FYI
rgds,
Jerry
.._anD rEmEmbEr, JESUS is coMing s0on!_..
_:: GOD does not call the qualified person but qualifies whom HE called ::_
----- Forwarded Message ----
From: Dale Sompotan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, May 19, 2007 5:26:28 PM
Subject: {Pendeta-Advent} “CURRICULUM KEPENDETAAN, APA PERLU PERUBAHAN?“
"CURRICULUM KEPENDETAAN, APA PERLU PERUBAHAN?"
O
rang bijak mengatakan DALAM KEHIDUPAN KITA HARUS BERANI BERUBAH KALAU TIDAK
KITA AKAN DIGILAS OLEH PERUBAHAN. Juga saya pernah membaca ucapan yg
mengatakan: DIDUNIA INI SEMUANYA SERBA BERUBAH, SATU-SATU NYA YG TIDAK PERNAH
BERUBAH YA PERUBAHAN ITU SENDIRI. Jadi secara singkat semuanya serba berubah
sehingga kita harus berani menyesuaikan dng melakukan perubahan.
Tulisan kali ini saya ingin membahas satu issue yg cukup critical yaitu APAKAH
CURRICULUM KEPENDETAAN DISEKOLAH-SEKOLAH KITA PERLU PERUBAHAN? Hal ini juga
menjadi bahan diskusi saya dengan seorang teman baik dalam kunjungan saya ke
Manila minggu lalu. Mudah-mudahan tulisan ini boleh menjadi bahan pertimbangan
bagi Rektor UNAI, UNKLAB dan juga PTASN yg saat ini menjadi pusat pelatihan
para calon Pendeta kita.
Pada tahun 70 an ketika saya masih belajar di ITKA, saya perhatikan bahwa
pembicaraan murid-murid calon tamatan dari jurusan akunting adalah pekerjaan,
bagaimana mendapat pekerjaan di Jakarta tetapi untuk jurusan Kependetaan
biasanya pembicaraan mereka adalah calon istri, misalnya mana yg lebih baik
istri yg cantik tapi tabiatnya kurang atau istri yg jelek tapi tabiatnya
cantik. PEKERJAAN DAN GAJIH ADALAH SESUATU YG SUDAH MENUNGGU MEREKA SETELAH
SELESAI DARI SEKOLAH. Itulah sebabnya jurusan Kependetaan memiliki jumlah dosen
dan doctor yg lebih banyak dibanding jurusan-jurusan lainnya.
Saat ini kita sering mendengar tamatan Kependetaan yg belum ditempatkan
walaupun sudah bertahun-tahun, pengurapan yg lebih lambat dari biasanya bahkan
jumlah murid di Kependetaan yg terus merosot. Jumlah dosen yg cukup banyak
masih bisa dimanfaatkan oleh jurusan-jurusan lainnya karena apapun jurusan
kita, cukup banyak mata pelajaran Agama yg harus kita ambil sehingga jumlah
dosen yg banyak belum menimbulkan masalah, tapi tamatan yg terus mengalir(
walau makin sedikit dari waktu ke waktu) sudah memberikan masalah penempatan
pada organisasi kita. Saya tidak tahu apakah hal ini yg telah melandasi policy
organisasi yg meminta tamatan Pendeta untuk menjadi pekerja sukarela dengan
gajih minim sebelum mendapatkan penempatan yg lebih layak.
Policy yg terkesan menunda-nunda ini bisa jadi menjadi boomerang bagi kita
dikemudian hari, karena saya kuatir hal tsb akan menghilangkan semangat
murid-murid baru untuk mendaftar ke jurusan Kependetaan sehingga jangan kaget
satu kali nanti jurusan Theologi yg dahulu menjadi salah satu kebanggaan kita
bisa hilang begitu saja, hal serupa juga terjadi di jurusan Pendidikan,
sehingga universitas-universitas kita akan dipenuhi oleh murid-murid dari
jurusan akunting dan perawat saja. HAL TSB KALAU TERJADI BISA MENIMBULKAN
MASALAH ORGANISASI DIMASA MENDATANG, KARENA PENGINJILAN BISA JADI TERHAMBAT
ATAUPUN KALAU TIDAK, KITA AKAN MENGHADAPI SITUASI KEKURANGAN GEMBALA JEMAAT.
Berdasarkan pada kekuatiran inilah maka penulis kali ini ingin mengusulkan
hal-hal yg mudah-mudah an berguna bagi kita semua yg mempunyai perhatian
terhadap perkembangan pekerjaan Tuhan di Indonesia. PERUBAHAN CURRICULUM ADALAH
MENJADI KATA KUNCI DALAM TULISAN KALI INI. Sebagai gantinya mengulur waktu
penempatan sebaiknya jurusan Kependetaan ditambah curriculumnya sehingga yg
tadinya tamat dalam 4 th sekarang menjadi 5 th. Hal pertama yg ingin dicapai
adalah image bahwa jurusan Kependetaan bukanlah sesuatu yg gampang, melainkan
mempunyai bobot lebih dari jurusan lainnya. Kalau demikian apa saja yg akan
dikerjakan selama 1 th tambahan tsb.? Kita perlu memasukkan curriculum yg
bersifat leadership, general management, accounting management, budgeting dan
mungkin sedikit dasar-dasar hukum.
Fakta dilapangan menunjukkan bahwa kedudukan seorang Bendahara di organisasi
seakan penting sekali dan sering disegani bahkan ditakuti oleh yg lainnya
karena DIALAH SATU-SATUNYA YG TAHU MASALAH KEUANGAN. Dengan dimasukan pelajaran
akunting manajemen dll ini akan meningkatkan confident level dari para Pendeta
yg satu kali kelak nanti akan menjadi pimpinan dan memimpin rapat-rapat di
konferens, uni bahkan divisi dan GC dan sekaligus menjadi penyeimbang kebijakan
dibidang keuangan . ADA SAATNYA NANTI SEORANG PENDETA YG MEMIMPIN RAPAT TIDAK
MERASA CANGGUNG KARENA DIA SUDAH DIBEKALI DENGAN ILMU ORGANISASI YG JUGA
DIPELAJARI OLEH JURUSAN LAINNYA. Dengan sering timbulnya masalah Hukum
belakangan ini, juga perlu menjadi pertimbangan bahwa setidaknya ada pelajaran
dasar dasar hukum yg diajarkan kepada murid Theology supaya mereka bisa
mengadakan antisipasi yg tepat bila diperlukan. Kalau masih ada waktu pelajaran
lainnya seperti MARKETING BAHKAN CORPORATE STRATEGY JUGA BOLEH
DITAMBAHKAN. Semua tambahan tsb tidak akan menambah beban universitas bahkan
bisa memakximalkan dosen-dosen yg sudah dimilikinya.
Penulis membayangkan satu kali nanti para Pendeta kita adalah orang –orang yg
bukan saja berdedikasi tinggi tapi mempunyai penyerahan dan ilmu yg tinggi
sehingga bisa mengimbangi anggota-anggota jemat yg juga mutunya makin
meningkat. Hal tsb akan menjadikan Pendeta kita lebih berbobot dan berwibawa
tapi tetap rendah hati. Penulis juga membayangkan nanti ada waktunya dimana
para Pendeta yg menjadi pimpinan di organisasi bisa memberi pengarahan BUKAN
DIARAHKANh dalam masalah-masalah penting seperti keuangan dan leadership,
karena mereka well-equiped waktu di sekolah. MARILAH KITA BERDOA UNTUK HAL
TSB. Amin.
Gunawan Tjokro, Jakarta
____________________________________________________________________________________Looking
for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.
http://farechase.yahoo.com/