Selamat pagi semua....
Pemerintah sekarang makin banyak membangun sekolah maritim/pelayaran negeri
baru.
Katanya untuk memenuhi kebutuhan pelaut di dunia internasional.
Benarkah.....???
Beberapa hal yang mungkin ironis:
1. Perusahaan-perusahaan pelayaran Internasioanl besar makin banyak membangun
Training Center mereka sendiri di Filipina.
Itu artinya mereka semakin lebih percaya dan mengharapkan banyak pada
pelaut Filipina.
2. Perusahaan-perusahaan itu sudah merambah ke sekolah swasta di Filipina, yang
mana bahkan sudah memberikan ikatan dinas sejak masuk jadi taruna.
3. Makin banyak/marak ijasah ASPAL keluaran Diperla Indonesia.
Pejabat disana bukannya tidak tahu, tapi memang tutup mulut karena mereka
dapat jatah dari itu.
Tahukah anda, seorang pejabat di Diperla bisa memperoleh pendapatan/setoran
50juta dalam 1 hari ?????????? (mungkin lebih)
Maka jangan heran kalau pejabat berlomba-lomba / bersaing untuk mendapat
jabatan puncak
UUD = Ujung-Ujungnya Duit.
4. Wisuda di beberapa sekolah pelayaran negeri agak aneh.
Contohnya di BP3iP.
Kok ada ya, siswanya BELUM LULUS (masih mengulang mata ujian) sudah
di-wisuda.
Itu kan sama artinya bahwa Sekolah = Formalitas.
Bagaimanapun, sebodoh atau sepintar apapun, akan lulus juga.
Lha nyatanya, masih mengulang ujian kok diwisuda duluan. Berarti kan sudah
PASTI lulus.
5. Rasa solidaritas antar siswanya sangat tinggi.
Coba lihat beberapa waktu lalu, dimana seorang pengawas ujian di BP3iP
dikeroyok oleh siswa/peserta ujian (kelas ANT-1)
hanya karena mau memerika kertas contekan/"kerpekan", hingga harus
dilarikan ke Rumah Sakit.
Coba lihat juga, siswa di tiap kelas harus iuran "dana operasional" minimal
5juta/orang, untuk "emergency".
"Emergency" di sini maksudnya : kalau sewaktu-waktu oknum pengajar minta
jatah, ketua kelas tinggal transfer.
Kalau ada siswa yang tidak setor, akan dikucilkan, dan jangan harap mau
lulus murni.
6. Banyak pengajarnya justru minim/sedikit pengalaman berlayar, bahkan ada yang
hanya pengalaman Cadet.
Jangan terkecoh dengan gelar Captain, Master Mariner, MPd, MT, dll, di nama
para pengajar itu.
Banyak di antara mereka yang dapat gelar itu tanpa pengalaman.
Bagaimana caranya?? Ya beli ijasah ASPAL tadi......
Ada juga yang dapat gelar sarjana tanpa duduk di universitas, alias
nembak/beli ijasah.
7. Sekolah-sekolah pelayaran negeri baru dibangun untuk menambah
pendapatan/setoran ke pemerintah pusat,
bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan jumlah pelaut.
Ada istilah SUSU TANTE di lingkungan sekolah pelayaran negeri.
SUSU TANTE = Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan.
Ini adalah setoran yang diberikan dari tiap-tiap sekolah/unit ke pemerintah
pusat (Diperla/Pusdiklat/Badan Diklat).
Ini juga berkaitan dengan kuota kelulusan/ijasah yang akan diberikan dari
pusat.
Makanya di Administrasi sekolah itu, ada istilah "Buku Besar" dan "Buku
Kecil",
itu untuk membedakan dana yang riil (nyata) dan laporan fiktif.
Susu Tante tadi akan disetorkan tanpa adanya kuitansi, yang tentunya tidak
akan dimasukkan dalam catatan administrasi.
Kalau ada kuitansi/bukti setor, ya siap-siap aja sama KPK, hehehehe.......
Itulah sebagian fakta yang tak tertulis. Sepertyi HANTU. Ada tapi tidak
terlihat...
Kasihan para taruna itu, bayar sekolah mahal-mahal, dipakai untuk SETOR ke
atas......
Memang susah negeri ini..........
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
1. Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas
asli pengirim berita.
2. ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/