maaf koreksi menurut kosa kasa jepang yg benar adalah *Ganbaru* bukan
Gambaru dan jg Ganbaru kudasai (頑張ってください) bukan Gambattekudasai ......


Pada 16 Maret 2011 16:39, Tug Crew <[email protected]> menulis:

>
>
>
>
> Say YES to GAMBARU!
> By Rouli Esther Pasaribu
>
> Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba
> di
> Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai
> titik darah penghabisan.
> Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup
> selalu :
> motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni
> gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama) ,
> motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih  dan lebih
> lagi).
>
> Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain
> GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.
>
> Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males
> atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja.
> Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : "doko made mo nintai
> shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha
> abis-abisan)
>
> Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras" dan
> "mengencangkan". Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini
> adalah "mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras
> dan
> terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan
> itu"
> (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah
> kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan
> ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru,
> titik.).
>
> Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti,
> kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya.
>
> Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di
> sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga
> manja terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki
> karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan,
> sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah bolos
> sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak
> akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu sendiri.
>
> Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw
> ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo!
> (mama ayo berjuang, mama ayo fight!).
>
> Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah
> penghabisan it's a must!
>
> Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget
> dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan
> 9.0 di jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di indonesia seperti
> tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung
> merapi....juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan
> gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu.
> Bahkan, ini adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia.
>
> Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik
> kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai
> ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain.
>
> Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika
> stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan
> membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban
> bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan.
>
> Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis
> seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka
> tidak punya harapan.
>
> Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini?
>
> Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet
> diputar di stasiun TV. Nyari-nyari juga di mana rekening dompet bencana
> alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu
> (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri),
> sama sekali ngga disiarkan di TV.
> Jadi yang ada apaan dong?
>
> Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :
>
> 1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada
>
> 2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi
> bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah
> tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)
>
> 3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan
> pemadaman
> listrik terencana
>
> 4. Tips-tips menghadapi bencana alam
>
> 5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam
>
> 6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang
> terkena bencana
>
> 7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang
> terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai
> banget harganya)
>
> 8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang
> dan
> tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita
> hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan
> secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati
>
> 9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :
> *ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi
> tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat
> pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de (ayo
> kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)
>
> *Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu,
> kita
> mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini;
> Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu
> bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.
>
> Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana
> ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang
> bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang.
>
> Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas
> banget,
> negeri yang alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental
> sekuat
> baja, karena : falsafah gambaru-nya itu.
>
> Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU.
> Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam
> hidup.
>
> Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan.
> Hanya, mental yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya,
> Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada
> rumput
> yang bergoyang... ..
>
> I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam
> diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa
> maju.
>
> Kalau ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan
> persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani
> bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup.
>
> Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya  : lari
> dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang
> dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.
>
> Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk
> apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo
> mau S2 atau S3 mah, ya di eropa atau  amerika sekalian, kalo di Jepang mah
> nanggung. Begitulah kata beliau.
>
> Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go
> international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang
> ini.
> Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga
> akan bisa survive di sini.
> Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan
> sastra inggris atau sastra barat lainnya.
>
> Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin  sama sanak keluarga yang
> menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang.
>
> Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya.
>
> Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental
> gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international
> dan sejenisnya itu.
>
> Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana
> saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar
> udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk memahami
> semua itu adalah di jepang.
>
> Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini. Maka, mulai hari ini, jika gw
> mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di
> supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan lagi
> merasa muak jiwa raga.
>
> Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati :
>
> Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte,
> kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru
> seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu.
>
> (Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan
> arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang
> tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian
> semuanya, orang-orang Jepang).
>
> Say YES to GAMBARU!
> Powered by My Lovely Heart(R)
>
> ------------------------------------
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

1.      Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas 
asli pengirim berita.
2.       ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke