Setuju dengan pendapat Eva.
 
Pertama-tama orangtua perlu menunjukkan teladan bagaimana menghargai kudusnya 
perbaktian, maka anak-anak akan lebih mudah diatur.
 
Kedua, orangtua memang perlu menerapkan disiplin dan peraturan kepada anak-anak 
tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan selama kebaktian.  
Tentu saja tidak gampang menjaga anak-anak untuk tidak ribut sepanjang 
kebaktian, namun hal itu bukan sesuatu yang mustahil.  Dengan ketekunan, 
kesabaran dan disiplin, maka anak-anak dapat duduk manis di gereja.
 
Saya ingat waktu kecil dulu orangtua mewajibkan duduk bersama orangtua 
sepanjang kebaktian.  Awalnya terasa sangat menyiksa, terlebih ketika melihat 
bahwa anak-anak lain dibiarkan orangtuanya berlari-lari dan ribut di gereja.  
Sebagai anak kecil ingin rasanya ikut tingkah polah anak-anak lain.  Namun 
berhubung orangtua sangat tegas melarang, maka lama-lama 'hukuman' itu terasa 
semakin ringan dan lama-lama akhirnya bisa ikut menikmati kebaktian yang 
khusyuk.  Kalau sudah biasa maka duduk manis di gereja tak lagi terasa sebagai 
hukuman.
 
Seringkali orangtua merasa tidak tegaan terhadap anak-anak.  Apabila si anak 
mersepon dengan menangis maka orangtua mengalah dan membiarkan anaknya 
melakukan apa yang dia mau.  Beberapa anak malah sampai sudah tahu kartu truf 
yang harus digunakan untuk melemahkan orangtuanya, yaitu dengan 
menangis.  Orangtua sedapat mungkin perlu sedikit 'tegaan', asalkan dengan itu 
si anak dapat bertumbuh dengan baik secara imani.
 
Kalau memang dalam gereja itu banyak anak-anak dalam usia dini dan agak susah 
mengontrol mereka semua, dapat pula disediakan sebuah ruangan khusus diluar 
ruang kebaktian khotbah.  Disini guru SS anak-anak bersama diakon/nes dan ibu 
dari anak-anak tersebut dapat bahu membahu membimbing anak-anak agar tidak 
mengganggu kebaktian khotbah.  Dapat disediakan acara khusus untuk anak-anak 
sepanjang kebaktian khotbah berupa cerita alkitab, bernyanyi atau mewarnai 
gambar.  
 
Saya percaya bahwa tanggung-jawab utama dalam menjaga anak-anak untuk tidak 
ribut di gereja ada pada orangtua masing-masing.  Bayangkan kalau orantua 
merasa bahwa menenangkan anak-anak mereka adalah tanggung-jawab diakon/nes atau 
guru SS anak-anak.  Tentu saja diakon/nes dan guru SS anak-anak tidak akan 
mampu menangani semua anak-anak tersebut.
 
Biarlah orangtua menunjukkan rasa tanggung-jawabnya terhadap anak-anak yang 
Tuhan percayakan kepada orangtuanya untuk dididik dan dibesarkan dalam takut 
akan Tuhan.  Biarlah orangtua masing-masing memastikan bahwa anak-anaknya yang 
Tuhan percayakan kepada kedua orantuanya tidak mengganggu kebaktian yang sedang 
berlangsung.
 
Biarlah diakon/nes maupun guru SS anak-anak cukup menjaga anak-anak yang 
kebetulan orangtuanya sedang membawa acara atau berhalangan datang sehingga 
tidak memungkinkan untuk menjaga mereka langsung.
 
Tanggung-jawab utama menjaga anak-anak ini biarlah kita kembalikan kepada 
orangtua masing-masing, sebab anak adalah titipan dari Allah untuk kita 
kembalikan kepada Allah secara utuh dengan 'bunganya'.
 
Saya tidak ingin menyalahkan orangtua yang anak-anaknya ribut, namun bila kelak 
anak-anak saya ribut di gereja maka dengan segala kebesaran hati saya akan 
mengakui bahwa itu adalah salah saya sebagai ayahnya yang tidak dapat mendidik 
anak saya dengan baik dan tidak menjaga dengan baik titipan Allah.
 
Demikian sekilas pendapat pribadi.  Mohon maaf apabila ada yang terasa tidak 
pantas/tepat.  Dengan tangan terbuka saya persilahkan kritik dan saran untuk 
pendapat yang saya berikan.
 
Kiranya kasih Allah menyertai kita senantiasa dan persekutuan kita dalam jemaat 
dengan tuntunan Roh Kudus boleh senantiasa terpelihara.
 
Salam kasih dalam nama Yesus,
 
 
Jhon Sriven   

--- On Tue, 10/7/08, Eva Situmorang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 
From: Eva Situmorang <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Pemuda Advent] Anak-anak kecil ribut di gereja
To: [email protected]
Date: Tuesday, October 7, 2008, 12:06 AM











Tapi nul, meskipun mereka anak2 kan perlu diajar juga untuk mengetahui bahwa 
gereja itu Kudus...nah salah satu contohnya ya harus dari yang dewasa2 ini 
lah..ya dari ortunya or dari para kaka2 pathfinder/MG/ pemuda. Kalo kita juga 
malah ikut2an bikin keramaian di gereja....apalagi adik2 yang kecil kan hehehe.
Mungkin cara lainnya bisa juga dengan para guru SS anak2 sudah menyiapkan 
cerita Alkitab bergambar yang bisa mereka warnai waktu mereka duduk di gereja. 
Lalu pada saat di kebaktian guru2 tersebut duduk bersama dengan mereka n sudah 
buat perjanjian waktu di kelas SS agar mereka tenang pada saat mewarnai. Well, 
itu cuma satu cara sederhana aja sih dan yang pastinya masih perlu keterlibatan 
kita semua e.g. diakon dan ortu. 
Maafkan kalo saya salah, tapi sepengetahuan saya, salah satu tugas diakon 
adalah untuk menjaga ketertiban dalam perbaktian. Jadi, sah2 saja kalo begitu 
ada anak2 yang berlari2 dan ortunya malah mendiamkan, para diakon/nes inilah 
yang membantu menertibkan or membawa anak2 itu ke pangkuan ortunya. 
Mungkin ada masukan lainnya..silahkan.
 
GBUmore.
 
eVa
--- On Mon, 9/15/08, MiNuL <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: MiNuL <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [Pemuda Advent] Anak-anak kecil ribut di gereja
To: pemuda_advent@ yahoogroups. com
Date: Monday, September 15, 2008, 12:05 AM










Namanya juga anak-anak, tapi biasanya d gereja itu disiapin tempat tersendiri 
buat anak-anak. gak usahlah anak2, dewasa juga sering banget ngobrol ketawa2 d 
gereja

 



  

Sometimes finding the truth is easier than facing it
 
MiNuL
http://minulinkin. multiply. com/

--- On Sat, 9/6/08, april_pribadi@ yahoo.com <april_pribadi@ yahoo.com> wrote:

From: april_pribadi@ yahoo.com <april_pribadi@ yahoo.com>
Subject: Re: [Pemuda Advent] Anak-anak kecil ribut di gereja
To: pemuda_advent@ yahoogroups. com
Date: Saturday, September 6, 2008, 7:54 AM




Syalom..

Hampir terjadi di semua Gereja di SDA di indonesia. Sebab karakter anak-anak 
beda beda tpi punya persamaan yaitu suka bermain..
Pengalaman masa kecil saya, saya diajarkan waktu dirumah sebelum berangkat ke 
gereja selalu diingatkan agar di gereja nanti tidak main main atau yang 
lainnya. Karena gereja adalah rumah Tuhan dimana tempat kita mendengar 
firmanNya.
Btw, pendapat saya, pintar pintarnya kita yang dewasa bagaimana mengarahkan 
mereka, karena dunia bermain adalah dunia mereka saat itu, bukankah Yesus cinta 
anak-anak..

Selamat Sabat saudara-saudaraku. .

JBU..

-----Original Message-----
From: Elmor Wagiu <[EMAIL PROTECTED] com>
Sent: 2008-09-05 23:02:28 GMT+08:00
To: pemuda_advent@ yahoogroups. com, [EMAIL PROTECTED] .com
Subject: [Pemuda Advent] Anak-anak kecil ribut di gereja

Temans,apa pendapat kalian apabila di suatu gereja banyak sekali anak2 kecil 
yang ribut, menangis, jalan2 kesana kemari, lari2 dan kegiatan yang membuat 
keributan sementara kebaktian khotbah sedang berlangsung. -apakah kita harus 
mengasingkan mereka (maksudnya kita membuat acara tersendiri untuk  mereka agar 
orang2 tua dapat dengan nyaman mendengarkan khotbah)-kalau misalnya kita 
pisahkan mereka, saya pernah mendengar bahwa anak2 itu harus diajar  untuk 
mengikuti acara perbaktian dari sejak kecilbagaimana tanggapan teman-teman. ..



 














      

Kirim email ke