Gara-gara
Obat Kuat
SUATU pagi,
seorang perempuan bertanya kepada suaminya, "Mau sarapan? Aku buatkan
burger ya, dan secangkir kopi."
Si Suami menolak. "Gara-gara obat
kuat aku tak nafsu sarapan," katanya.
Siang harinya kembali si istri bertanya
kepada suaminya, "Aku buatkan steak ayam atau daging sapi,
ya?"
Si
suami menggeleng. "Thanks, sayang. Gara-gara obat kuat aku jadi tak ingin
makan siang."
Malampun
tiba, dan istri bertanya kepada suaminya, "Bagaimana kalau kita makan di
restoran Italia?"
Si
suami menggeleng sambil berkata, "Thanks. Obat kuat membuatku kehilangan nafsu
makan malam."
Si istri kehilangan kesabaran. Ia lalu
membentak, "Kalau begitu, kamu turun dong! Dari semalam kamu di atas
tubuhku. Aku lapar tau!"
Helikopter Puma Jatuh
PERISTIWA jatuhnya helikopter Puma di sebuah daerah
tengah diselidiki oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Petugas
penyidik menginterogasi si pilot helikopter yang selamat dari kecelakaan itu.
"Apa
mesin helinya rusak?" tanya petugas.
"Tidak,
Pak. Kondisi mesin heli bagus dan sempurna," jawab pilot.
"Lalu
apa penyebab kecelakaan helikopter tersebut?" tanya petugas lagi.
"Karena
kedinginan," jawab pilot singkat.
"Kedinginan?"
petugas keheranan.
"Iya,
Pak. Waktu masih terbang rendah 1.000 kaki, tidak terasa kedinginan. Pas berada
pada ketinggian 5.000 kaki, makin lama makin dingin. Ya saya matikan saja
baling-baling yang di atas," jawab pilot singkat. [
Wasiat Dokter
SEORANG dokter
mata telah meninggal dunia. Sebelumnya ia pernah berwasiat agar batu nisan
kuburnya dipahat gambar mata.
Seminggu kemudian, seorang dokter
jantung meninggal dunia, Sebelumnya ia juga pernah berwasiat agar batu nisannya
diberi gambar jantung.
Seorang dokter kelamin sedang sakit
berat. Namun, berkali-kali ia berwasiat agar jika meninggal dunia batu nisannya
tidak diberi gambar apapun. [L1]
Risiko Minum Obat Sekaligus
SEORANG pasien rawat inap bertanya kepada dokternya.
"Bagaimana kesehatan saya, Dok?" tanyanya.
"Nggak
apa-apa, kok. Dengan minum obat teratur, Anda akan cepat sembuh."
"Bagaimana
kalau saya minum obatnya sekaligus, Dok?" tanya pasien itu lagi.
"Nggak
masalah. Paling Anda cuma akan pindah kamar," jawab dokter itu lagi.
"Berarti
saya sembuh, Dok?" tanya pasien dengan nada riang.
"Nggak.
Cuma akan pindah ke kamar mayat," jawab dokter itu kalem. [L1]
Malam Pertama Ibarat Penjahat
SEORANG
pengantin baru sedang bersiap menikmati malam pertama mereka. Pengantin
perempuan berkata, "Mas, aku masih perawan dan tidak tahu apa-apa tentang
seks. Maukah Mas menerangkannya lebih
dulu sebelum kita melakukannya?"
"Seks
itu sederhananya begini. Kita umpamakan penjara, punya kamu selnya dan punyaku
pejahatnya. Di penjara, penjahat harus dimasukkan ke dalam sel," terang
pengantin lelaki.
Lalu
mereka pun mulai bercumbu mengarungi lautan asmara.
Ketika
sudah selesai dan si pengantin lelaki sedang berbaring akan memejamkan mata, si
pengantin perempuan berkata, "Mas, penjahatnya lepas."
Pengantin lelaki pun mulai lagi
memasukkan 'penjahatnya'. Rupanya si pengantin perempuan sangat menikmati
hubungan asmara yang baru pertama kali ini ia rasakan. Setiap kali selesai
berhubungan seks, ia selalu mengatakan bahwa penjahatnya lepas atau melarikan
diri, keluar dari selnya.
Setelah sekian kali, si pengantin lelaki
dengan nafas terengah-engah berkata, "Dik, penjahat yang ini tidak
menjalani hukuman seumur hidup." [L1]
Lurah Terpilih Terima
Banyak 'Amplop'
IWAN baru saja diangkat sebagai lurah di
desanya. Ia lalu mengadakan pesta syukuran. Banyak yang memberinya hadiah,
termasuk 'amplop' tentunya.
Setelah acara selesai, Iwan dengan anak
istrinya sibuk menghitung satu persatu amplop yang telah diterima. "Wah
Bukan main! banyak sekali!" gumamnya.
Tetapi mengetahui hal itu, Abi anaknya,
justru menjadi sangat kecewa.
Ia segera berlari keluar dan menangis di
ruang tamu. Ibunya langsung memburu dan bertanya kepadanya, "Kenapa
menangis Abi? Bukankah seharusnya kamu gembira, Bapak menerima banyak amplop.
Nanti kamu bisa dibelikan baju baru, mainan, dan macam-macam hal yang
menyenangkan."
"Tidak. Abi tidak mau Bapak jadi
Lurah."
"Lho, mengapa kamu tidak setuju
kalau Bapak jadi Lurah, 'kan
kita bisa terima banyak amplop," jelas ibunya.
"Dari dulu 'kan Abi sudah bilang, supaya bisa terima
amplop lebih banyak lagi, sebaiknya Bapak kerja di kantor pos saja."
[L1]
Robby Nuzly, S.Si., Apt.Direktorat Pengawasan Produksi
Produk Terapetik dan PKRTBadan Pengawas Obat dan Makanan RIJl. Percetakan
Negara No. 23 Jakarta
E-mail:[EMAIL PROTECTED]
Sumber:www.inilah.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"Guyon Yuk !!" group.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/pelawak?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---