skenario kelima...

ada seorang yang kehilangan handphonenya di penghujung malam di suatu kereta, 
terus dia sdar sebelum turun dari kereta, dan melapor pada kondektur dan kru 
kereta yang kemudian berkumpul.... terus kondektur dan kru kereta yang 
kelelahan dan emosional mulai menggeledah seluruh penumpang, dimana orang yang 
kehilangan juga terus mengucapkan kata-kata kecurigaannya : 
" pokoknya awas kalau ketemu yang nyuri. pasti gw gebukin sampai bonyok, gw 
datangin rumah keluarganya. bla bla bla... "
" gw udah miss call dari tadi kagak diangkat, berarti emang niatnya jelek kan 
hp gw dimatiin . biar gak cepet ketemu..."

setelah seluruh penumpang digeledah, tinggal jaket korban yanng belum 
digeledah... dan ternyata memang handphone tersebut ada di pelosok tas korban 
pelapor dalam keadaan low bat.

nah tebak sendiri kelanjutannya.... ini baru lucu.....
--- On Mon, 9/2/09, Yakob <[email protected]> wrote:

From: Yakob <[email protected]>
Subject: [Guyon-Yook] Empat Skenario.
To: [email protected]
Date: Monday, 9 February, 2009, 4:24 PM






 




    
                  


Skenario 1

Andaikan kita sedang naik di 
dalam sebuah kereta ekonomi.

Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita 
berdiri di dalam gerbong
tersebut.



Suasana cukup ramai 
meskipun masih ada tempat bagi kita untuk
menggoyang-goyangka n 
kaki.

Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.

Ada orang yang 
melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya 
kepada
kita.



"Pak, handphone bapak barusan jatuh 
nih,"

kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik 
kita.



Apa yang akan kita lakukan kepada orang 
tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu 
saja.





Skenario 2

Sekarang 
kita beralih kepada skenario kedua.

Handphone kita terjatuh dan ada orang 
yang melihatnya dan memungutnya.



Orang itu tahu handphone itu 
milik kita tetapi tidak langsung memberikannya
kepada kita.

Hingga 
tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari
handphone kita 
hilang.



Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu 
ngembalikan handphone kita
sambil berkata,

"Pak, handphone bapak 
barusan jatuh nih."



Apa yang akan kita lakukan kepada orang 
tersebut?

Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang 
tersebut.



Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar 
daripada rasa terima
kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama 
(orang yang langsung
memberikan handphone itu kepada kita).

Setelah 
itu mungkin kita akan langsung turun dari 
kereta.





Skenario 3

Marilah 
kita beralih kepada skenario ketiga.

Pada skenario ini, kita tidak sadar 
handphone kita terjatuh, hingga kita
menyadari handphone kita tidak ada di 
kantong kita saat kita sudah turun
dari kereta.



Kita pun panik 
dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada
orang baik yang 
menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya
kepada 
kita.

Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak 
memberikannya
kepada kita) menjawab telepon kita.



"Halo, 
selamat siang, Pak.

Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," 
kita mencoba bicara
kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati 
mengembalikan handphone
itu kembali kepada kita.



Orang yang 
menemukan handphone kita berkata,

"Oh, ini handphone bapak ya.

Oke 
deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut.

Biar bapak ambil di sana 
nanti ya."



Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun 
pergi ke stasiun
berikut dan menemui "orang baik" tersebut.

Orang itu 
pun memberikan handphone kita yang telah hilang.

Apa yang akan kita 
lakukan pada orang tersebut?



Satu hal yang pasti, kita akan 
mengucapkan terima kasih, dan seperti nya
akan lebih besar daripada rasa 
terima kasih kita pada skenario kedua bukan?

Bukan tidak mungkin kali ini 
kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang
yang menemukan handphone kita 
tersebut.





Skenario 
4

Terakhir, mari kita perhatikan skenario 
keempat.

Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, 
kita turun dari
kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita 
mencoba
menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.

Sampai akhirnya 
kita tiba di rumah.



Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS 
:

"Bapak / Ibu yang budiman.

Saya adalah pemilik handphone yang 
ada pada bapak / ibu sekarang.

Saya sangat mengharapkan kebaikan hati 
bapak / ibu untuk dapat mengembalikan
handphone itu kepada saya.

Saya 
akan memberikan imbalan sepantasnya. "



SMS pun dikirim dan tidak 
ada balasan.

Kita sudah putus asa.

Kita kembali mengingat betapa 
banyaknya data penting yang ada di dalam
handphone kita.



Ada 
begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang 
bersamanya.

Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan 
handphone kita
menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan 
handphone
tersebut.



Bagaimana kira-kira perasaan 
kita?

Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang 
diberikan
oleh orang itu.

Kita pun sampai di sana dan orang itu 
mengembalikan handphone kita.



Apa yang akan kita berikan kepada 
orang tersebut?

Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya 
kepadanya, dan
mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar 
lebih
berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario 
ketiga).





Moral

Apa yang 
kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?

Pada keempat skenario 
tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada
orang yang 
menemukannya.



Orang pertama menemukannya dan langsung 
mengembalikannya kepada kita.

Kita berikan dia ucapan terima 
kasih.



Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat 
sebelum kita
turun dari kereta.

Kita berikan dia ucapan terima kasih 
yang lebih besar.



Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada 
kita setelah kita turun dari
kereta.

Kita berikan dia ucapan terima 
kasih ditambah dengan sedikit hadiah.



Orang keempat menemukannya, 
menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu
baru mengembalikannya kepada 
kita.

Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih 
besar.



Ada sebuah hal yang aneh di sini.

Cobalah pikirkan, 
di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling
baik?

Tentunya 
orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada 
kita,
bukan?



Dia adalah orang pada skenario 
pertama.

Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit 
di antara
empat orang di atas.



Manakah orang yang paling tidak 
baik?

Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita 
menunggu
beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut 
selama
itu.

Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan 
reward paling besar.



Apa yang sebenarnya terjadi di 
sini?

Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, 
tetapi
orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, 
kita
berikan lebih sedikit.



OK, kenapa bisa begitu?

Ini 
karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di 
setiap
skenario.

Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan 
karena kita belum sadar
handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya 
kembali.



Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan 
kehilangan karena saat itu
kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa 
kehilangan yang mungkin akan
kita alami seandainya saat itu kita sudah turun 
dari kereta.



Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan 
kehilangan, namun tidak lama
kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan 
mendapatkan handphone kita
kembali.



Pada skenario keempat, 
kita sangat merasakan kehilangan itu.

Kita mungkin berpikir untuk 
memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang
menemukan handphone kita, 
asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.

Rasa kehilangan yang 
bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone
yang kita 
miliki.



Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita 
syukuri?

Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan 
berkuliah,
kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.



Namun, 
apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari 
genggaman
kita.

Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar 
biasa.

Saat itulah, kita baru dapat  mensyukuri segala sesuatu yang 
telah hilang
tersebut.



Namun, apakah kita perlu merasakan 
kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?

Sebaiknya 
tidak.



Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, 
selagi itu masih
ada.

Jangan sampai kita menyesali karena tidak 
bersyukur ketika itu telah lenyap
dari diri kita.



Jangan 
pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.

Bahagialah dengan 
segala hal yang telah diperoleh.

Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak 
kebahagiaan.

Bila kita mampu memandang dari sudut yang 
benar.

____________ _________ _________ __

^_^


 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Ayo 
Ngguyu !!" group.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/pelawak?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke