Mamat, pesuruh di kantor kami dikenal suka omong gede, ngakunya kenal sama
semua orang beken dinegeri ini.

Tingkahnya itu kadang-kadang ngeselin. Suatu waktu, boss-nya penasaran dan
ingin membuktikan bualannya.

"Oke boss" kata si Mamat, "sebutin aja deh nama orangnya yang ane kagak
kenal".

"Coba buktiin you kenal nggak sama si Meriem Bellina".

"Beres boss. 'Yuk kita ke pengadilan. Maklum si Meriem 'kan lagi
ngegugat-cerai lakinya."

Di pengadilan, menunggu sebentar, nggak lama kemudian muncul Meriam diiringi
pengacaranya.
Begitu lewat di depan si Mamat, langsung si Meriem negor:

"Eh, Mat ke mana aja udah lama nggak keliatan?", diiringi cium pipi kiri dan
kanan ala selebritis.
"'Ntar kalo urusan udah selesai main ya kerumah".

Sejenak si boss terpana, tapi tak lama kemudian dia ngomong:

"Ah, saya masih belum yakin. 'kali kebetulan aja.
Ayo sekarang tunjukin kalo you kenal sama si Liem Sioe Liong". "Beres boss".

Esoknya mereka menunggu di lobby gedung BCA yg diagunin ke BPPN itu. Tak
lama kemudian muncullah si taipan diiringi bodyguard-nya.

Melihat si Mamat, eh si taipan nyamperin:
"Haiyya, Mat. Tumben elu baru nongol. Owe udah lama nyariin elu. Kemana
ajah? Yuk keatas dulu, kita ngopi sebentar".

"Wah, 'koh, ane lagi banyak urusan nih. Kamsia deh. Kapan-kapan ane pasti
mampir lagi".
Si taipan nyautin: "Iya dah. Jangan lupa ya",
sambil tangannya menyisipkan sesuatu ke kantong si Mamat.

Beberapa saat si boss melongo menyaksikan semua adegan pembicaraan. Tapi si
boss masih penasaran, katanya:

"Oke deh, saya udah hampir percaya semua yang saya saksikan. Tapi ini test
yang terakhir. Coba buktiin kalo you kenal sama Gus Dur".

"Yakh boss, terang ane kenal, 'kansaben hari nongol di TV".

"Bukan itu maksudku, tapi kenalnya kenal beneran", sergah si boss.

"Beres deh boss, 'kan hari Minggu ada Gus Dur di Senayan. 'Ntar kita ke
sana."

Hari Minggu sungguh luar biasa, ribuan massa sudah luber di Senayan.

"Wah, boss kalo gini caranya susah juga ya. Gimana caranya dia tau ane ada
di sini.
Tapi... gini aja deh, boss. Boss tunggu aja di sini.

Boss liat aja nanti ane keluar di podium barengan ame Gus Dur. Ane kenal kok
sama Banser-Banser yang tugas di podium." Ditunggu-tunggu, setengah jam
kemudian tepuk tangan bergemuruh nyambut Gus
Dur keluar dari podium, dan... keluar dengan digandeng si Mamat
disebelahnya.

Di sebelah satunya jelas si Yenny, putrinya. Tak lama kemudian si Mamat
balik mau nemuin boss-nya.
Kaget dia nemuin bossnya pingsan dikelilingi Petugas P3K, jangan- jangan
serangan jantung.
Setelah ditunggu beberapa lama kemudian, pelan-pelan dia ngomong ke
si bossnya:

"Boss, boss kenapa ente". Nggak lama si boss buka matanya, setengah berbisik
"Nggak apa-apa.
Aku nggak apa-apa".

"Abis kenapa bisa kejadian begini?", tanya si Mamat.

"Tadi waktu you keluar bareng Gus Dur di podium, orang di sebelah saya
ngomong:
*
"EH, SIAPA TUH YANG DIGANDENG SI MAMAT???*

-- 
I HAVE EXAMINED YOUR BEHAVIORAL PATTERN AND I SAW YOUR BRAIN'S TWO SIDES :
LEFT & RIGHT.
I SAW THAT ON THE LEFT SIDE THERE'S NOTHING RIGHT
WHILE ON THE RIGHT SIDE THERE'S NOTHING LEFT

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Ayo 
Ngguyu !!" group.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/pelawak?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke