Sigmund Freud : "Apapun yg dikatakan orang yg penting adalah alasannya." Adakalanya suatu pernyataan itu bukan dinilai dari benar atau salahnya, melainkan dari cara dan refrensi dia saat menuturkan pernyataan itu. Barangkali itulah makanya kerap kita jumpai "sesuatu, buku, pernyataan, ajaran, rumus" yg sdh dianggap benar, tapi setelah berpuluh-puluh tahun kemudian elemen2 itu justru diragukan kebenarannya. "Penyakit" ini sering dialami oleh disiplin ilmu yg non eksakta (Sejarah, hukum, musik dll) Perihal inilah yg menjadi pembahasan kita sekarang ini, yakni perihal apa yg menjadi dasar atau landasan negara kita. Kalaupun apa yg dikatakan Aktifis politik Eggi Sudjana itu benar, maka ramai-ramailah kita menyanyikan lagu "Garuda Pancasila" (tahukan teks nya?). Artinya yg berpolemik sekarang ini adalah para Sejarahwan dan Seniman. Bahkan Ibu Megawatipun bisa marah.
Rgds, --- [EMAIL PROTECTED] wrote: > Assalamualaikum Wr. Wb. > > > > Salam sejahtera untuk kita semua. > > Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih > untuk > pemikiran-pemikiran yang telah diberikan. Saya > sangat menyesal sekali > dengan pendapat yang dikatakan oleh Dr Eggi Sudjana > SH MSi, yang > mengatakan bahwa Negara ini bukan berlandaskan > Pancasila. Negara ini > berlandaskan Pancasila!, tolong baca lanjut UUD 45, > ada 5 Item isi > pancasila yang tertuang dalan UUD 45. dan kalau > memang dikatakan atau > ditulis Negara kita ini berdasarkan KeTuhanan Yang > MahaEsa dan atas > berkat rahmat Allah SWT Indonesia dapat merdeka, itu > karena yang menulis > UUD 45 itu orang yang beragama Muslim atau Islam. > Kalau seandainya saya > yang mengetik UUD 45 itu, pasti saya akan Tulis itu > Allah yang Maha Esa > saja, atau bisa-bisa Tuhan Yesus, karena saya > Kristen. > > > > Kalau kita melihat sejarah kemerdekaan Indonesia, > ada banyak orang dari > Indonesia Timur yang jadi pejuang yang beragama > Kristen, sangat tepat > sekali kalau seandainya 7 kata dengan menjalankan > syariat Islam bagi > para pemeluknya dimasukan dalam Sila pertama, maka > Indonesia Timur akan > pisah dari NKRI, ini bukan sebuah ancaman tetapi > sesuatu yang > diinginkan. Ingat, kekayaan Indonesia terletak di > INDONESIA TIMUR. > > > > Dari Keluarga Permesta. > > > > Regards, > > Harold Somba > > UID CARD CENTER > > PT. Freeport Indonesia > > Hp : 085254805535 > > : [EMAIL PROTECTED] > <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > > [EMAIL PROTECTED] > <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > > > > > > > > ________________________________ > > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > Philips Marbun > Sent: Tuesday, June 17, 2008 12:35 PM > To: [email protected] > Subject: [Pemuda Advent] Re: [Pemuda Advent] > Ternyata Dasar Negara > Indonesia Bukan Pancasila Tapi Allah SWT > > > > Menurut kesaksian beberapa orang tua yang pernah > mengalami jaman Komunis > (era 50-60an), jaman "ke-Islaman" sekarang terasa > lebih sadis dibanding > komunis dulu.. hehehe... > > Salam, > PM > Pulomas > > 2008/6/17 Richan S <[EMAIL PROTECTED] > <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >: > > Rabu, 11 Jun 08 06:17 WIB > > Assalamualaikum Wr. Wb. > > Ana tertarik dengan apayangdisampaikan Bapak Eggi > Sudjana di salah satu > stasiun tv swasta, beliau menyampaikan bahwa dasar > hukum negara > indonesia yang benar adalah hukum Allah SWT > > Beliau berpijak dari sisi history dan sosiologi > bahwa sesuai dengan > pembukaan UUD 1945 negara indonesia berdasarkan atas > Ketuhanan YME, dan > hanya atas berkat rahmat Allah SWT Indonesia dapat > merdeka. > > Saya yakin kalau hukum yang bersumber dari Allah SWT > ini dapat di > terapkan, kita akan bahagia dunia akhirat > > Mohon tanggapan Pak Ustadz...! > > Terima kasih > > Wassalam > > Abu Mufid > [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Jawaban > > Assalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh, > > Memang cukup mengejutkan juga apa yang disampaikan > oleh Dr Eggi Sudjana > SH MSi dalam talkshow di TV swasta malam itu. Beliau > menyebutkan bahwa > kalau dicermati, ternyata justru negara Indonesia > ini secara hukum > bukanlah berdasarkan Pancasila. Sebaliknya, di dalam > UUD 45 malah > ditegaskan bahwa dasar negara kita adalah Ketuhanan > Yang Maha Esa. > > Dan sesuai dengan Preambule atau Pembukaan UUD 1945, > Tuhan yang dimaksud > tidak lain adalah Allah subhanahu wata'ala. Sehingga > secara hukum jelas > sekali bahwa dasar negara kita ini adalah Islam atau > hukum Allah SWT. > > Pernyataan itu muncul saat berdebat dengan Abdul > Muqsith yang mewakili > kalangan AKK-BB. Saat itu Abdul Muqsith menyatakan > bahwa Indonesia bukan > negara Islam, bukan berdasarkan Al-Quran dan hadits, > tetapi berdasarkan > Pancasila dan UUD 45. > > Mungkin maunya Abdul Muqsith menegaskan bahwa > Ahmadiyah boleh saja > melakukan kegiatan yang bertentangan dengan ajaran > Islam, toh negara > kita kan bukan negara Islam, bukan berdasarkan Quran > dan Sunnah. > > Tetapi tiba-tiba Mas Eggi balik bertanya tentang > siapa yang bilang bahwa > dasar negara kita ini Pancasila? Mana dasar hukumnya > kita mengatakan > itu? > > Abdul Muqsith cukup kaget diserang seperti itu. > Rupanya dia tidak siap > ketika diminta untuk menyebutkan dasar ungkapan > bahwa negara kita ini > berdasarkan Pancasila dan UUD 45. > > Saat itulah mas Eggi langsung menyebutkan bahwa yang > ada justru UUD 45 > menyebutkan tentang dasar negara kita adalah > Ketuhanan Yang Maha Esa, > bukan Pancasila. Sebagaimana yang disebutkan dalam > UUD 45 pasal 29 ayat > 1. > > Kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga apa yang > dikatakan oleh Eggi > Sujana itu. Iya ya, mana teks resmi yang menyebutkan > bahwa dasar negara > kita ini Pancasila. Kita yang awam ini agak > terperangah juga mendengar > seruan itu. > > Entahlah apa ada ahli hukum lain yang bisa > menjawabnya. Yang jelas si > Abdul Muasith itu hanya bisa diam saja, tanpa bisa > menjawab apa yang > ditegaskan leh Eggi Sujana. > > Dan rasanya kita memang tidak atau belum menemukan > teks resmi yang > menyebutkan bahwa dasar negara kita ini Pancasila. > === message truncated ===

