Wahh....makin jauh nih diskusinya .....
Pendapat saya :

1. Anak yang dilahirkan dari perzinahan sekalipun, adalah karunia Tuhan. Anak 
tersebut tidak boleh didiskriminasi.
2. Kaputusan majelis jemaat dan konfrensi jemaat untuk melalukan disiplin harus 
dipertimbangkan dengan matang. Seorang yang hamil karena korban perkosaan tidak 
seharusnya mendapatkan disiplin tapi justru harus mendapatkan dukungan dari 
jemaat.
3. Pada kasus tertentu, disiplin harus dilakukan supaya jemaat Tuhan tidak 
dipermalukan dan merusak pekerjaan Tuhan.

Bila diperhatadapkan pada kemutusan yang sulit, misalnya seorang wanita 
diperkosa maka pertimbangan yang sangat matang harus dipikirkan apakah bayi itu 
akan dipertahankan atau tidak.

Dalam Alkitab tidak pernah dibicarakan secara khusus mengenai Aborsi namun ada 
banyak ayat Alkitab yang menyatakan bahwa janin dalam kandungan adalah mahkluk 
hidup ciptaan Tuhan (Masmur 139 : 13-16) dan mengakhiri kehidupan termasuk yang 
masih ada dalam kandungan adalah pembunuhan. Dalam Keluaran 21 : 22-25 
diterapkan hukuman bagi mereka yang menyebabkan terjadinya kematian dalam 
kandungan dan hukuman itu sama terhadap kematian orang dewasa. Hal ini dengan 
jelas mengindikasikan bahwa Allah memandang bayi dalam kandungan sebagai 
manusia sama seperti orang dewasa.  Aborsi sebenarnya bukan sekedar soal hak 
perempuan untuk memilih. Aborsi juga berkenaan dengan hidup matinya manusia 
yang diciptakan dalam rupa Allah (Kejadian 1:26-27; 9:6).

Ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan untuk membenarkan diri melakukan 
aborsi, diantaranya alasan adanya kehamilan yang tidak diinginkan  entah akibat 
hubungan terlarang atau perkosaan, kesulitan ekonomi, dan alasan klasik lainnya 
tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah dengan melakukan aborsi segala masalah 
dapat terselesaikan bahkan dengan mengorbankan nyawa tidak berdosa ? Melahirkan 
anak dengan faktor pencetus yang tidak diinginkan memang dihadapkan pada 
masalah yang rumit dikemudian hari namun bukan berarti aborsi adalah pilihan 
terbaik. Selalu saja ada jalan keluar dan solusi yang baik bagi mereka yang 
memilih pilihan yang lebih positif. Anak yang lahir sebagai hasil pemerkosaan 
atau hubungan seks terlarang dapat saja diadopsi oleh keluarga yang tidak 
memperoleh anak bahkan bukanlah hal yang mustahil anak tersebut tetap 
dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh ibunya. Seorang bayi yang telah 
terbentuk tidak seharusnya dihukum oleh karena perbuatan jahat ayahnya atau 
perbuatan terlarang kedua orang tua atau perbuatan tidak terencana kedua orang 
tuanya.

Alasan yang penuh pertimbangan untuk aborsi bila dokter dihadapkan pada pilihan 
yang berat. Pada kasus-kasus tertentu dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi 
bila kemungkinan besar bila bayi dalam kandungan dipertahankan akan 
membahayakan nyawa ibunya atau pertumbuhan bayi yang abnormal sehingga 
kemungkinan besar sang bayi tidak akan berumur panjang atau akan membawa cacat 
bawaan yang permanen. Setiap pasangan yang menghadapi pilihan yang sulit 
hendaknya meminta hikmat Tuhan (Yakobus 1 : 5) sehingga dapat menentukan 
pilihan yang tepat.  

Bagi mereka yang telah dengan terpaksa melakukan aborsi, dosa aborsi tidaklah 
lebih sulit diampuni dibanding dengan dosa-dosa lainnya. Melalui iman dalam 
Kristus, semua dosa apapun dapat diampuni (Yohanes 3:16; Roma 8:1; Kolose 
1:14). Perempuan yang telah melakukan aborsi, atau laki-laki yang mendorong 
aborsi, atau bahkan dokter yang melakukan aborsi, semuanya dapat diampuni 
melalui iman di dalam Yesus Kristus.



  ----- Original Message ----- 
  From: Darmawan Triosa 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, July 07, 2008 4:59 PM
  Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH KARUNIA TUHAN?



  apa yang diputuskan oleh peraturan jemaat kan hanya untuk kepentingan 
disiplin organisasi..benar tidaknya keputusan diambil kan itu urusan majelis 
kepada Tuhan...akan tetapi sekiranya ada anggota gereja dicoret dan dipecat 
dari gereja...itu kan bukan berarti namanya  dibuku kehidupan  surga juga di 
coret...nga lahh.
  tergantung dari sudut mananya kita liat....apakah dari sudut  disiplin ato 
dari sudut penghakiman...kalo saya sih prinsipnya manusia tidak boleh 
menghakimi manusia...karena itu hanya hak prerogratif TUHAN.jadi diperlukan ke 
hati hatian dalam mengambil keputusan jemaat kepada orang yang bersalah . 
Karena kita Tahu... majelis gereja Bukan Tuhan...kadang kadang sering 
diplesetkan  Majelis= Manusia jelmaan Iblis   banyak kan terjadi di gereja 
gereja...
    ----- Original Message ----- 
    From: Darmawan Triosa 
    To: [email protected] 
    Sent: Monday, July 07, 2008 4:50 PM
    Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH KARUNIA TUHAN?



    untuk hal ini anda bisa tanya ke confrence.. peraturan manusia ato 
organisasi kan bisa salah...buktinya liat aja peraturan sidang sudh berapa kali 
di revisi..... kalo firman Tuhan bisa di revisi??? NO WAY
      ----- Original Message ----- 
      From: Richan S 
      To: [email protected] 
      Sent: Monday, July 07, 2008 4:25 PM
      Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH KARUNIA TUHAN?


      untuk kepentingan organisasi berarti boleh mengkimi donk hehehe

      RS

      Darmawan Triosa wrote: 


        punishment yg dilakukan gereja hanyalah untuk kepentingan organisasi 
sementara kita berada di dunia ini. dan nanti bila kita sudah disurga  
organisasi  akan bubar karena sdh tidak diperlukan lagi
          ----- Original Message ----- 
          From: Richan S 
          To: [email protected] 
          Sent: Monday, July 07, 2008 3:33 PM
          Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH KARUNIA TUHAN?


          bro, mengapa ada panismen dari gereja kepada seseorang yang telah 
melanggar.
          berarti gereja sudah bertindak mendahului penghakiman Tuhan hehehe
          atau dalam hal ini gereja mewakili penghakiman Tuhan hehehe
          btw, kita bukan berbincang perihal masuk surga atau tidak bos.

          bgmn tanggapan anda dengan anak yang dikandung di luar nikah ?? 
mengapa anda tidak mau melakukannya ?? hehehe

          Salam,
          Richan S


          Darmawan Triosa wrote: 

            kalo menurut saya... penghakiman adalah hak Tuhan, Manusia nga 
berhak menghakimi  sesorang..kita tidak berhak mengatakan orang ini masuk surga 
apa nga,.. untuk itulah alkitab mengatakan " jangan menghakimi"
            kan nanti di surga ada tiga keheranan
            keheranan pertama adalah kita heran orang yang kita perkirakan ngak 
masuk surga ternyata mereka ada disurga
            keheranan kedua adalah orang yang kita perkirakan masuk surga 
ternyata nga ada di surga
            keheranan yang ketiga  kenapa kita sendiri ada di surga.
            Hummmmmm 
            Matius  7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 

              ----- Original Message ----- 
              From: Richan S 
              To: [email protected] 
              Sent: Monday, July 07, 2008 2:25 PM
              Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH KARUNIA 
TUHAN?


              sekarang kalau sudah terlanjur dengan alasan hilafffff !! 
bagaimana ?? hehehe apakah perlu di rajam ?? spy semua manusia berdosa ini 
senang ?? hehehe
              bagaimana kalau mereka berdua menangis-menangis siang malam 
selama 7 hari dan minta ampun sama Tuhan...tapi janin masih bergerak-gerak di 
perut si cewek hehehe
              apakah dosa mereka diampuni ?? bagi saya itu dosa yang bisa 
diampuni hehehe

              masalahnya otak kita ini cenderung dan senang mengingat-ingat aib 
orang sampai otaknya tidak bisa mengingat apa-apa lagi (mati),
              Mencuri dan Berjinah...aib yang dua ini susahhhh sekali dilupakan 
orang. seperti nya itulah dosa terbesar di jagat raya ini hehehe. itu saja 
masalah nya bos hehehe

              bgmn ?? ;-) 

              RS

              Jon Sabuin wrote: 

                      Menghasilkan anak di luar nikah adalah suatu tindakan 
yang tidak dibenarkan bila dipandang dari segi apapun,orang ateis sekalipun 
tidak membenarkan hal yang demikian apalagi kita yang mengaku sebagai anak 
Tuhan.Perzinahan setara dengan penyembahan berhala.Sex pranikah sangat tidak 
dibenarkan karena itu tidak menghormati Allah dan tidak menghormati 
orangtua,dan itu sudah termasuk mencuri juga karena dilakukan diluar 
sepengetahuan orang lain.he.....he......he..............GBU

                      --- On Mon, 7/7/08, pisctwentyfour <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:

                        From: pisctwentyfour <[EMAIL PROTECTED]>
                        Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH 
KARUNIA TUHAN?
                        To: [email protected]
                        Date: Monday, July 7, 2008, 6:25 AM


                              kayknya semakin seru nih... sudah banyak pendapat 
yang masuk..

                              bapak situmorang.. . yang terkasih... 
argumentasinya sangat nyata sekali bahwa... hanya sekarang seolah olah semua 
hal bisa disetujui dan sah2 saja termasuk menghasilkan anak dengan cara 
apapun..termasuk di luar nikah..()

                              gmana nih..?
                              --- On Sun, 7/6/08, Richan S <richansitumorang@ 
gmail.com> wrote:


                                From: Richan S <richansitumorang@ gmail.com>
                                Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK 
ADALAH KARUNIA TUHAN?
                                To: pemuda_advent@ yahoogroups. com
                                Date: Sunday, July 6, 2008, 11:02 PM


                                hadir nya anak bukan karena nikah atau tidak 
nya tapi karena gitu-gitu deh hehehe...
                                jadi istilah anak haram, dasar kita mengatakan 
hal itu apa ?? katanya si pembuat bibit tidak menikah ?? hehehe
                                kalau bapaknya menikah dua kali, bagaimana pula 
itu hehehe

                                istilah anak haram hanya sebutan yang 
mencerminkan bentuk kecemburuan dan kesombongan dari seorang anak yang bapaknya 
menikah baik-baik hehehe

                                bentuk nikah juga banyak di dunia ini, saya 
tidak tahu yang mana berkenan kepada Tuhan. apakah semua bentuk syah2 saja 
hehehe sebab setiap anut kepercayaan memiliki system bentuk pernikahan 
masing-masing. ada yang diberkati pendeta, ustad, kepala suku, maupun tua-tua 
kampung yang tidak percaya Tuhan Jesus sama sekali, atau malah diberkati Bandit 
yang menyamar jadi pastor spt yg di felem-felem hehehe...

                                kalau si pembuat bibit adalah anggota jemaat 
kita, tentu ada disiplin yang diatur dlm Gereja kita.
                                biar lah gereja yang menyebutkan anak itu anak 
apa... ??

                                tapi sependengaranku selalu dikatakan anak yang 
Tuhan titipkan.

                                Salam,
                                Richan S

                                pisctwentyfour wrote: 

                                oks terima banget...masukan. ..yang sudah 
diberikan

                                sekali lagi diskusi ini bukan untuk mencari 
yang benar atau salah 

                                jadi jangan takut untuk memberikan tanggapan, 
argumentasi dan solusi...

                                semua bebas...

                                nah sekarang pertanyaannya adalah : berarti 
seolah olah kita bisa memaklumi apa yang namanya MBA? b ukan berarti kita mo 
menghakimi loh...

                                tetapi kenyataan itu lah yang banyak kaum 
pemuda kita alami...menikah setelah calon istri "berbadan dua"... 

                                --- On Sun, 7/6/08, Jhon Sriven <sriven_jhon@ 
yahoo.com> wrote:


                                From: Jhon Sriven <sriven_jhon@ yahoo.com>
                                Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK 
ADALAH KARUNIA TUHAN?
                                To: pemuda_advent@ yahoogroups. com
                                Date: Sunday, July 6, 2008, 10:20 PM


                                Benar, saya percaya bahwa seorang anak tetap 
merupakan anugerah Tuhan, sekalipun dia lahir di luar pernikahan alias lahir 
dari hasil perzinahan.



                                Dosa zinah kedua orangtuanya bukanlah dosa si 
anak.  Kesalahan kedua orangtuanya tidaklah mengurangi sedikitpun penialaian 
Allah terhadapnya bahwa anak itu sangat berharga dalam pandangan Allah.



                                Mungkin ada yang bertanya: "Tapi apakah Tuhan 
memberikan suatu anugerah lewat tindakan dosa?"



                                Saya percaya Tuhan tidak mengenal istilah 'anak 
haram', melainkan 'sepasang insan yang bertindak haram'  Anak itu tidak haram 
sebab dia tidak melakukan kesalahan apa pun.  Yang haram adalah tindakan kedua 
ortunya.



                                Bukankah kasih Allah begitu mulia?  Bahkan 
dibalik keharaman (baca: dosa) tindakan sepasang insan pun, Tuhan masih 
mengizinkan lahirnya seorang anak tak berdosa.  Tak ada seorang anak pun yang 
lahir tanpa 'Restu' Allah.  Mereka semua terlahir untuk maksud yang baik dan 
mereka semua adalah anugerah Allah.



                                Demikian sekilas pendapat pribadi saya.  Mohon 
maaf kalau ada yang dirasa kurang tepat dan terimakasih untuk kesempatan 
sharing pendapat di sini.



                                Salam Kasih,



                                Jhon Sriven 



                                --- On Sun, 7/6/08, pisctwentyfour 
<pisctwentyfour@ yahoo.com> wrote:


                                From: pisctwentyfour <pisctwentyfour@ yahoo.com>
                                Subject: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK 
ADALAH KARUNIA TUHAN?
                                To: "PEMUDA ADVENT" <pemuda_advent@ 
yahoogroups. com>, "PA DKI" <[EMAIL PROTECTED] com>, "pomanet pa" <[EMAIL 
PROTECTED] .com>, "imab bandung" <[EMAIL PROTECTED] ups.com>
                                Date: Sunday, July 6, 2008, 8:45 PM


                                ada pertanyaan lagi nih..:

                                anak itu karunia TUHAN yang diberikan kepada 
pasangan dua manusia yang menjalin cinta.... sehingga ada istilah anak itu 
titipan TUHAN,,

                                na sekarang pertanyaannya bgaimana dengan anak 
yang dilahirkan dari pasangan yang tidak sah menikah (pasangan di luar nikah), 
walaupun istilah nya MBA

                                apakah itu karunia TUHAN juga...?

                                sekian dan terima kasih..
                                 


                                 


                                 




                             


                     












   

Kirim email ke