Kebutuhan Pelaut Segera Teratasi
Padang Ekspres Rabu, 06/06/2012 15:01 WIB ARZIL
Padang, PadekPara pelaku usaha pelayaran dan perkapalan Sumbar menyambut baik
rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI membangun Balai Pendidikan dan
Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP), tahun ini di Kabupaten Padangpariaman. Mereka
menilai dengan adanya balai pendidikan tersebut, kebutuhan tenaga pelaut untuk
Sumbar segera teratasi.
"Saat ini, kita masih banyak kekurangan tenaga pelaut. Kalaupun ada yang
berminat, sekolahnya harus ke luar Sumbar. Ini sudah tentu butuh biaya besar
dan waktu yang lama," kata Ketua DPC INSA (Indonesian National Shipowners
Association) Padang, M Zen Saidan kepada Padang Ekspres, kemarin (5/6).
Bagi dia, di mana pun lokasi BP2IP Sumbar dibangun tidak jadi masalah.
Terpenting, peluang itu harus segera diambil Pemprov Sumbar, sehingga tempat
pendidikan itu bisa dibangun di Sumbar dalam tahun ini.
Pengamatan M Zen, pertumbuhan kapal di Sumbar khususnya untuk kapal perintis
dan kapal nelayan (tonda, red) terus meningkat, sementara tenaganya masih
kurang. Kalaupun ABK-nya ada, belum semuanya mengantongi sertifikat pelaut.
"Nah dengan adanya BP2IP itu, memungkinkan para ABK tersebut menimba ilmu di
sana," ujarnya.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumbar, M Tauhid juga mendukung keinginan Kemehub
akan membangun BP2IP di Sumbar, persisnya di Padangpariaman. Menurutnya, itu
merupakan jawaban bagi Sumbar untuk mendapatkan tenaga pelaut dan pelayaran
yang andal.
Keuntungan lain yang didapat Sumbar dengan adanya balai pendidikan tersebut, di
antaranya, akan mengurangi angka putus sekolah/pengangguran. "Pasalnya, dari
satu unit kapal yang berlayar setidaknya membutuhkan 25 orang kru/ABK termasuk
untuk posisi kapten dan mualim," terang ketua DPD Hanura Sumbar tersebut.
Kemudian, dengan ada BP2IP di sini, maka Sumbar, khususnya Padangpariaman akan
jadi tujuan tempat belajar bagi daerah lain di Sumatera, bahkan Pulau Jawa.
Bila orang banyak datang untuk belajar, tinggal dan belanja di daerah itu,
perputaran uang di sana akan meningkat. "Itu jelas akan mendongkrak pendapatan
penduduk dan daerah setempat," ulas M Tauhid.
Sebelumnya, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut Kemenhub, Capt
Indra Priyatna menyampaikan, BP2IP yang akan dibangun di Padangpariaman itu
merupakan yang kedua di Sumatera setelah Aceh. Secara keseluruhan jumlah
sekolah pelayaran Indonesia sebanyak 32 sekolah, belum termasuk yang akan
dibangun di Kabupaten Padangpariaman tersebut.
Adapun luas lahan yang dibutuhkan Kemenhub untuk BP2IP itu adalah 34,2 ha,
sementara daya listrik yang dibutuhkan 800 KVA sampai dengan 1 MW serta suplai
air bersih. Diharapkan kepada pemkab bisa memfasilitasi kebutuhan ini, termasuk
fasilitas jalan.
Dikatakannya, secara nasional Indonesia kekurangan tenaga pelaut di dunia cukup
besar, yaitu sekitar 18.000 orang akibat adanya pergeseran keinginan para
penduduk di negara-negara maju dari perwira laut ke penerbang. "Pemerintah
melakukan antisipasi itu dengan nendirikan BP2IP, agar para lulusan bisa
bekerja di kapal-kapal merah putih," ucapnya. (***)
[ Red/Administrator ]
------------------------------------
1. Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas
asli pengirim berita.
2. ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/