Nahhh ada Ўɐ♌ğ respon,, bapak2 yg punya bukti ato apalah namax tlong ditindak 
lanjuti biar ini bukan hanya jdi cerita Ўɐ♌ğ msuk tlnga kiri keluar tlinga 
kanan.. Tq
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Wed, 30 May 2012 00:32:40 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [pelaut] Re: Keaslian COC dan COP

Dear seaferer,

Yang punya bukti outentik bisa forward ke saya dan , اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ saya 
akan tindak lanjuti dengan cara dan tindakan yg saya anggap effective untuk 
personnal di Deperla yg bermain di ranah pemalsuan COC COP melalui kongkalikong 
ON LINE , sekali lagi mhn forward ke saya bukti otentik yg pernah melakukan 
atau sedang melakukan pemalsuan COC COP, Salam Lazy Man 

Powered by Telkomsel BlackBerry®



-----Original Message-----

From: Andi Thole <[email protected]>

Sender: [email protected]

Date: Wed, 30 May 2012 00:52:28 

To: [email protected]<[email protected]>

Reply-To: [email protected]

Subject: [pelaut] Re: Keaslian COC dan COP



Kepada semuanya,



Ada yang usul untuk lapor ke DPR. Kayaknya itu juga akan sia-sia. Toh mereka 
yang katanya "wakil rakyat" itu juga terima setoran dari petinggi-petinggi di 
lingkup Kemenhub (Perla). Jadi pasti ada saja caranya berkelit.

Di Indonesia ini sudah Lingkaran Setan.

Lha wong anggota DPR untuk duduk di kursi DPR aja harus keluarkan dana milyaran 
rupiah. Bahkan mungkin beberapa di antaranya ada yang punya ijasah palsu juga, 
sebagai syarat untuk jadi anggota dewan.



Tentu dia ingin duduk di DPR karena "prospek"nya bagus (upeti/setoran).

Omong kosong kalau mereka di DPR karena memikirkan nasib rakyat. Rakyat yang 
jadi konglomerat sih iya, yang setorannya ke dia lancar.



Terus terang saya pernah melapor ke salah satu pejabat di Perla. Tapi responnya 
hanya: "terima kasih, akan ditindakalanjuti", padahal saya sudah berikan data 
orang yang memegang ijasah palsu.

Sampai sekarang tidak ada kelanjutannya. Jangan-jangan itu pejabat juga sudah 
terima upeti.



Saya masih ingat waktu menjadi Taruna junior selama 2 tahun. Dihajar sampai 
wajah biru-biru, bengkak, hidung berdarah, bahkan sempat disembunyikan 1 minggu 
karena tidak bisa jalan dan sempat hilang ingatan. Belum lagi orang tua saya 
carikan hutang kesana kemari untk biaya sekolah saya. Eeehh.. ternyata ada yang 
gak sekolah tau-taunya punya ijasah yang sama, dan chance saya disikatnya. 
Siapa yang tidak panas????????





Jika memang begini, saya ide :

 1. BUBARKAN/TUTUP SEKOLAH PELAYARAN. Gak ada gunanya, toh ijasah bisa dibeli 
dan sah (ada stempel dan tanda tangan Dirjen Perla)



 2. PERBANYAK SAJA AGEN PEMBUATAN IJASAH. Gak apa pemegang ijasah pelaut kita 
makin banyak. Nanti biar perusahaan pelayaran asing sendiri yang menilai, mana 
yang betul2 sekolah dan mana yang tidak.

Barangkali di antara rekan2 ada yang punya data pemegang sertifikat ASPAL dan 
siapa oknum yang melayani, boleh dong berbagi, supaya saya bisa segera ambil 
langkah-langkah.

Sebagai mantan Taruna pelayaran yang pernah hampir mati selama sekolah dan 
Prala, saya sungguh sakit hati.



Saya tunggu tanggapan rekan2.



[Non-text portions of this message have been removed]







[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

1.      Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas 
asli pengirim berita.
2.       ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke