Orang2 sprti rahmat wahyudi ini adalah ciri2 orang yg apabila menjadi pemimpin 
dia akan menjadi sangat korup dan serahka...makanya g percaya ama yg namanya 
kebenaran itu....
------Original Message------
From: Alfa Fabian
Sender: [email protected]
To: [email protected]
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: Bls: [pelaut] Hakim
Sent: Feb 9, 2012 02:27

  Kalaulah ada 10 hakim aja yang jujur dinegara pastilah  kita tidak sampai 
kenegara anta beranta cari kerja. ________________________________ From: Rahmad 
Wahyudi <[email protected]> To: "[email protected]" 
<[email protected]> Sent: Wednesday, February 8, 2012 2:24 PM Subject: 
Bls: [pelaut] Hakim   Cerita yang patut diragukan kebenarannya, tapi gak ada 
salahnya untuk dapat dijadikan inspirasi dalam kehidupan... 
________________________________ Dari: "[email protected]" 
<[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Rabu, 8 
Februari 2012 14:12 Judul: Re: [pelaut] Hakim Suatu kisah yg perlu di contohin 
oleh para pemimpin negri ini,,,dan para hakim agung yg korup,,, Powered by 
Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "De Momod" 
<[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 8 Feb 2012 
03:11:14 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: 
[pelaut] Hakim Kiriman seorang teman yg perlu diket: “Kasus nenek curi 
singkong”.......... Kasus tahun 2011 lalu di Kabupaten Prabumulih, Lampung 
(kisah nyata),...... diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung 
menyimak tuntutan jaksa PU thdp seorg nenek yg dituduh mencuri singkong, nenek 
itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,.... 
namun manajer PT Andalas kertas (Bakrie grup) tetap pada tuntutannya, agar 
menjadi contoh bagi warga lainnya. Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus 
diluar tuntutan jaksa PU, “maafkan saya, ktnya sambil memandang nenek 
itu”,...saya tak dpt membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jd anda hrs 
dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda 
hrs msk penjara 2,5 tahun, spt tuntutan jaksa PU. Nenek itu tertunduk lesu, 
hatinya remuk redam, smtr hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka 
dompetnya kemudian mengambil memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta 
berkata kpd hadirin. “Saya atas nama pengadilan, jg menjatuhkan denda kpd tiap 
org yg hadir diruang sidang ini
Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

1.      Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas 
asli pengirim berita.
2.       ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke