yup benar..sekali tapi kan nilai khotbah kalo ada tanggapan baik dari anggota jemaat berarti itu anggota jemaat merasa dikuatkan, dibangun dan menggugah hati.. tetapi kalo nilainya tidak baik berarti kan topik khotbahnya tidak mengenah dengan anggota jemaat... para pendeta harusnya bisa tau dong...kalo anggota jemaat mengantuk pas lagi khotbah berarti topik khotbahnya tidak menarik... tapi kalo anggota jemaat semua matanya tertuju dan masik melek berarti khotbah yang dibawakan menarik... jadi semuanya kembali kepada para pengkhotbah baik itu pendeta maupun ketua2 jemaat dan kaum awam... bagaimana supaya khotbah yang bawakan menarik.... dan anggota jemaat bisa dikuatkan....
--- On Tue, 8/26/08, Irsan Siregar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Irsan Siregar <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Pemuda Advent] Re: [Sahabat-Advent] [DISKUSI] Laptop & Khotbah To: [email protected] Date: Tuesday, August 26, 2008, 7:13 PM Di zaman kuda gigit besi orang juga malas belajar Firman Tuhan :) Saya lupa baca dimana, tapi Charles Spurgeon juga sudah tau kalau orang lebih suka mendengar khotbah singkat yang menyenangkan telinga, ketimbang mendengar khotbah panjang. Menurut saya, khotbah itu seperti doa. Tuhan Yesus mengkritik orang Farisi karena mereka berdoa supaya dinilai oleh pendengar (Mat 6:5). Saya kira, Tuhan juga akan mengkritik orang yang berkhotbah supaya dinilai oleh jemaat, entah mereka pakai laptop atau tidak. Ukuran sebuah khotbah bukanlah alat bantu penyampaian, memberi semangat atau tidak, menyegarkan atau tidak, ada di laptop saudara atau tidak, atau pernah didengar atau tidak. IMO, ukuran sebuah khotbah adalah perkenaan Tuhan. Keep smiling, Irsan Siregar Jon Sabuin wrote: > > > Zaman tekhnologi sekarang membuat orang jadi malas untuk belajar Firman > Tuhan,orang lebih banyak bergantung pada tekhnologi. > adalah merupakan kerugian besar bagi orang yang hanya mengandalkan > laptop dan LCD karena disaat-saat yang tidak diduga terjadi gangguan > seperti padam lampu(listrik) maka semuanya jadi kacau kalau yang > menyampaikan Firama Tuhan tidak menguasai bahan yang akan disampaikan. >

