lebih banyak lagi, sebaiknya Bapak kerja di kantor pos saja." [L1]

 


      

Kirim email ke