kalo boleh aku nimbrung yah... tapi jgn menjadi patokan loh, jgn juga sampe menghakimi diriku...yang fana ini dan penuh dosa...(he99).. mungkin yg bisa menggantikan negara amerika adalah... PAPUA... knp? karena sebentar lagi papua akan merdeka dan itu semua di dukung oleh ISRAEL, AUSTRALIA dan AMERIKA sendiri. percaya atau tidak, otomatis anda semua tidak percaya karena hal ini saya sendiri yang mengungkapkannya... belum pernah di publikasikan dan belum pernah di liput di media apapun. tapi kalau pun anda semua tidak percaya, tapi tetap saja anda harus heart2 (alias hati2). karena kita hanya merencanakan tapi DIA jugalah yang menentukan.... gmn? mungkin ada tambahan? perbincangan atau ada yang kuatkan???
--- On Thu, 9/25/08, Richan S <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Richan S <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Pemuda Advent] Re: [Pemuda Advent] So, Its time to move - Lehman Brother Story To: [email protected] Date: Thursday, September 25, 2008, 11:40 PM boleh tahu, menurut beliau siapa pengganti Amerika ini...?? rs Philips Marbun wrote: Tadi pagi dengar berita, penguasa Jerman mengeluarkan statement bahwa Amerika sekarang bukan lagi negara adikuasa di dunia ini. Kalau kita hubung-hubungkan ke nubuatan, apakah ini sudah tertulis? Mohon share kita semua. 2008/9/26 Richan S <richansitumorang@ gmail.com> aduh tulisannya kecil kali hehehe.. semua ini terjadi bukan karena kesalahan 1 atau 2 pihak tertentu ataupun kesalahan pada strategi bisnisnya, tetapi ini merupakan skenario yang sudah disetting oleh oknum yang mampu mengatur semuanya ini terjadi untuk tujuan tertentu..sebab tahun 2006 sudah memprediksi kejadian sekarang ini dan awal januari s/d pertengahan tahun 2008 lalu pun lehman brothers sudah dinyatakan akan bangkrut pada bulan september tahun 2008 ini, namun seluruh dunia tidak percaya. seperti tulisan yang pernah saya kirim beberapa waktu lalu, bahwa kaum republik bertujuan menghancurkan ekonomi negara amerika dan bertujuan melemahkan amerika dan dalam waktu bersamaan memperkuat para kaum kapitalisnya. kalau amerika lemah, maka amerika akan bergantung kepada yang kuat yakni oknum-oknum kapitalis ini..kalau sudah demikian keadaannya, maka amerika menunggu diperintah saja seenak udel para kapitalis ini. kalau kita telusuri siapa para kaum kapitalis ini, hmmm mayoritas alumnus skull and bones, yale university- st thomas. USA btw, Ekonomi Amerika ditunjang semua negara2 didunia, karena semua negara2 di dunia membeli bond dan obligasi milik pemerintah Amerika sehingga semua bangsa2 didunia ini diibaratkan memiliki saham dalam pemerintahan Amerika. Itulah sebabnya, Amerika adalah milik seluruh dunia, dan Dunia milik Amerika. Jadi kita ennggak usah kuatir Amerika akan bangkrut dengan kasus lehman ini, powernya akan tetap tetapi tuas kontrolnya saja yang pindah tangan, Amerika ga bakalan rubuh karena semuanya akan dijamin oleh semua bangsa di dunia. ada yang pailit, tentu ada yang untung toh...namun duit nya yahhh disitu-situ juga hehehe NAMUN!! analisaku yang kelak terjadi, bahwa Amerika yang adalah milik dunia yang sudah terjual dan tergadaikan, kelak akan mangguk-mangguk saja untuk diperintah oleh sipemilik kekuasaan... yakni para kaum kapitalis yang sangat patuh kepada vatican. Salam, Richan S arifin hasudungan wrote: Pelajaran dari Kasus Merrill Lynch dan Lehman Brothers Bangkrutnya Lehman Brothers dan akuisisi Merrill Lynch oleh Bank of America mengingatkan kita bahwa dengan kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini tidak ada satu pun pekerjaan yang bisa dianggap sebagai "secured jobs" Saya masih ingat ketika sekitar awal tahun 2000 membaca sebuah artikel di majalah terbitan luar negeri (saya lupa entah itu BusinessWeek, Newsweek, Forbes atau Fortune) yang menceritakan betapa kerasnya usaha ribuan orang lulusan program MBA dari berbagai business school ternama di seluruh penjuru Amerika Serikat berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan di Wall Street, khususnya pekerjaan di investment bank terkemuka, seperti Merrill Lynch, Lehman Brothers, Goldman Sachs atau Morgan Stanley. Selain soal gengsi (karena sebagian besar investment bank terkemuka tersebut hanya mempekerjakan lulusan terbaik), banyak yang mengincar untuk bekerja disana karena tergiur dengan tawaran gaji dan berbagai benefits luar biasa yang ditawarkan. Banyak yang beranggapan bahwa bekerja di investment bank kelas kakap di Wall Street merupakan sebuah pilihan yang aman. Tapi dengan perkembangan yang terjadi beberapa hari terakhir ini, siapa yang menyangka bahwa Lehman Brothers bisa bangkrut? Siapa pula yang menyangka bahwa Merrill Lynch ternyata bisa diakuisisi oleh Bank of America ? Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini hanya satu, bila anda saat ini masih bekerja sebagai employee (di perusahaan mana pun itu - apakah itu perusahaan nasional ataupun multinasional) ingatlah bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa menjamin 100% bahwa anda akan aman berkarir seterusnya di perusahaan tersebut. Karena dengan perubahan yang sedemikian cepat dan kondisi perekonomian dunia yang makin sulit diprediksi, perusahaan paling besar sekalipun bisa saja gulung tikar minggu depan. Bukannya bermaksud memprovokasi kalau saya katakan, jangan pernah sesekali berani memproklamirkan diri sebagai employee yang loyal kepada perusahaan, karena perusahaan tidak bisa menjamin apakah mereka juga akan bisa loyal kepada anda. Bila performa kerja anda menurun, tidak peduli anda telah bekerja 10 tahun disitu, anda bisa saja ditendang keluar untuk kemudian digantikan dengan orang lain yang lebih muda dan bersedia mener ima gaji yang lebih rendah dari anda. Di lain pihak, perusahaan pasti juga tidak akan berani menjamin bahwa mereka akan mencetak keuntungan secara terus-menerus dan beroperasi seterusnya sampai dunia kiamat (ingat: sebelum akhirnya bangkrut, Lehman Brothers adalah perusahaan yang telah beroperasi sejak tahun 1850). Nah, beberapa hal yang ingin saya tekankan sekali lagi adalah: Dengan kondisi seperti sekarang ini, jangan pernah bersikap loyal kepada perusahaan, tapi bersikaplah loyal kepada profesi anda. Cintailah bidang pekerjaan anda, terus asah dan perdalam pengetahuan anda mengenai beberapa aspek spesifik di bidang yang betul-betul anda minati, karena saat ini dalam pengamatan saya makin banyak perusahaan yang mencari seorang spesialis dibandingkan seorang generalis. Jangan lupa untuk selalu membuka mata dan telinga lebar-lebar bila memang ada sebuah kesempatan untuk meningkatkan karir diluar sana . Dan mungkin ini yang paling penting, kecuali anda adalah seorang pegawai negeri sipil yang bekerja di Indonesia, lupakan yang namanya "comfort zone" dan "job security" — those are totally bullshit! Semoga apa yang saya tulis ini bisa membuka wawasan dan menyadarkan banyak orang yang mungkin sudah terlena dengan apa yang dinamakan "comfort zone" dalam bekerja. Mungkin analogi yang paling pas untuk menggambarkan secara konkrit dari apa yang saya tulis ini adalah dengan membayangkan anda naik sebuah mobil. Ketika anda mengendarai sebuah mobil mahal dan canggih, anda tetap harus mengendarainya dengan kewaspadaan penuh, siap untuk mengerem atau memutar setir untuk menghindari lubang di jalan atau pengendara motor yang memotong jalan anda. Anda tentunya tidak bisa berpikiran bahwa dengan mengendarai sebuah mobil mahal, maka anda akan selalu selamat karena dilindungi dengan berbagai peralatan pelindung canggih. Ada faktor utama yang menjadi faktor penentu keselamatan anda yaitu kewaspadaan. Hal yang sama juga berlaku dalam anda bekerja sebagai employee, bayangkan saja anda bekerja menekuni karir seperti anda mengendarai mobil: nikmati perjalanan anda, tetap waspada dan jangan pernah sampai masuk kedalam "comfort zone" - alias mengantuk, karena ketika anda masuk kedalam "comfort zone" dan sesuatu yang tidak diinginkan kemudian terjadi, biasanya anda akan merasa lebih sakit — karena memang anda tidak siap dalam menghadapinya. Have a nice day at work! "Action may not always bring happiness, but there is no happiness without action." Kind Regard, Arifin H. Manurung -- Salam, Richan S -- Salam, Philips Marbun Pulomas -- Salam, Richan S

