Pak Hanafi itu bekas bosun jd bgmn dia bisa mikirkan kemajuan pelaut Indonesia. sy sdh 23 thn jd pelaut tdk pernah mersakan mamfaat dr KPI. bagusnya KPI di bubarkan sj krn tdk berguna
________________________________ From: Mieke Remember <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, December 27, 2011 6:45 PM Subject: [pelaut] pelaut] Standar Pelaut Indonesia masih rendah Kalau KPI hanya mikirin tarik uang iuran anggota saja, tidak bisa diharapkan fungsinya, lihat saja Individual Working Contract (CBA)nya tidak pernah di amandement dari tahun ke tahun, itu-itu saja bunyinya. sedangkan perkembangan masalah buruh berkembang terus dari tahun ke tahun. Hai Bapk.Hanafi........ jangan enak-enak dong terima uang iuran, mana peran anda sebagai Boss dari KPI ?. Tks --- Pada Sel, 27/12/11, Alfa Fabian <[email protected]> menulis: Dari: Alfa Fabian <[email protected]> Judul: Re: Bls: [pelaut] Standar Pelaut Indonesia masih rendah Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Tanggal: Selasa, 27 Desember, 2011, 2:38 PM Gak Usah di dengar itu apa kata Kemenhub Mr bbby R mahamit dan rekan2nya semua itu cuma omongan bas bis bussss alias basabasi busuk sama juga denga Kpi ________________________________ From: Wanda <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Tuesday, December 13, 2011 5:08 AM Subject: Re: Bls: [pelaut] Standar Pelaut Indonesia masih rendah Udahh paakkk ggakk baahas KPI, kasihan merrekaa kalo ggak kkita kasi sedekah baagaimana para penggguurruusnnyya bisa berrtahaan hiidup???? yyeeeeaahhhhhhhh -----Original Message----- From: budiman siregar <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 11 Dec 2011 19:58:53 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Bls: [pelaut] Standar Pelaut Indonesia masih rendah dear all, Alangkah baiknya goverment/pemerintah mengeluarkan list/daftar sekolah/academi yg tdk memenuhi standard/diakui pihak Pemerintah maupun IMO agar tdk berlarut larut masyarakat tertipu/kecewa nantinya. Sangat diharapkan peranan KPI utk berperan serta dan jangan berpangku kaki dan tangan saja ! regards BJS Pada Sab, 10 Des 2011 00.46 ICT bbudiman menulis: >Standar Pelaut Indonesia Masih Rendah >JAKARTA (Suara Karya): Standar minimal mutu tenaga pelaut Indonesia rendah. >Dari ratusan lembaga pendidikan kemaritiman swasta, tercatat hanya 32 yang >memenuhi Standards of Training Certification and Wacthkeeping (STCW) for >Seafarers 2010 yang menjadi acuan internasional. > >Lembaga pendidikan kemaritiman swasta bukan hanya tidak memilliki kompetensi >untuk mencetak tenaga pelaut, melainkan juga masih banyak yang belum >mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian >Perhubungan. Hal ini berakibat lulusannya tidak diakui oleh perusahaan >pelayaran nasional. Namun, lembaga pendidikan nonstandar ini diperkirakan >bakal tergusur seiring diterapkannya STCW 2010. > >Berdasarkan data, lembaga pendidikan kemaritiman di Indonesia hanya mendapat >izin pendirian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pemerintah >daerah. Namun, banyak yang belum mengantongi izin dari Kemenhub. > >Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Kemenhub Indra >Priatna mengakui, pemerintah wajib melakukan pembenahan, dengan haarapan para >lulusan lembaga pendidikan kemaritiman ini bisa diterima di perusahaan >pelayaran nasional dan internasional. Mulai Januari 2012, sekolah pelayaran >(swasta) tidak bisa lagi merekrut calon taruna jika menggunakan ketentuan >sendiri. > >"Kami sedang menyusun persyaratan mulai tes masuk hingga persyaratan fasilitas >pendidikan di dalamnya. Kami juga menyiapkan silabus," kata Indra di Jakarta, >Rabu (30/11), di sela sosialisasi implementasi tentang STCW Amandement 2010 >Manila. > >Menurut dia, lembaga pendidikan kemaritiman di dalam negeri setidaknya bisa >memenuhi stdandar minimal, di antaranya memiliki fasilitas laboratorium, >perangkat simulator untuk kepentingan praktik para taruna, serta pendidikan >kemampuan berbahasa asing. Saat ini sekolah yang mendapat izin dari Direktorat >Jenderal Perhubungan Laut umumnya memenuhi standar, tapi hanya 32 sekolah dari >sekian banyak sekolah," tutur Indra. > >Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub >Bobby R Mamahit mengatakan, fasilitas sekolah pelayaran yang harus dipenuhi >cukup banyak, terutama untuk pengadaan simulator yang nilainya Rp 25 Miliar. >Untuk itu, pemerintah meminta sekolah pelayaran swasta melakukan investasi >secara bersama-sama. Sekolah pelayaran swasta juga bisa memanfaatkan fasilitas >BP2IP dan sekolah pelayaran milik pemerintah dengan pola kerja sama. > >Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Hanafi >Rustandi mengatakan, sebaiknya pemerintah menutup sekolah-sekolah pelayaran >yang tidak bermutu. Dalam hal ini, tidak ada toleraansi untuk mutu pendidikan, >karena yang dirugikan masyarakat dan pemerintah. > >"Pemerintah harus bertindak tegas dengan cara menutup sekolah itu. Buat apa >dibiarkan beroperasi kalau hanya merugikan masyarakat, karena cara seperti itu >identik dengan penipuan," kata dia. (Syamsuri S) > >08 Desember 2011 > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ 1. Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli pengirim berita. 2. ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
